<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bejonewong's Blog</title>
	<atom:link href="http://bejonewong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bejonewong.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 May 2010 05:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bejonewong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bejonewong's Blog</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bejonewong.wordpress.com/osd.xml" title="Bejonewong&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bejonewong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips Meningkatkan Motivasi</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2010/05/14/tips-meningkatkan-motivasi/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2010/05/14/tips-meningkatkan-motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 05:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Tips Meningkatkan Motivasi Diri Pemenang Untuk meningkatkan motivasi diri menjadi pemenang, tidak ada salahnya Anda mengikuti beberapa saran yang diusulkan oleh Vincent Gasperz dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu : 1.  Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya. 2.  Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan penguasaan diri. 3.  Jadilah ahli dalam manajemen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=488&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Tips Meningkatkan Motivasi Diri Pemenang</p>
<p style="text-align:center;">Untuk meningkatkan motivasi diri menjadi pemenang, tidak ada salahnya</p>
<p style="text-align:center;">Anda mengikuti beberapa saran yang diusulkan oleh Vincent Gasperz<span id="more-488"></span></p>
<p>dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :</p>
<p>1.  Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.</p>
<p>2.  Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan</p>
<p>penguasaan diri.</p>
<p>3.  Jadilah ahli dalam manajemen waktu.</p>
<p>4.  Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur</p>
<p>seberapa banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan</p>
<p>kasih sayang.</p>
<p>5.  Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik.</p>
<p>Kemungkinan ada orang lain yang baru saja memikirkannya</p>
<p>juga. Sukses datang  kepada orang yang bertindak terlebih</p>
<p>dahulu.</p>
<p>6.  Berhati-hatilah terhadap orang yang</p>
<p>mengatakan kepadamu betapa ia itujujur.</p>
<p>7.  Ingatlah bahwa pemenang melakukan</p>
<p>apa yang tidak mau dilakukan oleh</p>
<p>pecundang.</p>
<p>8.  Carilah peluang, bukan rasa aman.</p>
<p>Kapal di pelabuhan memang aman,</p>
<p>tetapi pada waktunya bagian</p>
<p>bawahnya akan rusak berkarat.</p>
<p>9.  Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu</p>
<p>dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.</p>
<p>10.Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.</p>
<p>11.Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.</p>
<p>12.Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!</p>
<p>13.Jangan lupa, kebutuhan emosional  terbesar seseorang adalah untuk</p>
<p>merasa dihargai.</p>
<p>14.Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan</p>
<p>lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!</p>
<p>15.Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.</p>
<p>16.Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkau</p>
<p>harus menyeberangi sungai yang sama.</p>
<p>17.Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.</p>
<p>18.Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak</p>
<p>dapat diperoleh kembali.</p>
<p>19.Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali</p>
<p>kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang</p>
<p>tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.</p>
<p>20.Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar</p>
<p>orang lain.</p>
<p>21.Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih</p>
<p>lama.</p>
<p>22.Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang</p>
<p>keliru.</p>
<p>23.Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya</p>
<p>untukmu.</p>
<p>24.Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu datang</p>
<p>dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan</p>
<p>melalui upacara-upacara!</p>
<p>25.Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa</p>
<p>memandang hal-hal yang lain.</p>
<p>26.Jangan biarkan hartamu memilikimu!</p>
<p>27.Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.</p>
<p>28.Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.</p>
<p>29.Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.</p>
<p>30.Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.</p>
<p>31.Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”,</p>
<p>“Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan</p>
<p>Anda”.</p>
<p>32.Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu</p>
<p>kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan</p>
<p>konstruktif.</p>
<p>33.Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin</p>
<p>hanya itulah yang dimilikinya!</p>
<p>34.Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan,</p>
<p>luangkanlah waktu untuk menikmatinya!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=488&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2010/05/14/tips-meningkatkan-motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Membuat Durian Berbuah</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2010/02/08/kiat-membuat-durian-berbuah/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2010/02/08/kiat-membuat-durian-berbuah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 16:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[MIMBAR PENYULUH Kiat Membuat Durian Berbuah di Luar Musim Teknik penerapan memunculkan buah durian di luar musim perlu menggunakan beberapa bahan aktif zat pengatur tumbuhan (ZPT). Zat tersebut berperanaktif untuk mengubah alur pertumbuhan pada sel tanaman dengan cara menghambat pada waktu fase pertumbuhan vegetatif agar dapat merubah secepatnya muncul fase generatif (cepat berbunga dan berbuah). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=470&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MIMBAR PENYULUH  Kiat Membuat Durian Berbuah di Luar Musim Teknik penerapan memunculkan buah durian di luar musim perlu menggunakan  beberapa bahan aktif zat pengatur tumbuhan (ZPT). Zat tersebut berperan<span id="more-470"></span>aktif  untuk mengubah alur pertumbuhan pada sel tanaman dengan cara menghambat  pada waktu fase pertumbuhan vegetatif agar dapat merubah secepatnya muncul  fase generatif (cepat berbunga dan berbuah). 1. Pengaturan Tanaman yang ingin dibuahkan di luar musim harus memenuhi beberapa kriteria  antara lain; • Tanaman sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua  mengkilap dan tidak sedang terserang hama atau penyakit. • Tanaman sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga.  • Lebih utama tanaman tidak dalam fase tidak adanya pertumbuhan tunas  tanaman dan daun baru (pupus). Teknologi Pembuahan buah durian di luar musim sudah banyak dilakukan pada  jaman nenek moyang kita dulu dengan cara mekanis antara lain:</p>
<p>1. Kerat : Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang lingkaran  pohon sampai kelihatan pembuluh xylem (kayu pohon).</p>
<p>2. Pruning : Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau  tersisa sedikit daun.</p>
<p>3. Pelukaan: Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa  dengan mengerok, mencacah, memaku atau mengiris kulit kayu. 4. Pengikatan : Mengikat erat pohon dengan kawat hingga transpor hasil fotosintesa pembuluh floem  terhambat.</p>
<p>5. Stressing air : Tidak menyiram tanaman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba  melakukan penggenangan perakaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.</p>
<p>Kelima teknologi pengamatan konvensional ini, pada prinsipnya adalah merubah perbandingan unsur  carbon (C) dan nitrogen (N) dalam tanaman. Cara konvensional ini mempunyai kelemahan yaitu tak terukur.  Kalau aplikasinya kebetulan pas, ya berhasil tapi kalau tidak pas ya gagal. Dalam berbudidaya cara  konvensional tersebut tidak direkomendasikan, karena selain tidak bisa memberikan kepastian, juga dapat  mengakibatkan kerusakan pohon secara fisik dan fisiologis. Cara terkini untuk membuahkan buah di luar musim yang terukur dan paling banyak dipilih adalah dengan  menggunakan agro-chemica (kimia pertanian), berupa bahan aktif zat pengatur tumbuh (ZPT). Teknologi  agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara menghambat fase pertumbuhan vegetatif dengan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif &#8211; bunga dan buah.  (Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 0878 8160 5773)</p>
<p>reff : <a href="http://">www.sinartani.com%2Fmimbarpenyuluh%2Fkiat-membuat-durian-berbuah-luar-musim-1241491810.htm&amp;servfail</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=470&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2010/02/08/kiat-membuat-durian-berbuah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hasiat yougart</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/06/02/hasiat-yougart/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/06/02/hasiat-yougart/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 21:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini barangkali sebagian besar dari kita mengenal yogurt hanya karena pernah mencoba produk-produk yang ada di pasaran atau bahkan ada yang hanya sekedar pernah tahu saja tapi belum pernah mencicipinya. Sedikit saja yang tahu seperti apa rasa yogurt “polos”, tanpa gula dan perasa yang dibuat sendiri di rumah. Padahal bentuk dan rasa seperti itulah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=443&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini barangkali sebagian besar dari kita mengenal yogurt hanya karena pernah mencoba produk-produk yang ada di pasaran atau bahkan ada yang hanya sekedar <span id="more-443"></span>pernah tahu saja tapi belum pernah mencicipinya. Sedikit saja yang tahu seperti apa rasa yogurt “polos”, tanpa gula dan perasa yang dibuat sendiri di rumah. Padahal bentuk dan rasa seperti itulah, yaitu lebih mirip dengan susu basi adalah yogurt yang asli. Bahkan lebih sedikit lagi yang tahu bagaimana cara membuat yogurt.<br />
APA SIH YOGURT ITU ?</p>
<p>Yogurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri <em>Lactobacillus delbrueckii</em> var. <em>bulgaricus</em> dan <em>Streptococcus salivarus</em> var<em>. thermophillus</em>, dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah.</p>
<p>Yogurt pada awalnya adalah produk yang tanpa disengaja dihasilkan oleh para pengembara saat melintasi padang pasir di Asia Barat Daya. Mereka membawa persediaan susu di kantung yang terbuat dari usus domba, tanpa disadari bakteri dari usus domba dan cuaca yang panas mengubah susu menjadi dadih (susu yang menggumpal) setengah padat. Setelah dicicipi ternyata rasanya yang asam menyegarkan lebih digemari, bahkan lebih awet daripada susu segar. Salah satu situs internet sebuah universitas di Kanada menyebutkan bahwa yogurt berasal dari Bulgaria, sehingga salah satu dari kedua bakteri yang ditemukan aktif pembentuk yogurt dinamai  <em>L. bulgaricus</em>. Mungkin saja maksud mereka adalah ditemukan pertama kali pada masa modern ini dalam suatu penelitian ilmiah. Sedangkan asal muasalnya tetaplah dari Asia Barat Daya (Arab).</p>
<p>KHASIAT YOGURT</p>
<p>Satu hal utama yang membuat yogurt sebagai minuman istimewa adalah khasiatnya bagi kesehatan. Bukan baru-baru ini saja, masyarakat Timur Tengah telah memanfaatkan yogurt sebagai minuman kesehatan selama sekitar 4000 th yang lalu. Selain itu negara lain  seperti Turki, Perancis, Mesir, India, Yunani, Bulgaria dan Rusia adalah Negara-negara yang telah menggunakan yogurt sebagai minuman sehari-hari, bahkan hadir dalam berbagai bentuk menu masakan.</p>
<p>Yogurt merupakan makanan hasil kerjasama dengan mikroorganisme. Tentu saja tidak sembarang mikroorganisme. Ada lima jenis bakteri yang ramah yang paling dikenal. Bakteri yang menguntungkan ini dikenal sebagai bakteri probiotik.. Diantaranya adalah: <em>Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Lactobacillus casei, Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus.</em> Dua bakteri terakhir adalah yang digunakan dalam pembuatan yogurt. Dua yang pertama hidup berdampingan dengan manusia dan saling membantu yang terdapat dalam usus manusia. Pada dasarnya kerja dua bakteri yogurt adalah menghasilkan asam laktat yang penting peranannya untuk menciptakan keseimbangan mikroflora usus. Keasaman yang dihasilkan mampu menghambat bakteri penyebab penyakit yang umumnya tidak tahan terhadap asam. Sementara bakteri lain yang memang seharusnya melimpah dirangsang untuk bertumbuh. Khasiat yogurt antara lain :</p>
<ul>
<li>Memproduksi vitamin,      meningkatkan nilai gizi dan membantu pertumbuhan</li>
</ul>
<p>Saat proses fermentasi, terjadi kenaikan kadar vitamin-vitamin sebagai hasil kerja bakteri, yaitu A, B2, B3, Biotin dan Asam Folat. Yogurt juga mengandung asama amino yang tinggi sebagai hasil kerja bakteri . Bakteri yogurt juga mampu mensintesis beberapa vitamin seperti riboflavin dan niacin serta thiamin. Mineral dalam yogurt meskipun tidak bertambah banyak, tapi menjadi lebih mudah untuk diserap tubuh.</p>
<ul>
<li>Memproduksi antibiotic alam      melawan virus dan jamur</li>
</ul>
<p>L. bulgaricus, mampu menghasilkan zat antibiotika yang disebut bulgarikan. Zat ini berbeda dengan antibiotic yang biasa kita kenal. Antibiotic ini kerjanya lebih spesifik pada mikroorganisme yang merugikan saja sehingga berefek menguntungkan bagi kita. Lain dengan antibiotic biasa, yang umumnya bekerja menyapu bersih segala jenis mikroorganisme. Bakteri merugikan yang dihambat antara lain <em>Staphylococcus aureus</em>, <em>Shigella dysentriae</em> (penyebab disentri), <em>Salmonella typhii</em> (penyebab tipus), <em>Clostridium botulinum</em> (penyebab botulinum, yaitu keracunan makanan kaleng). Serta jenis bakteri probiotik lain yang memiliki kemampuan menghambat bakteri merugikan jenis lain pula.</p>
<ul>
<li>Menurunkan kolesterol</li>
</ul>
<p>Yogurt, susu asidophilus (dari bakteri <em>L. acidophilus</em>) dan susu bifidus (dari bakteri <em>Bifidobakterium bifidum</em>) mampu menurunkan kolesterol darah. Kemampuan ini berasal dari zat factor antikolesterol yang menghambat kerja enzim pembentuk kolesterol. Pengurangan kolesterol juga terjadi karena selama pertumbuhan bakteri menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.</p>
<ul>
<li>Memerangi kanker dan tumor.      Meningkatkan kekebalan tubuh.</li>
</ul>
<p>Bakteri asam laktat dalam usus besar mampu menyerap zat mutagenic dari makanan. Berarti dengan meminum atau memakan yogurt secara teratur dapat membantu mencegah kanker usus. Ketika “diadukan” langsung (dioleskan) dengan sel tumor, yogurt, susu acidophilus, susu bifidus, atau susu casei (susu L.casei contohnya adalah Yakult) dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Di samping itu zat tertentu yang diambil dari dinding sel bakteri bifidus dan <em>L. bulgaricus</em> juga memiliki efek antitumor dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap tumor.</p>
<ul>
<li>Memperpanjang Usia ?</li>
</ul>
<p>Yang satu ini mungkin controversial. Kalau manfaat yang lain bisa diuji dan diteliti, soal usia panjang sulit dibuktikan, karena masalah usia manusia adalah urusan Allah swt, bukan urusan manusia. Walaupun begitu manusia bisa saja berusaha bagaimana agar usianya lebih panjang. Yaitu dengan cara menjaga kesehatan, meskipun tidak jarang kita temui orang yang sehat tiba-tiba meninggal. Yang jelas kita berusaha menjaga kesehatan, sehingga terhindar dari penyakit yang dapat mengantarkan kita pada kematian.</p>
<p>Sebuah penelitian seorang ilmuan berkebangsaan Rusia, dia menyimpulkan bahwa usia manusia dapat diperpendek oleh racun dari dalam usus. Factor (ilmiah) panjangnya usia harapan hidup mencakup pola makanan, gaya hidup, kondisi lingkungan, dan bakat yang diturunkan secara genetic. Setelah melihat peran bakteri probiotik dalam yogurt seperti yang telah diuraikan di atas, jelaslah manfaat yogurt bagi kesehatan. Hal ini secara langsung atau tidak tentu berpengaruh pula dalam meningkatkan harapan hidup.</p>
<p>KELEBIHAN YOGURT DIBANDING SUSU SEGAR</p>
<p>Soal gizi, yogurt sendiri tak perlu diragukan. Sebab yogurt dibuat dari susu yang terkenal padat dengan zat gizi. Seperti halnya susu segar, yogurt tidak mengandung vitamin C dan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk tubuh, tapi yogurt merupakan sumber yang baik untuk mensuplai protein, fosfor, kalsium, magnesium, dan juga kalori. Selama fermentasi, gula susu (laktosa) turun menjadi sekitar 20%-50%. Kandungan protein, lemak dan mineral hamper sama dengan kandungan susu semula. Beberapa vitamin seperti A, B2, B3, biotin dan asam folat justru meningkat. Vitamin dan mineral pun menjadi lebih mudah diserap.</p>
<p>Bagi penderita lactose intolerance, laktosa (gula susu) menyebabkan stess pada usus, dimana usus tidak mampu menghasilkan enzim lactase yang cukup untuk merubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Disebabkan karena rendahnya kadar laktosa pada yogurt, sehingga yogurt lebih dapat diterima (mudah dicerna) bagi mereka penderita lactose intolerance (alergi gula susu). Dapat dikatakan pula bahwa yogurt telah dicerna lebih dulu (predigested) oleh bakteri, dengan kata lain yogurt adalah “sisa-sisa” kunyahan bakteri, sehingga manusia tinggal menyerap gizinya dalam usus saja. Jika susu rata-rata bias 90% dicerna dalam waktu 3 jam, untuk yogurt hanya membutuhkan waktu 1 jam. Bakteri hidup dalam yogurt juga menyombang enzim lactase, yang diperlukan untuk mencerna sisa gula susu yang masih ada dalam yogurt. Dengan demikian sebagian besar penderita alergi gula susu tidak perlu khawatir mengalami gejala alergi setelah memakan atau meminum yogurt.</p>
<p>Yogurt jelas lebih awet disbanding susu segar. Susu segar sangat mudah rusak (basi-asam) oleh mikroorganisme, karena kandungan gizinya yang tinggi. Yogurt tahan hingga beberapa hari pada suhu ruang, bahkan tahan beberapa minggu jika disimpan dalam lemari pendingin. Asam laktat yang dihasilkan mikroorganisme dalam yogurt akan menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk yang umumnya tidak tahan asam. Jadi asam laktat sendiri berfungsi sebagai pengawet alami.</p>
<p>AGAR MEMPEROLEH MANFAAT</p>
<p>Agar memperoleh manfaat dari yogurt yang diminum, pastikan bahwa bakteri probiotik pada yogurt masih hidup dan aktif, serta berjumlah milyaran. Kita dapat menguji hidup tidaknya bakteri yogurt secara sederhana di rumah. Siapkan susu segar (maksimum 6 jam setelah pemerahan) yang telah dimasak, kemudian masukkan beberapa sendok yogurt yang kita beli ke dalamnya. Tutup dan biarkan semalam . jika susu tidak menggumpal dan tetap tawar, berarti bakteri sudah mati. Kedua , jumlah bakteri harus cukup banyak (milyaran), untuk dapat “berperang” dengan bakteri merugikan dan dapat “menguasai usus. Jumlah ini sangat penting karena dari sejumlah bakteri dalam yogurt yang dimakan, hanya sebagian kecil yang sampai usus dalam keadaan hidup. Sisanya mati selama perjalanan sepanjang salauran pencernaan, terutama lambung. Jumlah bakteri adalah 2,5 milyar/gelas saat akan dimakan. Selama penyimpanan jumlah bakteri akan menurun, meski dalam pendingin. Untuk menguji jumlahnya memang sulit karena harus dilakukan di laboratorium. Jadi carilah produk yogurt yang masih baru dan sesegar mungkin, jika anda membeli di pasar swalayan. Atau anda bias membuatnya sendiri di rumah dengan cara yang paling sederhana. Masaklan susu segar, juka mulai mendidih kecilkan api, biarkan 10 menit. Matikan api dan tunggu hingga hangat. Tambahkan 4 sdm/L yogurt yang anda beli, aduk hingga rata. Tutup dan biarkan dalam panic 4-12 jam (tergantung kualitas yogurt yang ditambahkan), jaga agar tidak goyang. Sesekali boleh diamati untuk melihat keadaan susu sudah menggumpal apa belum. Atau jika sibuk, bisa anda diamkan semalam, untuk anda nikmati keesokan paginya. Anda bias langsung memakannya, atau mengaduknya agar pecah dan merata, lalu menambah pemanis seperti madu, gula atau sirup. Untuk pertama kali (jika memang belum biasa makan yogurt) jangan makan banyak-banyak, untuk membiasakan usus terlebih dahulu.</p>
<p>Sumber :</p>
<ol>
<li>S. Haryanto, Segarnya      Yogurt, Bandung,      1998 (tanpa penerbit)</li>
<li>R. Fuller, Probiotics : The      Scientific Basis, Chapman &amp; Hall, 1992</li>
<li>www. foodsci.uoguelph.ca/</li>
</ol>
<p><a title="asalnya" href="The Scientific Basis, Chapman &amp; Hall, 1992 3.	www. foodsci.uoguelph.ca/">sumber :</a></p>
<p><a href="http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/8139">http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/8139</a></p>
<p><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2008/05/15/13473859/awet.kenyang.dengan.yogurt.">kompas.com</a></p>
<p><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2008/02/22/10561275/yogurt.baik.untuk.kesehatan.gusi.">yougart baik untuk kesehatan GUSI</a></p>
<p><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2008/01/29/21463277/tetap.sehat.dengan.probiotik">kompas.com/read/xml/2008/01/29/21463277/tetap sehat dengan probiotik</a></p>
<p><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2008/01/25/1623224/makanan.yang.bikin.awet.muda">kompas.com/read/xml/2008/01/25/1623224/makanan yang bikin awet muda</a></p>
<p><a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2008/03/16/19425451/atasi.diare.dengan.bakteri.probiotik">kompas.com/read/xml/2008/03/16/19425451/atasi diare dengan bakteri probiotik</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=443&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/06/02/hasiat-yougart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>klinci saat hendak melahirkan</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/17/klinci-saat-hendak-melahirkan/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/17/klinci-saat-hendak-melahirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 00:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Saat hendak melahirkan kelinci nampak gusar dan gelisah. Mereka merasakan perutnya bergerak-gerak. Tanda-tanda ini dibaca oleh sang induk sebagai bahwa sebentar lagi akan terjadi kelahirkan. Biasanya kelinci melahirkan antara umur 28-34 hari. Namun kebanyakan kelinci melahirkan pada usia kandungan 29-30 hari. Masa-masa hamil membutuhkan perhatian khusus. Minggu pertama setelah kawin peternak harus memperhatikan pakan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=440&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';"><span style="font-weight:bold;">Saat hendak </span>melahirkan kelinci nampak gusar dan gelisah. Mereka merasakan perutnya bergerak-gerak. Tanda-tanda ini dibaca oleh sang induk sebagai bahwa sebentar lagi akan terjadi <span id="more-440"></span>kelahirkan. Biasanya kelinci melahirkan antara umur 28-34 hari. Namun kebanyakan kelinci melahirkan pada usia kandungan 29-30 hari. Masa-masa hamil membutuhkan perhatian khusus. Minggu pertama setelah kawin peternak harus memperhatikan pakan yang baik, yakni rumput, sayuran dan pellet. Jangan sampai telat air minumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a title="dsc03138.jpg" href="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03138.jpg"><img style="width:224px;height:170px;" src="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03138.jpg?w=655" alt="dsc03138.jpg" /></a><a title="dsc03122.jpg" href="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03122.jpg"><img style="width:231px;height:169px;" src="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03122.jpg?w=655" alt="dsc03122.jpg" /></a><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';"><span style="font-weight:bold;">Pelet harus</span> tersedia siang dan malam. Jangan sampai kotak makanan kosong sama sekali. Sayuran setengah kering diberikan sedikit pada siang hari. Sorenya diberikan rumput sebesar badan kelinci. Usahakan malam harinya, sekitar jam 10 atau jam 11 diberi tambahan rumput atau umbi, wortel, atau bisa juga ketela pohon. Kelinci hamil seperti halnya manusia. Banyak keinginan untuk makan. Karena itu supaya anaknya sehat dan pola menyusuinya bagus pakan tersebut harus dipenuhi. Selama masa kehamilan kelinci biasanya gelisah dalam tiga periode, yakni minggu pertama dengan membesarnya janin. Minggu kedua bergesernya janin, dan minggu akhir, 3 hari sebelum melahirkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';">Pada usia kandungan 27 hari usahakan sudah tersedia kotak untuk calon jabang bayi. Berikan jerami secukupnya agar Induk merasa tenang. Jika kotak tidak diadakan, induk akan merasa stress berat karena ia merasa khawatir tidak bisa melindungi anak-anaknya. Hal lain yang harus diperjelas adalah pemenuhan minum. Orang bilang kelinci cukup mengonsumsi kandungan air yang ada dalam rumput. Mereka berasumsi rumput mengandung 80% lebih air sehingga tidak perlu diberikan minum. Ini pola pikir kebanyakan yang sembrono dan ngawur. Memang benar kadar air rumput sudah banyak, namun sebagai makhluk hidup kelinci juga butuh minum. Analoginya, cukupkah manusia hanya mengonsumsi air dari kuah sayuran? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';">Jelas tidak. Kelinci juga butuh minum. Untuk kelinci yang tidak hamil cukup ½ gelas perhari. Sedangkan kelinci hamil membutuhkan 1 gelas perhari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';">Anak kelinci yang lahir dari induk sehat dengan mengonsumsi air secara baik akan terjamin kesehatan dan kekebalan tubuhnya dibanding anakan induk yang tidak diberikan air. aat-saat menjelang kelahiran, induk akan mencabuti bulunya. Biarkan saja. Usahakan saat hendak melahirkan jangan dilihat terlalu dekat karena akan menimbulkan kekhawatiran anak-anaknya dimangsa manusia. Karena itu persiapan sebelum melahirkan harus dipenuhi secara baik sehingga kita tidak perlu khawatir adanya anak yang kejepit dikandang atau ketidaknyamanan kandang. Setelah 5 menit melahirkan, berikan air segar dan sayuran. Perlu diketahui, Induk setelah melahirkan akan mengalami dehidrasi dan rasa lapar yang hebat. Karena itu berikan perhatian dengan sayuran, wortel dan minuman, syukur ditambah vitamin. Berikan kasih sayang dengan cara mengelus-elus kepala dan badannya saat sang induk makan. Tapi jangan coba-coba memegang anak-anaknya yang baru lahir, sebab sang induk akan marah dan cemas. Usahakan kalau terpaksa harus mengatur anak-anaknya karena jatuh dari kandang atau kejepit jangan pakai tangan kosong. Pakailah plastik yang bersih atau koran. Sebab jika daging sang anak bau tangan manusia ada sebagian induk yang enggan menyusuinya.<span style="font-style:italic;">(</span><span style="font-style:italic;">Bersambung)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bodoni MT Condensed';"> Farid</span></p>
</div>
<p class="postinfo">DIarsipkan di bawah: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam cerita" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/cerita/">cerita</a>,  <a title="Lihat seluruh tulisan dalam pengetahuan" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/pengetahuan/">pengetahuan</a></p>
<p class="postinfo">
<p class="postinfo">
</div>
<p><a href="http://kelinci.wordpress.com/2008/01/01/saat-hendak-melahirkan/">sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=440&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/17/klinci-saat-hendak-melahirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03138.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc03138.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kelinci.files.wordpress.com/2008/01/dsc03122.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc03122.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANAJEMEN REPRODUKSI DAN TUJUAN PEMELIHARAAN KELINCI</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/16/manajemen-reproduksi-dan-tujuan-pemeliharaan-kelinci/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/16/manajemen-reproduksi-dan-tujuan-pemeliharaan-kelinci/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 23:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[A. Manajemen Reproduksi : Dalam menentukan produktifitas ternak, dasar utama yang perlu diketahui adalah sifat reproduksi ternak tersebut. Untuk mendapatkan potensi reproduksi yang baik ada beberapa hal yang perlu di ketahui yaitu pemilihan bibit baik untuk jantan maupun betina, pada kelinci sehat mempunyai ciri-ciri telinga tegak dan bersih, otot paha tebal, mata bersinar dan bulat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=438&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Manajemen Reproduksi :</p>
<p>Dalam menentukan produktifitas ternak, dasar utama yang perlu diketahui adalah sifat reproduksi ternak tersebut. Untuk mendapatkan potensi reproduksi yang baik ada <span id="more-438"></span>beberapa hal yang perlu di ketahui yaitu pemilihan bibit baik untuk jantan maupun betina, pada kelinci sehat mempunyai ciri-ciri telinga tegak dan bersih, otot paha tebal, mata bersinar dan bulat mulut dan hidung kering dan bersih ekor tegak dan kering juga anusnya kering, bulu punggung panjang dan halus, kuku pendek. Kelinci bibit harus mempunyai kriteria berat sesuai dengan umur dan jenissnya, bulu halus dan licin, mata bersinar, mempunyai catatan perkawinan dan kelahiran sehingga diketahui asal usulnya, bibit diambil dari induk-induk yang mempunyai produksi susu baik, litter size tinggi, pertumbuhannya cepat dan tahan terhadap penyakit, angka kematian anak rendah, berat lahir dan sapih yang tinggi, induk mempunyai sifat keibuan yang baik.</p>
<p>Sistem perkawinan pada ternak kelinci dapat dilakukan secara alami maupun dengan inseminasi buatan, biasanya dalam mengawinkan kelinci yang betina dimasukkan pada jantan, bilamana kelinci betina sedang birahi, dan biarkan bebnerapa hari sampai terjadi kebuntingan yang ditandai bahwa kelinci betina tidak mau menerima lagi pejantan, sehingga kelinci bisa dikawinkan kapan saja, sex ratio antara jantan dan betina adalah 1 : 10, namun perlu diketahui berahi pada kelinci bersifat induksi yang berarti bahawa bila terjadi rangsangan maka akan terjadi ovulasi, dan ovulasi terjadi 10 jam setelah terjadi rangsangan, dan fertilisasai terjadi 1 – 2 jam setelah ovulasi, daya fertil ovum 6 jam, lama bunting rata-rata 30 hari, siklus estrus 12 – 14 hari ditambah 4 hari masa menolak, umur dikawinkan 5 – 7 bulan atau tergantung pada type kelinci, biasanya type kecil lebih cepat dewasa kelamin dari pada type besar. Bila kelinci menyusui anaknya maka perkawinan kembali dapat dilakukan 28 – 42 hari setelah melahirkan, atau setiap saat bilamana tanpa menyusui. Berat lahir rata-rata pada kelinci 64 gram, dengan pertambahan berat badan sekitar 29 – 30 garam per ekor perhari, dan umur disapih bisa dilakukan lebih cepat yaitu pada umur 28 hari (early Weaning) dan 56 hari (konvensional weaning)</p>
<p>Dalam manajemen perkawinan untuk berbagai tujuan pemeliharaan akan berbeda jumlah ternak awal yang digunakan. Sebagai contoh dengan asumsi litter size 4 ekor sampai umur sapih atau dewasa dengan 1nterval kelahiran 60 hari, (beranak hanya 6 kali per tahun dan ratio jantan betina 1 : 1, serta semua keturunan betina dijadikan induk maka dari 100 induk betina pada akhir tahun kedua dapat dihasilkan hingga 90 ribu ekor kelinci pada berbagai tingkat umur dan lebih dari 60 % berumur kurang dari 1 bulan, dan dari asumsi tersebut diperkirakan untuk produksi 1 lembar kulit dan 1,2 kg daging pada pemeliharaan intensif dibutuhkan biaya Rp. 41.500,- pada tingkat harga pakan Rp. 1800 per kg (Raharjo, 2003). Dengan melihat potensi reproduksinya maka tujuan pemeliharaan untuk mendapatkan produk yang baik perlu diperhatikan.</p>
<p>B. Tujuan Pemeliharaan Kelinci</p>
<p>Dalam memelihara ternak kelinci, harus ada tujuan dari produk utama yang diinginkan, hal ini untuk menunjang keberhasilan dalam usaha ternak kelinci, karena dengan adanya tujuan pemeliharaan maka akan memudahkan dalam penentuan pakan, manajemen kandang, reproduksi, dan pemasaran. Pada dasarnya sebelum memilih bibit peternak harus mementukan bibit yang akan dikembangkan, karena ini akan sangat berpengaruh terhadap tujuan pemeliharaan dan tatalaksananya. Ada beberapa jenis kelinci yang diternakan khusus sebagai penghasil DAGING ( Carolina, Simonoire, Giant Chinchila), KULIT BULU (Rex, Satin), KULIT BULU dan DAGING (New Zealand White, Flemish Giant, Californian, English Spot), WOL (Angora), FANCY (Lop Dwarf, Dutch,Netherland Dwarf).</p>
<p>1. Penghasil Daging</p>
<p>Penyediaan daging untuk memenuhi standar kecukupan- pangan berarti harus meningkatkan produksi ternak.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut tampaknya kurang optimistik bila hanya dipenuhi oleh ternak sapi, kerbau, domba, kambing, babi dan unggas saja, karena ternak ruminansia lambat tingkat reproduksinya, sedangkan unggas dan babi meskipun rempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi dan tingkat pertumbuhan yang cepat, masih membutuhkan pakan _yang mahal harganya dan berkompetesi dengan kebutuhan manusia. Untuk dapat memenuhi penyediaan daging dan penganeka ragaman koinoditas hasil ternak, maka perlu dicari jenis ternak yang mempunyai potensi biologis tinggi dan ekonomis sebagai ternak penghasil daging, salah satunva ternak kelinci.</p>
<p>Banyak faktor yang berpengaruh terhadap penghasil daging yaitu bangsa, bobot lahir, bobot sapih, umur potong dan kualitas serta kuantitas pakan yang diberikan. Pemberian pakan pada kelinci tipe pedaging harus diberikan secara ad libitum, dengan kualitas pakan yang diberikan mengandung protein tinggi (16 %) dan Energi Metabolis (2500 Kkal), dengan umur potong 2 bulan dengan berat badan mencapai 2 kg, Untuk produk daging yang dihasilkan ada 2 istilah yang digunakan pada kelinci, yaitu Fryer dan Roaster. Bila daging yang dihasilkan berasal dari kelinci yang dipotong umur 8 – 10 bulan dengan berat badan 2 kg, maka daging yang dihasilkan disebut Fryer, sedangkan bila daging yang dihasilkan berasal dari kelinci yang dipotong unr lebih dari 10 bulam disebut Roaster.</p>
<p>Di Amerika dan Eropa , kelinci dipotong secara komersial , dipotong pada umur 8 – 10 minggu, sangat disukai konsumen (90 – 95 % )menyatakan suka, pada umur potong tersebut dicapai berat karkas 50 – 54 %, dan edible meat 70 – 80 % dari berat karkas. Selanjutnya untuk roaster, berat badan lebih dari 2 kg, persentase karkas 55 – 65 %, dengan edibel meat 87- 90 persen dari karkas.</p>
<p>Dalam pemeliharaan ternak kelinci untuk penghasil daging, sisten kandang yang digunakan sebaiknya sistem postal, dan dalam pemeliharaan berkelompok dengan umur yang sama. Dalam manajemen reproduksinya, harus dipikirkan penyediaan induk dan pejantannya, karena dalam perdagangan kita harus berorientasipermintaan pasar yang selalu kontinyu, sehingga kita harus dapat memanage perkawinan dan kelahiran, dalam hal ini diperlukan induk dari keturunan yang besar, bobot lahir yang tinggi, bobot sapih yang tinggi, mothering ability yang baik, umur sapih yang cepat.</p>
<p>2. Penghasil Kulit:</p>
<p>Dalam beberapa hal kulit kelinci mempunyai nilai yang lebih tinggi dari pada daging yang dihasilkan, hal ini disebabkan dari hasil kulit akan selalu memberikan pendapatan yang bermanfaat bagi peternak untuk menggantikan biaya produksinya. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap produksi kulit adalah bangsa, umur potong, jenis kelamin, iklim dan kesehartan ternak. Tata laksana pemeliharaan untuk kelinci penghasil kulit, sebaiknya dipelihara kelinci rex, dan satin, karena kelinci ini mempunyai beberapa keistimewaan diantaranya bulu panjangnya seragam, banyak variasi warna,</p>
<p>Di Balitnak Ciawi Bogor litter size kelinci Rex rata-rata 7 ekor, sapih 5 ekor, interval kelahiran 40,1 ekor berat potong 6 bulan 2,6 – 3,0 kg dengan berat karkas 50 %, luas kulit 1,1 – 1,8 feet2, Sedangkan pada pemeliharaan di daerah pegunungan Pandasari dengan ketinggian 1350 dpl Brebes menghasilkan litter size 6 – 7 ekor, dan sapih 4,2 ekor, kualitas bulu meningkat pada lingkungan yang bersuhu dan kelembaban rendah.</p>
<p>Pada pemeliharaan kelinci penghasil bulu sebaiknya dipelihara pada kandang individu dengan sistem baterry, dan dipotong pada umur 5 bulan untuk mendapatkan kulit yang lebar dan tebal, hasil penelitian Yurmiati (1991) bahwa kelinci yang dipotong umur 5 bulan menghasilkan kualitas yang baik, tidak rontok, tidak menggumpal dan pakan yang diberikan harus dibatasi (restricted feeding) dan secara mikroskopis ternyata bulu berada pada stadium pertumbuhan fase tellogen. Jenis kelamin yang dipelihara tergantung pada tujuan penggunaan kulit yang dihasilkan, bila ditujukan untuk pembuatan sepatu dapat digunakan kulit yang berasal dari kelinci jantan, sedangkan untuk garment, syal , mainan dibutuhkan kulit kelinci betina. Produksi kulit mentah dari kelinci adalah 8 – 10 % dari berat badan. Kualitas Pakan yang diberikan harus mengandung protein yang tinggi (16 -18 %, dengan energi metabolis 2500 Kkal. Ransum yang diberikan sebaiknya komplit pellet, air minum dan pengawasan penyakit, karena sebagai penghasil kulit bulu harus sehat dan tidak cacat, karena kualitas kulit mentah akan mempengaruhi kualitas fur yang dihasilkan.</p>
<p>3. Penghasil Wol :</p>
<p>Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap produksi wol adalah bangsa, pakan, musim. Penghasil wol teristimewa adalah Kelinci ANGORA, mempunyai panjang bulu 15 – 20 cm, dapat dicukur sebanyak 4 kali per tahun, dan setelah dicukur, bulu wol akan tumbuh kembali sepanjang 7,5 – 10 cm, dan produksi wol yang dihasilkan 400 gram per tahun, harga per kg 20 – 50 US dollar. Bila dibandingkan dengan produksi wol domba, maka ternak kelinci 3 kali lipat dari produksi wol domba, Menurut Schlolaut (1981) bahwa kelinci Angora dengan berat badan 4 kg, dapat menghasilkan 800 gram wol per t ahun atau 225 gram wol per kg berat badan, sedangkan pada domba produksinya 65 gram wol per kg berat badan.</p>
<p>Dan setelah 1- 2 minggu setelah dicukur, kelinci harus diberikan pakan yang tinggi akan protein dan energy, kandungan protein pakan untuk kelinci penghasil wol 17 % dengan digestible energi 2750 Kkal/kg,dan dibutuhkan pula pemberian asam amino yang mengandung sulfur sebesar 0,8 % dan methionine 0,2 %, serat kasar 16 % dan lemak 2-3 %. Sistem perkandangan yang digunakan untuk penghasil wol adalah syntem baterry dengan pemeliharaan secara individual. Konsusi ransum 200 – 220 gram. Produser penghasil wol kelinci adalah China, Argentina Perancis.</p>
<p>4. Fancy/Kesayangan</p>
<p>Berbicara masalah fancy, yang perlu diperhatikan adalah melakukan berbagai perkawinan baik itu murni maupun antar bangsa, sehingga menghasilkan keturunan yang mempunyai sifat yang baik, warna yang beragam, sehingga dapat menarik minat konsumen, Dalam perdagangan untuk fancy sangat bervariasi dalam harga karena sangat tergantung kepada konsumen dan kelangkaan dari jeninya, dalam pemeliharaan relatif sama, dan dapat dipelihara dalam kandang batery secara individu atau dalam sistem ranch, yaitu sekelompok keluarga. Kebutuhan pakan relatif sama.</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/SaulandSinaga/?p=62">sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=438&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/16/manajemen-reproduksi-dan-tujuan-pemeliharaan-kelinci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jurnal I</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/14/jurnal-i/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/14/jurnal-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 03:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Hasil pertemuan kami bersama DRH hilmi S adalah sebagai berikut: Saya harus bias investasi dalam bentuk ROJO KOYO baik sapi jenis local atau peranakan limosin yang akan dititipkan pada tia peternak tradisional. Dalam hal ini kemdalanya adalah kejujuran sipeternak sendiri. Dan butuk pengawasan dan do’a yang estra ketat dari kami sebagai pihak penitip. Kendala-kendala dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=428&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:25.65pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center">Hasil pertemuan kami bersama DRH hilmi S adalah sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;"><span> </span>Saya harus bias investasi dalam bentuk ROJO KOYO baik sapi jenis local atau peranakan limosin yang akan dititipkan pada tia peternak <span id="more-428"></span>tradisional. Dalam hal ini kemdalanya adalah kejujuran sipeternak sendiri. Dan butuk pengawasan dan do’a yang estra ketat dari kami sebagai pihak penitip.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;"><span> </span>Kendala-kendala dapat terjadi, seperti sapi sulit bunting. Dan apabila terjadi hal tersebut maka langkah terbaik yang bias dilakukan adalah sapi betina itu dijual kembali. Jangka waktu nya apabila dalam setengah tahun tidak terjadi kebuntingan maka dijual akan menjadi langkah yang bijak. Begitu pula pengawasan kebuntingan dan birahi harus bersinambungan pengawasannya, baik melalui media HP atau melalui indicator control<span> </span>sperti milik pak NYOMAN. Dan patut dipikirkan pula nilai keuntungan yang dapat diperoleh dari sapi dara local yang dibuntingkan dan ketika jelas kebuntingannnya dapat dijual pada peternak dan pedagang. Pemeriksaan kebuntingan dapat diperiksa saat usia kandungan 3 bulan keatas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;"><span> </span>Apabila beranak sapi local tersebut maka segera dijual saat sudah lepas dari induknya( sapih). Dan dibelikan sapi local yang siap bunting begitu seterusnya siklus yang bias dibuat demi keberhasilan peternakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">Tentang sapi PERAH:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">Sapi perah yang sudah mencapai usia tua dapat dijual kembali, dengan harga yang lumayan apabila saper masih dalam berproduksi ( minimal 3 ltr/hr). lebih-lebih BUNTING, maka langka terbaik, apabila mempunyai saper yang sudah AFKIR, maka dibuntingkan saat BUNTING TUA bisa dijual.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">Kalau mengacu pada kandungan manusia menurut pak budi; siklus janin manusia adalah 3 bulan pertama rawan, 3 bualan berikutnya kuat, 3 bulan sesudahnya rawan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">Kunci keberhasilan CAK MAMAD: dalam menggemukkan sapi local peranakan limosin adalah, dia membeli pedet peranakan limosin bail jantan atau betina. Setelah sampai dikandangnya ia pedet tersebut harus diobati cacing. Dengan prosedur. Pedet tidak diberi makan terdahulu selama beberapa jam agar reaksi obat cacing lebih berdaya. Baru pengobatan cacing dilakukan. (obat cacing bias memakai air LANDEnah KAPOR, menurut teman rembangnan).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">Setelah proses diatas dilakukan, siapkan <strong><span style="text-decoration:underline;">BOTE HAREM</span></strong>, dijus dan diberi garam dapur sedikit. Serta dininumkan pada sapi. Maka sapi akan segera doyan makan dan minum hingga berakibat ia cepat menjadi gemuk. Efek yang lain adalah sapi menjadi lebih cepat<span style="text-decoration:underline;"> breiH</span><span> </span>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:45pt;line-height:150%;margin:0 25.65pt .0001pt 54pt;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=428&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/04/14/jurnal-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAKAN TERNAK</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/pakan-ternak/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/pakan-ternak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 18:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/410/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH SINGKAT Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=410&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li> SEJARAH SINGKAT<br />
Ternak-ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga/diambil hasilnya                  dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan                  para <span id="more-410"></span>petani. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat                  diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi                  ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan                  hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga                  bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara                  daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan                  yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus                  bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang sering diberikan                  pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan                  penguat).</li>
<li> SENTRA PERIKANAN<br />
Selama ini produksi pakan ikan alami dilakukan oleh pengusaha                  pembenihan ikan/udang dalam satu unit pembenihan, atau oleh Balai                  Budidaya milik Pemerintah. Sementara ini sentra produksi pakan                  ikan buatan berada di Jawa.</li>
<li> JENIS
<ol>
<li> Hijauan Segar<br />
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada                      ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu                      (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak).                      Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal                      dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/ jenis kacang-kacangan.<br />
Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai                      ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi,                      terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut                      langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola                      ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk                      gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam                      menghasilkan energi.</p>
<ol type="a">
<li> Rumput-rumputan<br />
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum                          maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput                          Brachiaria (Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena                          mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.</li>
<li> Kacang-kacangan: lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo                          (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens),                          Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis                          kacang-kacangan lain.</li>
<li>c. Daun-daunan: daun nangka, daun pisang, daun turi,                          daun petai cina dll.</li>
</ol>
</li>
<li> Jerami dan hijauan kering<br />
Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan                      hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan.                      Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit                      biji kacang-kacangan).</li>
<li> Silase<br />
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk                      segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan                      rumput-rumputan.</li>
<li> Konsentrat (pakan penguat)<br />
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan                      mineral.</li>
</ol>
</li>
<li> MANFAAT
<ol>
<li> Sumber energi<br />
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak                      yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi                      serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan                      sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:</p>
<ol type="a">
<li> Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)</li>
<li> Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)</li>
<li> Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil                          sampingannya)</li>
<li> Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput                          (rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria).</li>
</ol>
</li>
<li> Sumber protein<br />
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak                      yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari                      hewan/tanaman).<br />
Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:</p>
<ol type="a">
<li> Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang                          terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan                          (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang                          dan bungkil)</li>
<li> Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro,                          turi kaliandra, gamal dan sentero</li>
<li> Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan,                          tepung tulang dan sebagainya).</li>
</ol>
</li>
<li> Sumber vitamin dan mineral<br />
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman                      maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan                      konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan,                      umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya                      (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan                      seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan                      pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan                      mineralnya.<br />
Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral                      sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam                      rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan,                      misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.</li>
</ol>
</li>
<li> PEDOMAN TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN
<ol>
<li>Kebutuhan Pakan<br />
Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya                      terhadap nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya                      sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan,                      dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit)                      dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi                      udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang                      berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.<br />
Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional                      (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan                      ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan                      nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan                      sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak                      ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang                      sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.</li>
<li>Konsumsi Pakan<br />
Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang                      berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas                      sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian                      sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat                      produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat                      pula.<br />
Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat                      dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor                      internal (kondisi ternak itu sendiri).</p>
<ol type="a">
<li> Temperatur Lingkungan<br />
Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur                          lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam                          keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan                          tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi                          ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur,                          tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh                          (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan                          panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.<br />
Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya,                          maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi                          pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan                          temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan                          hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas,                          sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya,                          pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan                          membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas.                          Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan                          kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi,                          konduksi, konveksi dan evaporasi.</li>
<li> Palatabilitas<br />
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan                          pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang                          dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh                          organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar,                          asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah                          yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk                          mengkonsumsinya.<br />
Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan                          hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai                          rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen                          (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.</li>
<li> Selera<br />
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya                          dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia,                          selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi                          keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi                          ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang                          terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan                          ternak itu sendiri.</li>
<li> Status fisiologi<br />
Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis                          kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan                          sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.</li>
<li> Konsentrasi Nutrisi<br />
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi                          pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam                          pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik                          dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi                          di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun.                          Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi                          energi yang dikandung pakan rendah.</li>
<li> Bentuk Pakan<br />
Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran                          (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan                          yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan                          ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.                          Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong                          menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.</li>
<li> Bobot Tubuh<br />
Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi                          pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula                          tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita                          perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak                          yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan                          cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan                          menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan                          bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan ternak dapat                          diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan,                          berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang                          badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur                          dengan menggunakan formula:</p>
<ul>
<li>Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada                              2 (inci) / 661</li>
<li>Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung                              dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai                              0,75</li>
<li>Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75</li>
</ul>
</li>
<li> Produksi<br />
Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat                          badan (ternak potong), air susu (ternak perah), tenaga                          (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk                          yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap                          pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan)                          lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan                          berat badannya (terutama selama masa puncak produksi)                          di samping performansi produksinya tidak optimal.</li>
</ol>
</li>
<li>Kandungan Nutrisi Pakan Ternak<br />
Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita                      berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung                      unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi,                      tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut                      yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya.                      Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara                      umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat                      dan vitamin.<br />
Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan                      sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan                      hidup dan berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut                      dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan                      yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan                      istilah “analisis proksimat”.</li>
<li>Peralatan Pembuatan Pakan Ternak
<ol>
<li> Macam-Macam Silo<br />
Silo dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk tergantung                          pada lokasi, kapasitas, bahan yang digunakan dan luas                          areal yang tersedia. Beberapa silo yang sudah dikenal                          adalah:</p>
<ol type="a">
<li> Pit Silo: silo yang dirancang berbentuk silindris                              (seperti sumur) dan di bangun di dalam tanah.</li>
<li> Trech Silo: silo yang dibangun berupa parit dengan                              struktur membentuk huruf V.</li>
<li> Fench Silo: silo yang bentuknya menyerupai pagar                              atau sekat yang terbuat dari bambu atau kayu.</li>
<li> Tower Silo: silo yang dirancang membentuk sebuah                              menara menjulang ke atas yang bagian atasnya tertutup                              rapat.</li>
<li> Box Silo: silo yang rancangannya berbentuk seperti                              kotak.</li>
</ol>
</li>
<li> Cara Memformulasi Pakan<br />
Dalam memformulasikan penyusunan ransum atau pakan, perlu                          menggunakan Tabel Patokan Kebutuhan Nutrisi. Sebagai contoh                          kebutuhan nutrisi dalam penyusunan ransum bagi sapi perah                          adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Sapi perah betina muda berat 350 kg, satu setengah                              bulan menjelang beranak(melahirkan pada umur 36 bulan),                              membutuhkan pakan dengan kandungan nutrisi sebagai                              berikut:
<ol type="a">
<li> Kebutuhan hidup pokok dan reproduksi: Bahan                                  Kering=6,4 Kg, ME=13 Mcal, Protein=570 gram, mineral=37                                  kg.</li>
<li> Laktasi I: Bahan Kering=1,0 Kg, ME=2,02 Mcal,                                  Protein=93,6 gram, Mineral=5 kg.</li>
<li> Sehingga jumlah Bahan Kering=7,4 kg, ME=15,02                                  kg, Protein=663,6 gram, Mineral=42 gram.</li>
</ol>
</li>
<li>Dari kebutuhan nutrisi tersebut, kebutuhan pakannya                              dapat diformulasikan dengan suatu metode. Misalnya                              bahan-bahan pakan yang tersedia adalah:
<ol type="a">
<li> Rumput gajah: Bahan Kering=16%, ME=0,33 Mcal,                                  Protein=1,8 gram%BK, Mineral=2,5 gram%BK</li>
<li> Rumput Kedele: Bahan Kering=93,5%, ME=3,44                                  Mcal, Protein=44,9 gram%BK, Mineral=6,3 gram%BK</li>
<li> Bungkil kelapa: Bahan Kering=86%, ME=2,86 Mcal,                                  Protein=18,6 gram%BK, Mineral=5,5 gram%BK</li>
</ol>
</li>
<li>Rumput gajah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan                              bahan kering sebanyak 80%= 80/100X7,4 kg = 5,92 kg                              BK. Maka kandungan protein yang sudah dapat dipenuhi                              rumput adalah: sebanyak = 1,8/100 X 5,92 kg = 106,56                              gram protein.<br />
Kekurangan:<br />
Bahan kering = 7,4 &#8211; 5,92 kg = 1,48 kg<br />
Protein = (663,6 &#8211; 106,56) gram = 557,04 kg atau 557,04/1480                              X 100% = 37,64%.<br />
Bungkil kedelai akan memenuhi kekurangan tersebut                              sejumlah: 19,04/26,3 X 1,48 kg = 1,07 kg BK.<br />
Bungkil kelapa akan memenuhi kekurangan tersebut sejumlah:                              7,26/26,3 X 1,48 kg = 0,41 kg BK.<br />
Jadi, jumlah bahan pakan segar yang dibutuhkan untuk                              memenuhi kebutuhan ternak dengan kondisi tersebut                              di atas adalah:<br />
Rumput gajah = 5,92 X 100/16 kg = 37 kg<br />
Bungkil kedelai = 1,07 X 100/93,5 kg = 1,14 kg<br />
Bungkil kelapa = 0,41 X 100/86 kg = 0,48 kg.</li>
</ul>
</li>
<li> Teknologi Pakan<br />
Teknologi pakan ternak ruminansia meliputi kegiatan pengolahan                          bahan pakan yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi,                          meningkatkan daya cerna dan memperpanjang masa simpan.                          Sering juga dilakukan dengan tujuan untuk mengubah limbah                          pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang berdaya                          guna.<br />
Pengolahan bahan pakan yang dilakukan secara fisik (pemotongan                          rumput sebelum diberikan pada ternak) akan memberi kemudahan                          bagi ternak yang mengkonsumsinya. Pengolahan secara kimiawi                          (dengan menambah beberapa bahan kimia pada bahan pakan                          agar dinding sel tanaman yang semula berstruktur sangat                          keras berubah menjadi lunak sehingga memudahkan mikroba                          yang hidup di dalam rumen untuk mencernanya.<br />
Banyak teknik pengolahan telah dilakukan di negara-negara                          beriklim sub-tropis dan tropis, akan tetapi sering menyebabkan                          pakan menjadi tidak ekonomis dan masih memerlukan teknik-teknik                          untuk memodifikasinya, terutama dalam penerapannya di                          tingkat peternak.<br />
Beberapa teknik pengolahan bahan pakan yang mudah dilakukan                          di lapangan adalah:</p>
<ol type="a">
<li> Pembuatan Hay<br />
Hay adalah tanaman hijauan pakan ternak, berupa rumput-rumputan/leguminosa                              yang disimpan dalam bentuk kering berkadar air: 20-30%.                              Pembuatan Hay bertujuan untuk menyeragamkan waktu                              panen agar tidak mengganggu pertumbuhan pada periode                              berikutnya, sebab tanaman yang seragam akan memilik                              daya cerna yang lebih tinggi. Tujuan khusus pembuatan                              Hay adalah agar tanaman hijauan (pada waktu panen                              yang berlebihan) dapat disimpan untuk jangka waktu                              tertentu sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam                              mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.<br />
Ada 2 metode pembuatan Hay yang dapat diterapkan yaitu:</p>
<ol>
<li> Metode Hamparan<br />
Merupakan metode sederhana, dilakukan dengan cara                                  meghamparkan hijauan yang sudah dipotong di lapangan                                  terbuka di bawah sinar matahari. Setiap hari hamparan                                  di balik-balik hingga kering. Hay yang dibuat                                  dengan cara ini biasanya memiliki kadar air: 20                                  &#8211; 30% (tanda: warna kecoklat-coklatan).</li>
<li> Metode Pod<br />
Dilakukan dengan menggunakan semacam rak sebagai                                  tempat menyimpan hijauan yang telah dijemur selama                                  1 &#8211; 3 hari (kadar air ± 50%). Hijauan yang                                  akan diolah harus dipanen saat menjelang berbunga                                  (berkadar protein tinggi, serat kasar dan kandungan                                  air optimal), sehingga hay yang diperoleh tidak                                  berjamur (tidak berwarna “gosong”) yang                                  akan menyebabkan turunnya palatabilitas dan kualitas.</li>
</ol>
</li>
<li> Pembuatan Silase<br />
Silase adalah bahan pakan ternak berupa hijauan (rumput-rumputan                              atau leguminosa) yang disimpan dalam bentuk segar                              mengalami proses ensilase. Pembuatan silase bertujuan                              mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika                              penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan.</p>
<ul>
<li>Prinsip utama pembuatan silase:</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li> menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel                                    tanaman.</li>
<li> mengubah karbohidrat menjadi asam laktat                                    melalui proses fermentasi kedap udara.</li>
<li> menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Pembuatan silase pada temperatur 27-35 derajat                                  C., menghasilkan kualitas yang sangat baik. Hal                                  tersebut dapat diketahui secara<br />
organoleptik, yakni:</li>
</ul>
<ol>
<li>
<ol>
<li> mempunyai tekstur segar</li>
<li> berwarna kehijau-hijauan</li>
<li> tidak berbau</li>
<li> disukai ternak</li>
<li> tidak berjamur</li>
<li> tidak menggumpal</li>
</ol>
</li>
</ol>
<ul>
<li>Beberapa metode dalam pembuatan silase:
<ol>
<li> Metode Pemotongan
<ul>
<li> Hijauan dipotong-potong dahulu, ukuran                                          3-5 cm</li>
<li> Dimasukkan kedalam lubang galian (silo)                                          beralas plastik</li>
<li> Tumpukan hijauan dipadatkan (diinjak-injak)</li>
<li> Tutup dengan plastik dan tanah</li>
</ul>
</li>
<li> Metode Pencampuran<br />
Hijauan dicampur bahan lain dahulu sebelum                                      dipadatkan (bertujuan untuk mempercepat fermentasi,                                      mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk,                                      meningkatkan tekanan osmosis sel-sel hijauan.                                      Bahan campuran dapat berupa: asam-asam organik                                      (asam formiat, asam sulfat, asam klorida,                                      asam propionat), molases/tetes, garam, dedak                                      padi, menir /onggok dengan dosis per ton hijauan                                      sebagai berikut:</p>
<ul>
<li> asam organik: 4-6kg</li>
<li> molases/tetes: 40kg</li>
<li> garam : 30kg</li>
<li> dedak padi: 40kg</li>
<li> menir: 35kg</li>
<li> onggok: 30kg<br />
Pemberian bahan tambahan tersebut harus                                          dilakukan secara merata ke seluruh hijauan                                          yang akan diproses. Apabila menggunakan                                          molases/tetes lakukan secara bertahap                                          dengan perbandingan 2 bagian pada tumpukan                                          hijauan di lapisan bawah, 3 bagian pada                                          lapisan tengah dan 5 bagian pada lapisan                                          atas agar terjadi pencampuran yang merata.</li>
</ul>
</li>
<li> Metode Pelayuan
<ul>
<li> Hijauan dilayukan dahulu selama 2 hari                                          (kandungan bahan kering 40% &#8211; 50%.</li>
<li> Lakukan seperti metode pemotongan</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
</li>
<li> Amoniasi<br />
Amoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan                              pakan limbah pertanian (jerami) dengan penambahan                              bahan kimia: kaustik soda (NaOH), sodium hidroksida                              (KOH) atau urea (CO(NH2) 2. Proses amoniasi dapat                              menggunakan urea sebagai bahan kimia agar biayanya                              murah serta untuk menghindari polusi. Jumlah urea                              yang diperlukan dalam proses amoniasi: 4 kg/100 kg                              jerami. Bahan lain yang ditambahkan yaitu : air sebagai                              pelarut (1 liter air/1 kg jerami).</li>
<li> Pakan Pemacu<br />
Merupakan sejenis pakan yang berperan sebagai pemacu                              pertumbuhan dan peningkatan populasi mikroba di dalam                              rumen, sehingga dapat merangsang penambahan jumlah                              konsumsi serat kasar yang akan meningkatkan produksi.<br />
Molases sebagai bahan dasar pakan pemacu merupakan                              bahan pakan yang dapat difermentasi dan mengandung                              beberapa mineral penting. Dapat memperbaiki formula                              menjadi lebih kompak, mengandung energi cukup tinggi                              sehingga dapat meningkatkan palatabilitas serta citarasa.                              Urea merupakan bahan pakan sumber nitrogen yang dapat                              difermentasi. Setiap kilogram urea mempunyai nilai                              yang setara dengan 2,88 kg protein kasar (6,25X46%).                              Dalam proporsi tertentu mempunyai dampak positif terhadap                              peningkatan konsumsi serat kasar dan daya cerna.</p>
<ol>
<li> Proses Pembuatan<br />
Dilakukan dalam suasana hangat dan bertahap :</p>
<ul>
<li> Molases (29% dari total formula) dipanaskan                                      pada suhu ± 50 derajat C.</li>
<li> Buat campuran I (tapioka 16%, dedak padi                                      18%, bungkil kedelai 13%).</li>
<li> Buat campuran II (urea: 5%, kapur 4%, garam                                      9%).</li>
<li> Buat campuran III (tepung tulang 5% dan                                      mineral 1%).</li>
<li> Buat campuran IV dari campuran I, II, III                                      yang diaduk merata.</li>
<li> Masukkan campuran IV sedikit sedikit ke                                      dalam molases, diaduk hingga merata (±15                                      menit).</li>
<li> Masukkan dalam mangkok/cetakan kayu beralas                                      plastik dan padatkan.</li>
<li> Simpan di tempat teduh dan kering.</li>
</ul>
</li>
<li> Kualitas Nutrisi<br />
Hasil analisis proksimat, pakan pamacu yang dibuat                                  dengan formulasi tersebut mempunyai nilai nutrisi                                  sebagai berikut: Energi 1856 Kcal, protein 24%,                                  kalsium 2,83% dan fosfor 0,5%.</li>
<li> Jumlah dan Metode Pemberian<br />
Pemberian pakan pamacu dapat meningkatkan konsentrasi                                  amonia dalam rumen dari (60-100) mgr/liter menjadi                                  150-250 mgr/liter. Jumlah pemberian pakan pemacu                                  disesuaikan dengan jenis dan berat badan ternak.                                  Untuk ternak ruminansia kecil (domba/kambing)                                  maksimum 4 gram untuk setiap berat badan. Untuk                                  ternak ruminansia besar (sapi) 2 gram untuk setiap                                  berat badan dan 3,8 gram untuk kerbau. Pemberian                                  pakan pemacu sangat cocok bagi ternak ruminansia                                  yang digembalakan dan diberi sisa tanaman pangan                                  seperti jerami atau bahan pakan berkadar protein                                  rendah.</li>
</ol>
</li>
<li> Pakan Penguat<br />
Pakan penguat atau konsentrat yang berbentuk seperti                              tepung adalah sejenis pakan komplet yang dibuat khusus                              untuk meningkatkan produksi dan berperan sebagai penguat.                              Mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa                              bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein                              jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral).                              Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan                              pakan penguat:</p>
<ol>
<li> Ketersediaan Harga Satuan Bahan Pakan<br />
Beberapa bahan pakan mudah diperoleh di suatu                                  daerah, dengan harga bervariasi, sedang di beberapa                                  daerah lain sulit didapat. Harga perunit bahan                                  pakan sangat berbeda antara satu daerah dan daerah                                  lain, sehingga keseragaman harga per unit nutrisi                                  (bukan harga per unit berat) perlu dihitung terlebih                                  dahulu.</li>
<li> Standar kualitas Pakan Penguat<br />
Kualitas pakan penguat dinyatakan dengan nilai                                  nutrisi yang dikandungnya terutama kandungan energi                                  dan potein. Sebagai pedoman, setiap Kg pakan penguat                                  harus mengandung minimal 2500 Kcal energi dan                                  17% protein, serat kasar 12%.</li>
<li> Metode dan Teknik Pembuatan<br />
Metode formulasi untuk pakan penguat adalah metode                                  simultan, metode segiempat bertingkat, metode                                  aljabar, metode konstan kontrol, metode ekuasi                                  atau metode grafik.</li>
<li> Prosedur Memformulasi
<ul>
<li> Buat daftar bahan pakan yang akan digunakan,                                      kandungan nutrisinya (energi, potein), harga                                      per unit berat, harga per unit energi dan                                      harga per unit protein.</li>
<li> Tentukan standar kualitas nutrisi pakan                                      penguat yang akan dibuat.</li>
<li> Memformulasi, dilakukan pada form formulasi.</li>
<li> Tentukan sebanyak 2% (pada kolom %) bahan                                      pakan sebagai sumber vitamin dan mineral.</li>
<li> Tentukan sebanyak 30% bahan pakan yang                                      mempunyai kandungan energi lebih tinggi daripada                                      kandungan energi pakan penguat, tetapi harga                                      per unit energinya yang paling murah (dapat                                      digunakan lebih dari 1 macam bahan pakan).</li>
<li> Tentukan sebanyak 18% bahan pakan yang                                      mempunyai kandungan protein lebih tinggi daripada                                      kandungan protein pakan penguat, tetapi harga                                      per unit proteinnya paling murah.</li>
<li> Jumlahkan (% bahan, Kcal energi, % protein                                      dan harganya), maka 50% formula sudah diperoleh.</li>
<li> Lakukan pengecekan kualitas dengan membandingkan                                      kualitas nutrisi %0% formula dengan kualitas                                      nutrisi 50% pakan penguat.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
</li>
<li> ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
<ol>
<li>Analisis Budidaya Usaha Agribisnis :<br />
Pakan mengambil 70% dari total biaya produksi peternakan,                      sehingga tetap menjadi aktual untuk dijadikan suatu bisnis                      yang sangat cerah. Salah satu yang memungkinkan proses agroindutri                      yang akan menjadi peluang bisnis yang bagus yaitu mewujudkan                      industri pakan blok. Selain dari pada itu telah banyak dilakukan                      penelitian terapan dibidang pakan blok yang sangat mungkin                      dikembangkan.</li>
</ol>
</li>
<li> DAFTAR PUSTAKA
<ol>
<li> Kartadisastra, H.R. (1997). Penyediaan &amp; Pengelolaan                      Pakan ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Yogyakarta,                      Kanisius</li>
<li> Budi Pratomo (1986). Cara Menyusun ransum ternak. Poultri                      Indonesia.</li>
<li> Suara Karya, 3 Maret 1992. Mengenal Pakan Ternak Jenis                      Unggul.</li>
<li> Neraca, 6 Juni 1991. Jenis Pakan Yang Cocok Untuk Ternak.</li>
<li> Suara Karya, 19 Januari 1993. Memanfaatkan Sisa Pakan.</li>
<li> Suara Karya, 2 Juni 1992. Silase, Pakan Ternak Musim Kemarau.</li>
<li> Neraca, 1 Juli 1991. Pemgolahan Jerami Menjadi Pakan Yang                      Disukai ternak.</li>
<li> Pikiran Rakyat, 21 Mei 1990. Perlakuan Khusus Terhadap                      Biji-bijian Bahan Pakan Ternak.</li>
<li> Neraca, 20 juli 1990. Pembuatan Hijauan Makanan Ternak.</li>
<li> Suara Karya, 15 September 1992. Cara Menanam Rumput Gajah.</li>
<li> Kedaulatan Rakyat, 21 Juni 1990. Prospek Industri Makanan                      Ternak Limbah Coklat di Wonosari Cerah.</li>
</ol>
</li>
<li> KONTAK HUBUNGAN
<ol>
<li> Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan –                      BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829                      , Fax. 021 390 9829</li>
<li> Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang                      Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai                      6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62                      21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><a href="http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&amp;ttg=4&amp;doc=4b4">sumber</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=410&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/pakan-ternak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FERMENTASI JERAMI DENGAN MENGGUNAKAN SUPERFARM CATTLE Cara 2</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/fermentasi-jerami-dengan-menggunakan-superfarm-cattle-cara-2/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/fermentasi-jerami-dengan-menggunakan-superfarm-cattle-cara-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 17:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Hijauan dari sisa pertanian seperti jerami, jagung dan lain-lain oleh petani hanya diambil sebagai bahan pakan ternak pada saat sisa hasil pertanian ini hanya ditumpuk dan dibiarkan kering. Dengan kondisi limbah atau sisa hasil pertanian yang kering, petani tidak memanfaatkannya untuk pakan ternak. Hal ini disebabkan hewan ternak tidak mau memakan sisa atau limbah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=407&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deskripsi<br />
Hijauan dari sisa pertanian seperti jerami, jagung dan lain-lain oleh petani hanya diambil sebagai bahan pakan ternak pada saat sisa hasil pertanian ini hanya ditumpuk <span id="more-407"></span>dan dibiarkan kering. Dengan kondisi limbah atau sisa hasil pertanian yang kering, petani tidak memanfaatkannya untuk pakan ternak. Hal ini disebabkan hewan ternak tidak mau memakan sisa atau limbah pertanian yang sudah kering tersebut. Untuk mengatasi kendala-kendala penyediaan bahan pakan ternak pada musim kemarau maka kami menciptakan suatu produk teknologi yang membantu mengatasi penyediaan bahan pakan untuk ternak pada musim kemarau. Superfarm Cattle merupakan suatu produk teknologi mikrobia yang berguna untuk membantu menaikan kadar protein bahan pakan, meningkatkan berat badan ternak, mengurangi bau kotoran ternak, dan membantu menfermentasi bahan pakan agar merangsang nafsu makan ternak.</p>
<p>Bahan<br />
a. Jerami kering/daun jagung kering 1.000 kg b. SF-Cattle 4 ltr c. Molasses 4 ltr d. Dedak 30 kg e. Plastik f. Goni</p>
<p>Alat<br />
a. Gembor air b. Ember/drum c. Parang</p>
<p>Cara Pembuatan<br />
a. Sususn jerami kering dengan ketebalan 20-30 cm<br />
b. Siram dengan SF-Cattle secara merata sampai dengan kadar air 60%<br />
c. Tebarkan dedak tipis secara merata dipermukaan jerami<br />
d. Tumpuk lagi diatasnya dengan jerami kering dan siram lagi dengan SF-Cattle<br />
e. Taburi dedak tipis dipermukaannya<br />
f. Lakukan hal yang sama sampai ketinggian yang dikehendaki<br />
g. Setelah sampai ketinggian yang dikehendaki di sekeliling jerami ditutup plastik secara rapat.<br />
h. Permukaan paling atas ditutup dengan goni<br />
i. Jika goni tidak ada, bisa menggunakan jerami kering setebal 30 cm<br />
j. Pada saat pemberian pakan, jerami yang paling atas disingkirkan dahulu kemudian diambil jerami yang sudah difermentasi<br />
k. Jerami fermentasi jangan langsung diberikan pada ternak, tetapi diangin-anginkan dahulu sebentar agar dingin baru diberikan ke ternak.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.iptek.net.id/ind/pd_limbah/index.php?mnu=2&amp;ch=limbah&amp;id=159&amp;hal=1">www.iptek.net.id/ind/pd_limbah/index.php?mnu=2&amp;ch=limbah&amp;id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=407&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/fermentasi-jerami-dengan-menggunakan-superfarm-cattle-cara-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Probiotik bagi Peternakan</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/probiotik-bagi-peternakan/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/probiotik-bagi-peternakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 02:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[www.poultryindonesia.com. Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif. Salah satunya menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik. Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi penggunaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=402&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&amp;new_topic=6"><img src="http://www.poultryindonesia.com/images/topics/tips.gif" border="0" alt="tip &amp; Trik" hspace="8" align="right" /></a><span class="content"><strong>www.poultryindonesia.com</strong>. Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif. Salah satunya <span id="more-402"></span>menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik.</span></p>
<p>Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi penggunaan ransum, kecernaan bahan pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan.   Beberapa mikroba yang berasal dari saluran pencernaan ternak unggas, terutama pada ayam pedaging dan ayam petelur, telah direkomendasikan oleh beberapa penelitian sebagai sumber probiotik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi telur, efisiensi pakan dan menghasilkan produk ternak (daging dan telur) yang rendah kolesterol, serta mengurangi bau kandang.  Beberapa mikroorganisme –yang disebut EM/Effective Microorganisms- yang banyak diterapkan  dalam pertanian dan peternakan antara lain: EM-2, EM-3, EM-4, kultur kapang, kultur mikroba rumen, mikroorganisme yang diklon dengan sel pembentukan hormon. EM-2 ialah campuran lebih dari 80 spesies mikroorganisme. Bentuknya cair dengan pH 7,0 dan disimpan dalam pH 8,5. Jumlah mikroorganisme dalam kultur sangat pada mencapai 109/gr. EM-3 merupakan kultur bakteri yang terdiri dari 95% bakteri fotosintetik yang disimpan pada pH 8,5 dengan jumlah sama dengan EM-2. EM-4 merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan bagi peternakan, karena 90% bakteri di dalamnya ialah <em>Lactobacillus Spp</em>. Bakteri lainnya <em>Azotobacter</em>, <em>Clostridia</em>, <em>Enterobacter</em>, <em>Agrobacterium</em>, <em>Erwinia</em>, <em>Pseudomonas</em>, dan mikroorganisme pembentuk asam laktat. Media kulturnya berbentuk cairan dengan pH 4,5. Jumlah mikroorganisme di dalamnya sama dengan EM-2 dan EM-3.   Dalam bidang peternakan, arti probiotik cukup penting karena saat ini sebagian orang takut terhadap makanan yang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol biasanya tinggi pada makanan yang kadar lemaknya tinggi. Dengan pemanfaatan probiotik, kini muncul produk ternak seperti telur rendah kolesterol, daging sapi rendah kolesterol, daging broiler bebas residu antibiotik, dan banyak lagi produk lainnya.   Selain itu, banyak peternak yang memanfaatkan EM-4 dengan maksud untuk menghilangkan bau dalam kandang, dan ternyata dengan pengamatan sekilas hasilnya cukup memuaskan. Untuk mengurangi keadaan ini memang masih diperlukan penelitian yang intensif, lebih cermat dan dengan data yang terukur.  Dari berbagai hasil penelitian, maka efek probiotik pada ternak secara garis besar adalah : 1) Meningkatkan laju pertumbuhan ternak potong, ayam dan babi (Fuller, 1992). Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi subklinis, 2) Memperbaiki produksi susu secara kualitatif dan kuantitatif (William dan New Bold, 1990). Untuk ini mikroorganisme yang paling baik ialah kapang <em>Saccharomyces cerevisiae</em> dan <em>Aspergillus oryzae</em>, 3) Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat telurnya (Fuller, 1992), 4) Memperbaiki konversi ransum pada ayam yang diberi <em>Enterococcus faecium</em> (Kumprent, dkk. 1984), 5) meningkatkan kesehatan ternak (Fuller, 1992). mldz</p>
<p><span class="content"><a href="http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=1318">http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=1318</a></span></p>
<p><span class="content">berita yang lain :<br />
</span> <a href="http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/02/27/197414/pentingnya-konsumsi-probiotik-untuk-bayi">pentingnya-konsumsi-probiotik-untuk-bayi</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=402&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/probiotik-bagi-peternakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.poultryindonesia.com/images/topics/tips.gif" medium="image">
			<media:title type="html">tip &#38; Trik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebutuhan Probiotik dalam Tubuh</title>
		<link>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/kebutuhan-probiotik-dalam-tubuh/</link>
		<comments>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/kebutuhan-probiotik-dalam-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 02:46:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bejonewong</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bejonewong.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 25 Mei, 2004 oleh: gklinis Kebutuhan Probiotik dalam Tubuh Gizi.net &#8211; Berdasarkan penelitian, mengonsumsi probiotik terlalu berlebihan tidak apa-apa. Kalau berlebihan, probiotik akan dikeluarkan lewat kotoran tinja. &#8220;You are what you eat.&#8221; Begitu kata para ahli kesehatan. Kesibukan dan mobilitas tinggi yang dialami masyarakat, khususnya perkotaan, berpengaruh pada pola dan jenis makanan yang disantap. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=399&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 25 Mei, 2004 oleh: gklinis<br />
Kebutuhan Probiotik dalam Tubuh<br />
Gizi.net &#8211; Berdasarkan penelitian, mengonsumsi probiotik terlalu berlebihan tidak apa-apa. Kalau berlebihan, probiotik akan dikeluarkan lewat kotoran tinja. &#8220;You are <span id="more-399"></span>what you eat.&#8221; Begitu kata para ahli kesehatan. Kesibukan dan mobilitas tinggi yang dialami masyarakat, khususnya perkotaan, berpengaruh pada pola dan jenis makanan yang disantap. Banyak di antaranya yang lebih mengutamakan segi praktis dan murah.</p>
<p>Ada yang mengonsumsi makanan hanya untuk mengusir rasa lapar tanpa memperhatikan aspek keseimbangan gizi kesehatannya. Makanan dengan kadar lemak tinggi, garam dan gula tinggi, serta aneka makanan jenis fast food merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan warga kota besar. &#8220;Kesibukan membuat mereka lupa pada pentingnya kombinasi gizi yang tepat dan seimbang. Karena itu perlu multivitamin,&#8221; kata Yustina Anie Indriastuti, kepala Sub Bagian Klinis (Sub Direktorat Gizi Klinis &#8211; Red) Depkes RI.</p>
<p>Sementara itu, kebiasaan merokok dan tekanan pekerjaan yang cukup berat sering membuat orang mudah marah, atau stres. &#8220;Vitamin sangat diperlukan bagi mereka yang sering stres, merokok, atau mengonsumsi obat-obatan,&#8221; kata Lanny Lestiani, Lektor Kepala Departemen Ilmu Gizi FKUI.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan agar mengonsumsi vitamin sesuai dengan kebutuhan badan. Saat ini cukup banyak jenis multivitamin yang beredar di pasaran. Besarnya kebutuhan vitamin A, B, C, atau D bisa dilihat dari label kemasannya. Label itu penting sebagai informasi. &#8220;Kita sebaiknya menyadari sendiri apakah kekurangan vitamin atau tidak,&#8221; kata Lanny.</p>
<p>Misalnya anak yang sedang tumbuh, orang hamil, dan orang tua. Kebutuhan mereka pada vitamin tinggi. Tapi, mereka yang berusia muda tidak terlalu perlu. Pada labelnya ada tulisan bahwa vitamin dikonsumsi kalau perlu saja.</p>
<p>Lanny juga mengingatkan adanya jenis vitamin yang murah, karena kandungan bahan yang ada dalam vitamin tersebut sedikit. &#8220;Kok vitamin ini murah banget. Ternyata dalamnya tidak ada apa-apanya,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Saat ini beberapa pabrik obat terkemuka meluncurkan aneka jenis suplemen atau probiotik. Makanan jenis ini merupakan mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.</p>
<p>Bakteri jahat vs baik<br />
Setiap makanan yang dikonsumsi manusia akan dicerna mulai dari lambung dengan bantuan asam lambung lalu diserap ke usus halus dan usus besar. Di usus besar makanan akan diserap dan sisa ampas akan dibuang sebagai tinja. Dalam usus besar bakteri &#8216;baik&#8217; seperti Bifidobacteria dan Lactobacillius akan menghambat perkembangan bakteri &#8216;jahat&#8217; seperti Staphylococcus, Enterococcus, Clostoridium, dan beberapa bakteri coli.</p>
<p>Agar tubuh tetap sehat, bakteri &#8216;baik&#8217; itu diupayakan jumlahnya lebih banyak dibanding bakteri &#8216;jahat.&#8217; Sehingga, populasi bakteri yang menguntungkan lebih dominan dibanding bakteri yang merugikan. Inilah mekanisme kerja probiotik.</p>
<p>Perubahan keseimbangan antara bakteri &#8216;baik&#8217; dan &#8216;jahat&#8217; dalam tubuh akan menimbulkan gangguan kesehatan. Seperti kembung, sariawan, sembelit, jamur, diare, dan lainnya.</p>
<p>Agar sistem kekebalan tubuh meningkat, intoleransi laktosa berkurang, prevalensi alergi menurun, dan risiko kanker berkurang, seseorang perlu mengonsumsi probiotik sesuai dengan kebutuhan tubuh. Probiotik juga mampu menurunkan kolesterol darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung koroner.</p>
<p>Sumber probiotik bisa diperoleh dari susu fermentasi (yogurt), keju dan susu sapi, jus, dan susu bubuk bayi. Probiotik biasanya dijumpai dalam kemasan tablet, kapsul, atau granul.</p>
<p>Hingga kini mengonsumsi probiotik terlalu berlebihan berdasarkan penelitian tidak menimbulkan persoalan. &#8220;Biasanya kalau berlebihan probiotik bisa dikeluarkan melalui kotoran tinja. Yang bermasalah adalah bagaimana kalau kurang,&#8221; kata Lanny.</p>
<p>Salah satu multivitamin probiotik yang mudah dijumpai di pasaran adalah Bion-3 produksi PT Merck. Multivitamin ini mengandung kombinasi 12 vitamin, 13 mineral, dan tiga nutrisi probiotik dalam satu tablet. Probiotik ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi bakteri merugikan di dalam tubuh. &#8220;Produk ini sudah dipasarkan sejak 2002 dan aman dikonsumsi teratur sesuai dengan dosis yang sudah ditetapkan,&#8221; kata Hendro Utomo, brand manager PT Merck Tbk.</p>
<p>Sumber: Republika Online &#8211; Selasa, 25 Mei 2004 &#8211; Laporan: hir</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bejonewong.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bejonewong.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bejonewong.wordpress.com&amp;blog=5272715&amp;post=399&amp;subd=bejonewong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bejonewong.wordpress.com/2009/03/15/kebutuhan-probiotik-dalam-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8417295a3097077665892e47f86ea16a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bejonewong</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
