09
Des
08

Kiat Mengembangkan Sikap Syukur?

Apakah Anda menginginkan hidup yang lebih bahagia, berkelimpahan dan memiliki keuangan yang stabil? Tentu saja. Semua orang menginginkan hal ini. Bila demikian, maka kita perlu segera mengembangkan sikap syukur.

Sikap syukur akan mengubah hidup kita. Kekuatan dari sikap syukur adalah, semakin kita bersyukur, semakin kita temukan hal-hal yang patut kita syukuri. Ini adalah cara kerja dari Hukum Tarik Menarik (Law of Attraction). Berikut ini adalah beberapa kiat untuk mengembangkan sikap syukur:

1. Hargai hal-hal yang kelihatannya “biasa” dalam hidup.

Hargailah hal-hal kecil seperti secangkir kopi panas dipagi hari, secercah sinar matahari yang mengintip dibalik pepohonan, obrolan ringan dengan teman, dan sebagainya. Bukalah mata Anda terhadap hal-hal disekitar Anda. Fokus pada apa yang baik, bukan yang buruk. Ada pepatah mengatakan, “Orang yang mengeluh tidak memiliki sepatu akan berhenti setelah bertemu orang yang tidak memiliki kaki.” Lihatlah situasi yang Anda hadapi, dan temukan hal-hal yang bisa Anda syukuri.

Sikap syukur akan menghadirkan kegembiraan dan penghargaan terhadap apa yang telah kita miliki saat ini. Banyak hal baik dalam hidup yang kita terima begitu saja tanpa kita sadari. Saat tragedi datang, baru kita sadari betapa segala yang kita miliki itu begitu berharga. Kesadaran yang muncul justru di saat-saat kita hampir kehilangan itu semua.

Syukurilah apa yang Anda miliki dan orang-orang disekitar Anda. Anda dapat mensyukuri hal-hal mendasar dalam hidup seperti makanan, air, listrik, dan sebagainya. Ketika kita mulai memikirkan hal itu, kita akan semakin menghargai apa yang telah kita miliki.

Siapa yang diuntungkan oleh sikap syukur kita tidaklah penting. Yang terpenting adalah perasaan yang kita dapatkan dari rasa syukur. Temukanlah hal-hal yang dapat kita syukuri dan rasakan kegembiraan dari rasa syukur. Itu bisa saja orang yang dekat dengan kita atau orang yang memiliki pengaruh atas diri kita. Hal ini akan menumbuhkan sikap positif, yang dengan sendirinya meniadakan sikap negatif.

2.

Lihat sisi baik dari setiap situasi

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mensyukuri hal buruk yang pernah menimpa Anda. Kenapa? Pertama, bila kita bisa menemukan sisi-sisi yang bisa kita syukuri atas hal buruk yang menimpa kita, maka perasaan kita akan membaik. Kedua, sadarilah bahwa masalah akan selalu ada selama kita hidup. Dibalik segala masalah itu, ada pelajaran yang bisa kita petik. Dengan menyadari hal ini, kita akan lebih membuka diri melihat situasi yang ada. Seringkali, perubahan sudut pandang seperti ini membuat kita bisa melihat adanya hal-hal yang patut disyukuri dalam situasi yang kita hadapi.

Bahkan seandainya kita dihadapkan pada keadaan yang paling sulit sekalipun, selalu ada hal-hal dibalik keadaan itu yang bisa kita syukuri. Ketika rasa syukur ini hadir, maka hadir pulalah kegembiraan dan kepuasan.

3.

Pikirkan keseluruhan prosesnya

Ketika Anda menerima sesuatu, seperti lukisan seorang anak, atau hadiah yang mahal dari seseorang, coba berhenti sejenak untuk berpikir: berapa banyak waktu, usaha, dan pikiran yang telah dicurahkan hingga hadiah itu hadir ditangan kita. Berapa banyak perhatian dan kasih sayang yang tersirat dibalik pemberian itu? Hal itu akan memperdalam rasa terima kasih Anda terhadap pemberinya, maupun pemberiannya.

4.

Ingatlah untuk mengucapkan “terima kasih”

Pujilah dan beritahu betapa anda menghargai mereka – siapapun itu. Anda akan menghadirkan kegembiraan didalam hati orang-orang disekeliling Anda. Tunjukkan rasa terima kasih Anda dengan memberikan kartu ucapan atau hadiah kecil.

Sikap syukur memang bukan cuma sekedar ucapan “terima kasih” di mulut belaka. Lebih jauh lagi, sikap syukur berarti tidak mengeluh terhadap keadaan Anda saat ini. Ketika kita mengeluh mengenai keadaan yang terjadi, hal ini akan menciptakan getaran negatif yang akan menarik semakin banyak hal negatif dalam hidup kita. Bagaimana mengubah hal ini? Dengan mengurangi keluhan, terima keadaan sebagaimana adanya saat ini, dan yakin bahwa hal-hal baik akan terjadi dalam hidup kita.

5.

Keluarlah dari diri Anda sendiri dan berbuat baiklah pada orang lain.

Luangkan waktu untuk membantu orang yang mengalami hal-hal yang lebih parah dibanding diri kita. Masalah kita akan terasa “lebih kecil” pada saat kita membantu orang yang menghadapi masalah yang jauh lebih besar dibanding kita. Bahkan, seringkali usaha ini akan menghadirkan sebuah pencerahan dalam diri kita. Dengan membantu orang lain keluar dari masalahnya, kita akhirnya bisa melihat jalan keluar dari masalah kita sendiri.

6.

Perkecil pengharapan Anda.

Kadang kita terjebak dalam aktifitas kita dan menjadi begitu sibuknya sehingga kita lupa untuk bersyukur. Kita berharap semua orang melakukan bagiannya tanpa perlu disuruh. Sikap ini, dalam kurun waktu tertentu, akan menciptakan lingkungan yang tidak ramah dan tidak kooperatif. Ketika kita berhenti berharap dunia (atau orang) memberi kita sesuatu, kita akan lebih bisa menghargai pemberian atau kontribusi dari orang-orang disekitar kita.

7.

Lebih berkonsentrasi pada solusi ketimbang masalah

Segala yang menjadi fokus Anda, akan berkembang. Bila Anda fokus pada apa yang Anda miliki, Anda akan mendapatkan lebih. Bila Anda fokus pada apa yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup.

Sikap syukur tidak berarti menerima secara membabi buta segala keadaan Anda atau membatasi kesempatan Anda untuk hari esok yang lebih baik. Sikap syukur menumbuhkan perasaan positif yang akan mengembangkan getaran energi positif, yang pada akhirnya akan menarik energi positif yang sama dari lingkungan sekitar kita.

Anda adalah direktur dari energi dan fokus Anda. Bila Anda membiarkan diri Anda ditarik oleh hal-hal, kejadian, atau orang-orang yang membuat kesal dan marah, maka Anda akan menarik lebih banyak lagi hal, kejadian atau orang yang membuat Anda kesal. Sebaliknya, bila Anda mengambil alih kendali dan fokus pada hal-hal yang patut Anda syukuri, maka Anda mengubah aliran energi Anda sehingga menarik lebih banyak lagi hal-hal yang bisa Anda syukuri.

Sikap syukur adalah energi tertinggi karena ia merupakan kombinasi dari rasa terima kasih, penghargaan dan cinta. Bila Anda memiliki energi ini, Anda akan bisa melihat segala hal yang Anda hadapi dengan lebih jernih.

Putuskan kemana arah fokus Anda. Bersyukurlah terhadap segala hal, sekecil apapun tampaknya hal itu. Ini akan menjadi titik awal untuk memiliki getaran energi positif dari rasa syukur.

8.

Buatlah sebuah Jurnal Sikap Syukur

Sarah Ban Breathnach dalam buku best-sellernya, Simple Abundance: A Daybook of Comfort and Joy, menganjurkan penggunaan sebuah Jurnal Sikap Syukur (Gratitude Journal). Ia mengatakan bahwa jurnal ini merupakan “sebuah alat yang dapat mengubah kualitas hidup Anda”. Pada dasarnya, sebuah Jurnal Sikap Syukur adalah catatan mengenai 5 hal yang kita syukuri setiap hari. Ada hari-hari tertentu dimana kita harus berpikir keras untuk mendapati 5 hal yang bisa kita syukuri hari itu. Ada hari dimana kita dapat dengan gampang mendapati sepuluh atau bahkan duapuluh hal yang bisa kita syukuri. Hargai hal-hal kecil. Hargai orang yang memberi senyum dan bersikap ramah pada Anda. Hargai kulit halus seorang anak yang melingkarkan tangannya di bahu kita. Hargai lagu baru yang Anda dengar di radio dalam perjalanan ke kantor.

Buatlah Jurnal Sikap Syukur Anda dan tuliskan lima hal yang bisa Anda syukuri setiap malam. Perhatikan bagaimana proses ini akan memperdalam penghargaan Anda akan hidup Anda sendiri saat ini. Anda mungkin akan mencoba membuat sebuah Jurnal Sikap Syukur Keluarga, dimana setiap malam kita menuliskan lima hal yang bisa kita syukuri sebagai sebuah keluarga.

Mulailah hari Anda dengan sikap syukur, dan akhiri juga hari Anda dengan sikap syukur. Maka niscaya Anda akan menjalani sebuah kehidupan yang lebih bahagia, penuh kepuasan, dan harmoni dengan orang-orang dan lingkungan sekitar Anda.

Salam Sukses



Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: