09
Des
08

kumpulan artikel February

CHANGE MONEY MIND SET FOR HAPPINESS

Semua orang terobsesi oleh uang, dengan mempunyai banyak uang kita memiliki kebebasan untuk memenuhi semua keinginan, seperti bersenang-senang, membeli barang, bersedekah atau bahkan dengan uang kita bisa menindas orang lain. Dengan uang kita bisa meningkatkan status sosial kita di mata orang lain, membebaskan dari kekhawatiran atas masa depan kita dan uang pada pokoknya bisa mempermudah hidup kita.

Apakah sebenarnya uang itu dalam tinjauan energy metafisika??

Sebagaimana fungsinya uang memberikan suatu kebebasan, dan di level kuantum atau energy uang dapat dipandang sebagai energy yang mengalir dan bergerak ke seluruh alam dan berfungsi sebagai energy pembebas. Karena uang adalah energy pembebas maka harus dialirkan (dimanfaatkan) secara positif. Pemanfaatan secara ppositif inilah sebenarnya yang akan membuat alirannya menjadi semakin besar dan berkelimpahan. Disinilah hukum memberi dan menerima terjadi di alam semesta.

Beberapa waktu yg lalu saya melihat Talk Show Oprah Winfrey di MetroTV saat membahas mengenai “The Secret”. Di acara tersebut Oprah menceritakan bahwa uang bukanlah tujuan utama buat dia, tetapi saat dia mengelola sebuah talk show biasa dan mengalirkan energy pembebas (uang) yang dia peroleh untuk sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, membantu organisasi-organisasi kemanusiaan maka aliran energy pembebas (uang) menjadi semakin mengalir bebas di alam semesta dan memberikan efek keberlimpahan bagi Oprah sebagai bonusnya.

Menengok diri kia sendiri, seberapa banyakkah kita telah membantu gerakan sosial? Seberapa banyakkah kita telah berderma untuk masyarakat yang membutuhkan? Sebagaimana fungsi uang sebagai energy pembebas maka dia harus dialirkan untuk membebaskan energy-energy negatif, membebaskan energy-energy kesedihan, membebaskan energy-energy kemiskinan, membebaskan energy-energy penderitaan.

Jika kini anda masih dijauhi limpahan uang, sebaiknya marilah kita evaluasi diri kita ini, kerana kemungkinan hambatan datang dari diri kita sendiri yang salah mempersepsikan uang yang mempengaruhi cara berpikir dan berpendapat (mind set) yang pada akhirnya mempengaruhi aliran energy uang ke arah anda.

Hukum Law of Attraction berlaku juga pada uang sebagai energy pembebas, dimana saat kita memberi (mengalirkan) energy pembebas tersebut kepada orang yang membutuhkan maka alam semesta akan membalas dalam aliran energy pembebas yang lebih besar ke arah kita, sehingga kita memeperoleh serba keberlimpahan dan juga kebahagiaan. Energy pembebas (uang) yang mampu membebaskan energy negatif pada orang lain akan berbuah dan dibalas oleh hukum tarik menarik alam semesta dengan energy pembebas dalam level yang lebih besar.

Jadi untuk menarik energy uang maka yang harus diubah di awal adalah mind set kita tentang uang dan makna uang yang sesungguhnya. Sehingga dengan mempersepsikan dan memperogram ulang mind set uang sebagai energy pembebas, maka kita diamanahkan untuk mengalirkannya. Saat aliran energy pembebas ini mampu memberikan manfaat dan membebaskan energy-energy lain yang terkungkung maka alam semesta akan mengembalikan energy pembebas (uang) tersebut kembali ke arah kita dalam level yang lebih besar.

http://solution-mind-development.blogspot.com

(Penulis – Mei Hendra Darma adalah praktisi Hypnotherapy, NLP & Energy Psychology serta pendiri lembaga House of Mind Development Hypnoherapy Centre & Direktur Solution Mind Development yang bergerak di bidang pemberdayaan pikiran & berkarya di PT. Telekomunikasi Indonesia Enterprise Service Division)

Posted by Purnomo Hadi at 7:59 PM 0 comments

Bagaimana membuat efektif Sugesti Diri

Sugesti Diri atau Swa Sugesti adalah sebuah cara untuk memasukkan harapan dan keinginan kita ke dalam pikiran bawah sadar yang dilakukan secara berulang kali, dengan bahasa present dan simple disertai dengan memvisualisasikannya secara detail. Kunci sugesti diri adalah Simple, Present, Repetition & Visualitation. Kapan kita bisa melakukan sugesti diri yang efektif ? Mengapa harus pikiran bawah sadar ?

Efek sugesti diri akan menjadi 10 kali lipat di saat kita memasukkan sugesti ke dalam pikiraan bawah sadar, dibanding jika kita mensugesti diri di saat pikiran sadar kita sedang aktif. Hal inilah yang menyebabkan mengapa kita sering melakukan “yel” dengan teriakan-teriakan yang penuh semaangat, tetapi pada akhirnya semangat itu kembali ke titik “nol” setelah selesai. Demikian pula seminar-seminar “Dahsyat” seringkali hanya mampu menumbuhkan motivasi diri untuk sementara, setelah event selesai bayangan “kegagalan” akan muncul kembali.

Sugesti di pikiran bawah sadar yang dilakukan sesering mungkin dengan disertai imajinasi atas sugesti tersebut akan berubah menjadi “believe system” atau keyakinan diri. Jika sesuatu hal telah menjadi “keyakinan” maka potensi diri secara otomatis tergerak untuk merealisasikan apa yang diyakini. Keyakinan adalah “Harta Batin” yang tidak ternilai harganya, yang tidak mudah untuk dibeli atau diubah oleh orang lain. Sebagai contoh keyakinan adalah agama, orang mudah untuk bernegosiasi win-win solution misalnya di saat mencari titik temu atas sebuah problem. Sebagai contoh di saat orang menginginkan jabatan, banyak orang yang rela menjadi penjilat dengan harapan membuat ABS sehingga pangkat naik misalnya, namun seandainya si Bos menginginkan si penjilat tadi untuk berganti keyakinan / agama demi karirnya, pastilah ia akan berpikir berulangkali atau bahkan menolaknya.

Inilah hebatnya suatu keyakinan. Keyakinan adalah harta yang luar biasa tidak ternilai harganya. Demikian juga jika sugesti mampu menjangkau pikiran bawah sadar dan dilakukan berulangkali maka “keyakinan” akan keberhasilan keinginan dan harapannya tidak bisa terbendung lagi dan pasti segala resources di dalam dirinya akan mempertahankan keyakinan tersebut sekaligus mengejarnya.

Lalu bagaimana cara memasukkan sugesti yang efektif? Sugesti diri menjadi sangat efektif jika dilakukan di saat otak sedang bergetar dalam frekeunsi Alfa & Tetha. Frekuansi Alfa adalah di saat otak / pikiran sedang dalam kondisi relax. Di saat relax maka pintu antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar akan terbuka sehingga anda dengan mudah memasukkan sugesti ke dalam pikiran bawah sadar. Bagaimana anda tahu sedang dalam frekuensi Alfa?

Caranya mudah anda bisa lakukan beberapa hal sebagai berikut :
– Cari waktu tenang untuk anda sendiri
– Fokuskan pikiran anda pada nafas anda
– Pikirkan sebuah moment yang membuat bahagia atau
– Pikirkan sebuah tempat yang nyaman imajinasi anda
– Anda nikmati sementara waktu moment atau tempat nyaman anda
– Setelah anda merasakan relax dan nyaman baik pikiran / tubuh anda, segera sugestikan keinginan dan harapan anda disertai dengan mengimajinasikannya secara deail
– Lakukan terus menerus secara kontinyu (istiqomah) kurang lebih 21 hari untuk 1 topik keinginan anda.

Cara lain bisa anda lakukan dengan jalan spiritual, misalnya ber-tahajud bagi anda yang muslim, karena tahajud sesungguhnya adalah pemanfaatan gelombang otak Alfa & Tetha, dimana orang harus melakukannya di waktu malam dan lebih utama setelah tidur. Bagi yang beragama lain bisa melakukan meditasi misalnya yg intinya adalah fokusnya pikiran pada 1 hal.

Secara spiritual sugesti diri positif atas keinginan yang dilakukan secara rutin adalah bentuk doa juga kepada Sang Pencipta. Saat keinginan menjadi sebuah keyakinan, maka secara spiritual manusia berbaik sangka kepada Sang Pencipta. Dan yang pasti Sang Pencipta akan mengabulkan keinginan makhluknya, jika ia berbaik sangka kepada Penciptanya yang maha Kuasa atas segalanya.

Cara yang lain untuk membuat efektif sugesti adalah membuat rekaman yang bisa didengarkan sendiri sesuai topik keinginan yang akan dituju. Kami Solution akan membantu dalam waktu dekat ini dengan merelease beberapa CD Auto Sugesti dengan pembelian secara online dengan biaya terjangkau.

Demikian semoga bermanfaat untuk pembaca blog yang budiman. Infokan juga blog ini ke rekan anda, siapa tahu bermanfaat bagi orang lain.

Salam,
Solution Mind Development
http://solution-mind-development.blogspot.com/

Posted by Purnomo Hadi at 7:39 PM 0 comments

Sunday, February 17, 2008
Bersyukur, Bersyukur dan Bersyukur.

Assalamualaikum dan salam sejahtera. Apa khabar Anda?

Kali ini saya berkata tentang rasa bersyukur. Bersyukur jika Anda selalu mengamalkannya akan dapat menerapkan nilai-nilai positif dalam diri Anda, sepositif yang mungkin bila Anda sudah selalu bersyukur, sesyukur yang mungkin.

Bila bersyukur, nikmat yang dilimpahi dalam hidup akan ditambahkan lagi. Dalam aspek Law of Attraction, rasa bersyukur merupakan perasaan yang sungguh kuat dan mampu meningkatkan getaran tenaga positif lalu menarik lebih banyak situasi-situasi positif dalam hidup Anda.

Tapi, kat mana yang kita nak bersyukur ni? Bersyukur pada apa yang Anda ada sekarang, segala apa yang Anda miliki dan segala apa yang dipunyai oleh Anda hari ini.

Setiap pagi saya bangun, saya amat bersyukur kerana saya ada peluang untuk mencemerlangkan hari-hari saya. Sebelum saya tidur, saya amat bersyukur kerana saya dapat menggunakan hari ini untuk menimba ilmu bagi memajukan lagi pencapaian diri saya.

Anda juga boleh lakukan perkara yang sama. Bila bangun esok pagi, akan rasa ceria.

Selain itu, saya bersyukur dengan apa yang saya ada sekarang dan dengan apa yang akan saya dapat di masa akan datang dalam imaginasi saya. Imaginasi jika digabungkan dengan rasa kesyukuran merupakan satu perasaan yang sungguh kuat yang mampu menarik apa saja yag Anda mahukan. Selain itu, jika Anda selalu berbuat demikian, ia akan menjadikan Law Of Attraction menarik kemahuan Anda datang lebih cepat dari yang sepatutnya.

Dengan syarat, hilangkan segala keraguan, kesangsian dan segala kemusyukilan. Bila ia ada walaupun sedikit, ini akan membantutkan proses penarikan LOA dan apa yang Anda sangsikan itulah yang akan jadi realiti.

Jika Anda ragu (walaupun sedikit) yang LOA takkan menjadi dan takkan dapat menarik apa yang Anda mahukan, maka itulah yang jadi realiti di mana apa jua yang Anda imaginasikan tak menjadi, kerana Anda pernah memikirkan ia tak menjadi!

Simple. Jadi, buangkan keraguan, tambahkan keyakinan dan panjatkan lebih banyak kesyukuran. Buang habis keraguan tu, sehabs yang mungkin sampai dah takde yang tinggal.

Rasa bersyukur yang mendalam membangkitkan keceriaan dan membuatkan Anda merasa lebih tenang. Bagi diri saya, bila saya mula susah hati dan rasa sedikit tertekan, saya lihat pada benda-benda yang saya ada, PC saya, bilik sewa saya, kawan-kawan saya, keluarga saya dan kemudian saya panjatkan rasa syukur kerana saya ada semua ini.

Kesan daripada itu, rasa menjadi lebih tenang, lebih bermotivasi dan mampu menghadapi tekanan dengan penuh yakin. Saya juga pernah sesekali takde duit dan pernah banyak kali strategi promisi saya tak membuahkan hasil. Tetapi, saya tak fokus pada segala yang tak berhasil tu tapi pada semua benda yang saya miliki di depan mata saya.

Bila dah nampak, tiba-tiba timbul rasa syukur, kerana dalam minda saya sudah tertanam suis automatik yang bila saya nampak benda-benda tu rasa syukur akan timbul dengan sendirinya.

Kesan daripada itu, selepas beberapa hari, untung dah mula ‘masyuk’ secara konsisten dan promosi agak menjadi dengan idea-idea baru. Hidup saya juga mdah menjadi lebih stabil selepas itu. Jadi, buat senarai Anda sendiri, jika ia berkesan untuk saya, ia berkesan untuk Anda juga.

Rumusannya, kita lebih senang untuk mencapai apa yang kita mahu bila kita berada di dalam keceriaan berpanjangan dan sentiasa bersyukur dengan apa yang kita ada sekarang ini. Bila dah selalu buat, Anda akan mula perasan yang rahmat hidup takkan pernah habis. Inilah yang dipanggil ‘abundance’ dalam kebanyakan buku-buku kuasa minda.

Perbuatan bersyukur juga dapat meningkatkan motivasi diri Anda. Dikala Anda tidak bermotivasi, cuba lihat sekeliling Anda dan fokus pada apa yang Anda ada lalu ucapkan rasa bersyukur. Buat senarai benda-benda dan segala apa yang Anda mahu bersyukur kerana ia ada pada Anda.

Contohnya, Anda boleh selalu online untuk membaca blog ini, mampu bangun pagi dengan penuh ceria, Anda masih ada kelima-lima deria Anda dan Anda mempunyai minda yang cukup hebat juga yang tak terhingga kuasanya. Anda juga ada kerjaya tetap, mempunyai keluarga bahagia, mampu mengambil makanan 3 kali sehari dan mampu ada duit untuk membeli keperluan Anda.

Jangan bandingkan dulu dengan sesiapa, cuma panjatkan kesyukuran kerana semua itu ada pada Anda.

Jangan sesekali asyik tumpukan fikiran pada benda yang Anda rasa kurang dan menyebabkan Anda rasa tertekan, seperti tak cukup duit, takde hanphone baru, tak dapat beli baju baru, selalu tak dapat online, takde idea nak tulis artikel baru ataupun takde ransangan motivasi untuk memulakan hari baru. Sebab, bila Anda berbuat begini, LOA akan terus menarik situasi-situasi negatif datang pada Anda serta merta lalu menjadikan Anda semakin teruk dari yang sebelumnya.

Kesan daripada itu, hidup Anda takde kemajuan dan apa yang Anda inginkan bagaikan jauh tak tercapai. Mengapa? Sebab Anda menumpu fikiran pada kekurangan Anda dan tak pernah bersyukur sedikit pun dengan apa yang Anda miliki.

Jadi, tumpukan pada apa yang Anda ada sekarang ini (bukan yang takde dan yang Ada rasa kurang) serta selalu bersyukur dengan sepenuh hati, seikhlas hati. Lafazkan dengan rasa terharu dan biar Anda rasakan kesyukuran itu meresap jauh ke dalam seluruh badan Anda. Oh ya, lebih baik lafazkan dengan nada berbisik.

Amalkan selalu, kerana ia dapat menyuntik motivasi dan ‘menyelamatkan’ Anda dari perangkap pemikiran negatif.

Posted by Purnomo Hadi at 9:13 PM 2 comments

Menguji Law of Attraction dengan Metoda Ilmiah

February 9th, 2008

Di Milis Profec (theprofec [at] yahoogroups.com, thread http://finance.groups.yahoo.com/group/TheProfec/message/23896), Pak Susanto Salim mengajukan saran untuk menguji secara ilmiah Law of Attraction sebagai berikut:

“Sebenarnya tidak rumit jika kita memang ingin menguji teori motivasi ala LOA. Cukup kumpulkan pakar LOA, minta mereka bikin metode pelatihan dan definisi yang jelas, terus bikin dua grup yang dipilih secara acak. Kelompok satu adalah yang mendapat teori dan mempraktekan LOA dan kelompok dua adalah kelompok kontrol (dalam arti menjalani hidup seperti biasa, tidak mendapat training LOA). Kemudian buat seperangkat parameter yang bisa diukur untuk menunjukkan kelompok mana yang lebih oke seiring dengan berjalannya waktu.

Jika sesuatu tidak bisa diukur atau diteliti dampaknya, bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu benar2 bekerja/membawa hasil? Dan kalau definisinya aja beda antara orang yang satu dengan yang lain, bagaimana bisa diukur?

btw, dalam film the secret salah satu guru mengatakan bahwa LOA itu kayak hukum gravitasi, dalam arti kalau pun Anda tidak percaya si hukum akan tetap bekerja. Seperti gravitasi, meski Anda gak percaya adanya gravitasi, tetap wae Anda akan jatuh ke bawah (terikat hukum gravitasi).”

Pendapat saya, menguji kesahihan LoA menggunakan metoda scientific control seperti yang dianjurkan di atas, saya kuatir, tidaklah sesederhana yang kita bayangkan …

Kesulitan Pertama: LoA Tidak Bisa “Dilatihkan”

LoA menurut saya bukanlah suatu teori motivasi yang bisa dilatihkan dan dipraktekkan, tapi lebih merupakan (bagian dari) suatu sistem kepercayaan atau sistem kesadaran.

Mengapa? Karena kita bisa saja mengetahui dan terampil tentang LoA (keadaan di tingkat intelektual), tapi sambil tetap tidak percaya (keadaan di tingkat emosional-spiritual). Bisa juga sebaliknya: kita tidak mengenal apa itu LoA tapi sesungguhnya sistem kepercayaan kita sehari-hari sudah secara otomatis menerapkan LoA.

Untuk menggunakan LoA, pendukung terpentingnya bukanlah “pengetahuan” atau “keterampilan” tentang LoA, tapi “niat” atau “keputusan” untuk percaya tentang pola kesadaran LoA (atau apa pun namanya).

Secara singkat, LoA adalah fenomena kesadaran kepercayaan, bukan pengetahuan.

Kesulitan Kedua: “Penerapan LoA” Tidak Bisa Diamati dari Luar

Kepercayaan pada LoA adalah keadaan yang terjadi dalam kesadaran kita. Siapakah yang bisa mengamati keadaan kesadaran kita yang sesungguhnya, selain kesadaran kita sendiri?

Katakanlah Kelompok A adalah kelompok yang “dilatihkan” LoA (treatment group) dan Kelompok B adalah kelompok yang “tidak dilatihkan” LoA (control group), pertanyaannya: bagaimana kita mengamati keadaan kesadaran Kelompok A dan Kelompok B? Yang bisa kita amati hanyalah ucapan dan tindakan mereka, tapi ucapan dan tindakan belum tentu konsisten, bahkan bisa jadi bertentangan dengan kepercayaan terdalam yang ada di kesadaran mereka.

Di sini kita menghadapi kesulitan mengamati atau mengukur kesadaran, karena satu-satunya alat ukur atau alat pengamatan untuk kesadaran, adalah kesadaran itu sendiri.

Mengamati kesadaran dengan kesadaran, adalah sama seperti halnya mengamati energi dengan energi, atau mengamati materi dengan materi. Hal itu bisa dilakukan, tapi tidak bisa tanpa adanya disturbansi atau gangguan pada sasaran atau objek pengamatan, yang akhirnya membuat hasil pengamatan kita juga tidak sahih (corrupted).

Bayangkanlah komplikasinya mengamati api hanya dengan api sendiri sebagai alat ukur, atau mengamati batu hanya menggunakan batu (perhatikan, “hanya” di situ artinya betul-betul “hanya”, artinya lagi, tidak ada alat pengamatan lain yang digunakan, bahkan tidak juga panca indra kita).

Begitu jugalah komplikasinya kalau kita mau mengamati kesadaran, karena satu-satunya alat pengamatan kita untuk kesadaran adalah kesadaran itu sendiri.

Pertanyaan Pak Susanto Salim: “Jika sesuatu tidak bisa diukur atau diteliti dampaknya, bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu benar2 bekerja/membawa hasil? Dan kalau definisinya aja beda antara orang yang satu dengan yang lain, bagaimana bisa diukur?”

Tanggapan saya: “Apakah kita bisa mengamati atau mengukur kesadaran kita secara objektif? Kalau iya, bagaimanakah caranya (sains dewasa ini hanya mampu mengamati sinyal otak, bukan mengamati kesadaran)? Kalau tidak, mengapa tetap saja kesadaran ini ada dan bekerja? Apakah ada definisi objektif tentang ‘kesadaran’ yang lepas dari kesadaran itu sendiri?”

Pernyataan Pak Susanto Salim: “Dalam film The Secret salah satu guru mengatakan bahwa LoA itu kayak hukum gravitasi, dalam arti kalau pun Anda tidak percaya si hukum akan tetap bekerja. Seperti gravitasi, meski Anda gak percaya adanya gravitasi, tetap wae Anda akan jatuh ke bawah (terikat hukum gravitasi)”.

Tanggapan saya: “Meski kita tidak percaya LoA, LoA tetap bekerja. Sungguh. Katakanlah kita tidak percaya bahwa pikiran dan keyakinan kita tidak akan menjadi kenyataan, maka ketika pikiran dan keyakinan kita itu tidak menjadi kenyataan, itu adalah bukti bahwa LoA bekerja: bahwa apa pun yang kita percayai akan menjadi kenyataan, termasuk kepercayaan akan ketidakpercayaan terhadap LoA.”
Ferli Deni Iskandar
http://ferli.net/

Posted by Purnomo Hadi at 9:09 PM 0 comments

Penjelasan (Tak Terlalu) Ilmiah tentang Law of Attraction

Apakah ada sesuatu yang bisa kita pelajari dari kontroversi ilmiah (atau tak imiah) tentang Law of Attraction? LoA menjadi topik yang hangat sejak video The Secret populer, salah satunya karena ditayangkan dalam Oprah Winfrey Show.

Apakah LoA? Bagi yang belum tahu, LoA sederhananya adalah hukum yang menyatakan bahwa “Apa pun yang kita pikirkan dan percayai secara konsisten, pada akhirnya akan menjadi kenyataan.”

Sederhana bukan? Bagi sementara orang, pernyataan ini secara intuitif sudah terasa benar. Bagi sebagian orang lain, pernyataan ini ditatap dengan pandangan penuh kesangsian.

Sementara, Metoda ilmiah adalah suatu metoda penjelasan yang secara sederhana mencakup langkah-langkah berikut: pengamatan, pembuatan hipotesis, pengujian hiptesis, pembuatan kesimpulan, pembuatan prediksi, dan kembali ke langkah pengamatan untuk menguji prediksi tersebut.

Ada harapan, bahwa dengan Metoda Ilmiah, maka kita bisa mencapai kesimpulan tunggal tentang benar atau tidaknya LoA.

Tetapi, Apakah Metoda Ilmiah itu Akurat?

Jika ilmu memiliki tujuan mempelajari kenyataan, apakah Metoda Ilmiah dengan langkah-langkah di atas memungkinkan kita untuk mempelajari kenyataan secara akurat?

Sayangnya: tidak. Metoda Ilmiah memiliki asumsi dan batasan bahwa yang ia pelajari adalah kenyataan objektif. Kenyataan objektif adalah sejenis kenyataan yang keberadaan dan kelangsungannya tidak tergantung kepada pengamat. Pengamat dan objek pengamatan harus selalu terpisah, karena jika tidak, maka hasil pengamatannya menjadi tidak sahih lagi. Itulah sebabnya salah satu tolok ukur dalam Metoda Ilmiah adalah hasil pengamatan dan pengujian harus selalu bisa diulang, selalu bisa diperlihatkan kembali, oleh siapa pun yang melakukan pengkajian ilmiah tersebut.

Kembali lagi: apakah Metoda Ilmiah memungkinkan kita untuk mempelajari kenyataan secara akurat? Saya tegaskan lagi, tidak: Metoda Ilmiah hanya akurat apabila yang kita pelajari adalah Kenyataan Objektif.

Sementara, ada yang lain di luar wilayah Kenyataan Objektif.

Kenyataan Subjektif

Apabila ada Kenyataan Objektif, maka tentunya harus ada Kenyataan Subjektif, bukan? Kedengarannya kontradiktif, tapi apabila seseorang hanya percaya pada Kenyataan Objektif, maka artinya ia harus memutuskan bahwa pikiran-pikirannya “tidak ada”, karena pikiran pada dasarnya adalah Kenyataan Subjektif, yakni kenyataan yang tidak bisa dilepaskan dari si pengamat.

Pikiran, pada dasarnya adalah salah satu alat bantu pengamatan, persis seperti halnya mikroskop atau kacamata, hanya saja ia “tertanam lebih dalam” di kepala kita. Cara berpikir saya berbeda dengan cara berpikir Anda, bukan? Dengan demikian, kita memiliki alat bantu pengamatan yang berbeda juga.

Seperti halnya apabila saya memakai kacamata biru, dan Anda memakai kacamata merah. Apabila saya setiap saat selalu mengenakan kacamata biru, maka kesimpulan pengamatan saya adalah: “Semua di dunia ini berwarna biru.” Tetapi tentu saja ini akan bertentangan dengan hasil pengamatan Anda yang menyatakan bahwa: “Semua di dunia ini berwarna merah.”.

Cara berpikir kita, pada dasarnya sama dengan “kacamata berwarna” yang tertanam dalam kepala kita. Dua orang yang tidak menyadari bahwa masing-masing memakai alatbantu yang mempengaruhi hasil pengamatan mereka, memiliki potensi untuk bertengkar tidak berkesudahan tanpa ada kesepakatan apa pun.

Sama, seperti halnya mereka yang tidak percaya pada LoA dan menyatakan bahwa LoA tidak efektif, tidak berhasil. Hal itu benar.

Tetapi bila ada yang sepenuh hati percaya pada LoA dan menyatakan bahwa LoA efektif dan berhasil, maka hal itu juga benar.

Atau mereka yang baru pada tahap “ingin percaya” tapi sesungguhnya “belum percaya” pada LoA, masih ada pertentangan kepercayaan dalam diri, masih ada proses sabotasi-diri, sehingga mereka bisa sampai pada kesimpulan bahwa LoA tidak efektif. Mereka juga benar.

Tetapi satu hal: dalam berbagai kasus di atas, ada hal yang konsisten, yakni bahwa LoA tidak melanggar hukumnya sendiri. Tidak ada kontradiksi-diri dalam pernyataan hukum di atas.

Jadi, Bagaimanakah Cara Menguji Kebenaran Law of Attraction?

Meski LoA berada di luar wilayah Kenyataan Objektif sehingga tidak bisa kita terapkan Metoda Ilmiah untuknya, masih ada metoda lain yang bisa kita gunakan.

Yaitu metoda eksperensial, atau metoda pengalaman dan penghayatan.

Lepaskanlah “kacamatan merah” Anda (ketakpercayaan pada LoA), dan cobalah kenakan “kacamata biru” (kepercayaan pada LoA). Kenakanlah dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati.

Amatilah dengan seksama apa yang menjadi berbeda setelah “kacamata biru” Anda kenakan. Apakah hidup kita terasa lebih bisa dinikmati? Apakah kita lebih bisa mengendalikan pikiran dan emosi kita ke arah yang kita inginkan? Apakah kita mulai bisa melihat bahwa sebagian besar kendali hidup kita ada di tangan kita?

Apabila jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah “Ya”, maka selamat. Silakan Anda pilih, apakah akan kembali mengenakan “kacamata merah” atau tetap mengenakan “kacamata biru”.

Apabila jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah “Tidak”, maka selamat juga: Silakan Anda pilih, apakah akan kembali mengenakan “kacamata merah” atau tetap mengenakan “kacamata biru”.

Karena pada akhirnya, semua adalah masalah pilihan.

Kalau saya, saya akan memilih kepercayaan yang memberdayakan, bukan yang membatasi.
Ferli Deni Iskandar
http://ferli.net/

Posted by Purnomo Hadi at 9:06 PM 0 comments

Syukur dan Keberuntungan

“Many people who order their lives rightly in all other ways are kept in poverty by their lack of gratitude. Having received one gift from God, they cut the wires which connect them with Him by failing to make aknowledgement. ”

(Banyak orang yang menjalani hidup dengan cukup benar, tetapi tetap miskin karena kurang bersyukur. Setelah menerima kemurahan Tuhan, mereka memotong kabel yang menghubungkan mereka dengan Tuhan dengan cara mengingkari nikmatNya)

– Wallace Wattles (1860 – 1911) –

Seperti kata Wallace Wattles (penulis buku klasik The Science of Getting Rich yang menjadi salah satu dasar The Secret) diatas, tak dapat dipungkiri bahwa perasaan syukur merupakan salah satu faktor penarik keberuntungan dan kesuksesan hidup manusia.

Rasa syukur akan membuat kita memiliki mentalitas berkecukupan (abundance mentality) dan menghilangkan mentalitas kekurangan (scarcity mentality). Pada saat kita merasa berkecukupan, maka hati kita jadi bahagia, perasaan kita jadi enak (feel good) dan kita mampu berpikir positif. Pikiran dan perasaan positif inilah yang mengaktifkan Hukum Ketertarikan (Law of Attraction = LOA). Dengan bahasa yang lain Michael Losier mengatakan bahwa rasa syukur, terima kasih dan penghargaan akan mampu memancarkan vibrasi positif yang dahsyat untuk mengaktifkan Hukum Ketertarikan.

Lalu, syukur yang seperti apakah yang lebih mudah mengaktivasi LOA ?

Untuk menjawabnya, saya perlu menjelaskan adanya dua tingkatan syukur.
Tingkatan syukur yang pertama,
adalah syukur yang sudah sering kita lakukan, yaitu syukur bersyarat atau syukur parsial. Kita bersyukur atas sesuatu yang kita miliki atau kondisi baik yang kita alami. Syukur semacam ini mirip seperti rasa syukur atau ucapan terima kasih yang dilontarkan anak kecil setelah dibelikan mainan atau permen oleh bundanya. Artinya, syukur merupakan akibat. Sebagai contoh, Anda merasa bersyukur setelah mendapatkan kenaikan gaji. Anda bersyukur karena penjualan toko Anda naik 20%. Anda bersyukur ketika anak Anda lulus sekolah dengan baik, Anda bersyukur setelah membeli mobil baru atau Anda bersyukur karena Anda selamat dari kecelakaan. Itulah beberapa contoh syukur bersyarat.

Tentu saja tidak ada jeleknya dan tidak ada salahnya dengan tingkatan syukur semacam ini. Anda harus terus melakukannya, karena inilah bentuk rasa syukur yang umum kita lakukan. Namun perlu Anda sadari bahwa tingkatan rasa syukur seperti ini relatif lemah untuk mengaktivasi Hukum Ketertarikan. Mengapa ? Karena seringkali kita tidak benar-benar bersyukur dengan tulus, melainkan hanya merupakan ungkapan puas diri sesaat. Atau malahan rasa syukur ini bisa jadi perasaan negatif terhadap suatu keadaan. Anda hanya berusaha untuk melihatnya dari sisi yang positif, padahal yang sebenarnya Anda merasa tidak enak atau kurang puas. Rasa syukur semacam ini juga tidak tahan lama dan hanya sebagian saja.

Tingkatan syukur yang kedua
adalah rasa syukur tak bersyarat atau syukur yang menyeluruh (holistic), yang mencakup juga semua rasa syukur yang berada di tingkatan syukur pertama (syukur parsial). Rasa syukur ini tidak terikat pada situasi dan kondisi serta menyatu pada diri Anda atau menjadi identitas Anda. Beberapa contoh syukur di tingkatan ini antara lain rasa syukur terhadap hidup Anda, dunia seisinya, waktu dan ruang, masalah dan tantangan, pikiran dan perasaan Anda, kebebasan Anda memilih, syukur terhadap ide dan konsep Anda dan sebagainya. Pada dasarnya rasa syukur ini mengatakan, “Betapa indahnya hidup ini.” Sikon (situasi dan kondisi) tidak relevan lagi karena tingkatan syukur ini merupakan sebuah pilihan yang tidak memerlukan alasan. Perumpamaannya adalah mirip kita sedang bermain video game atau Play Station. Semuanya terasa menyenangkan, musiknya, gambarnya, permainannya, karakternya dan sebagainya. Tidak jadi masalah apakah Anda menang atau kalah karena pengalaman bermainlah yang terpenting. Artinya Anda perlu melepaskan semua alasan dibalik rasa syukur Anda. Bersyukurlah terhadap keberadaan Anda sendiri, maka Anda telah bergerak dari melakukan syukur (doing grateful) ke menjadi bersyukur (being grateful). Dan Anda akan mampu mengaktivasi Hukum Ketertarikan karena Anda telah memancarkan rasa syukur setiap saat dan kapan saja. Ingat ! Being grateful bukan hanya sekedar doing grateful.

Dengan sikap semacam ini, insyallah, keberuntungan akan menjadi milik Anda. Wish You Luck. (SA)

Salam,

Sucipto Ajisaka

Posted by Purnomo Hadi at 8:55 PM 0 comments

Cara Meraih Sukses dan Menjadi Kaya

Saya bagikan kepada Anda, sebuah alternatif untuk meraih sukses atau mendapatkan kekayaan. Cara ini mungkin bukan satu – satunya, dan bisa jadi bukan yang terbaik. Tapi tidak ada salahnya cara ini Anda coba, karena cara ini Insya ALLAAH telah bekerja pada diri saya dan juga pada orang lain yang mengetahuinya, termasuk pada sejumlah peserta training saya.

Silahkan ikuti dan praktekkan satu demi satu langkahnya berikut ini:

Menyadari dan Menghargai Ketiadaan
Ketahuilah, bahwa segala sesuatunya tercipta. Berasal dari tidak ada, menjadi ada, dan akan kembali ke tiada. Manusia lahir ke dunia dari tidak ada dan pasti akan kembali pada yang tiada. Manusia lahir dengan ketidakmampuan, lalu beradaptasi menjadi mampu, dan akan kembali menjadi tidak mampu.

Demikian halnya dengan keinginan atau tujuan. Awalnya sekedar gambaran mental, sesuatu yang tidak nampak secara kasat mata. Lalu berproses, termanifestasi sedikit demi sedikit hingga sampailah pada wujudnya yang sempurna. Setelah terwujud, ingatlah, keinginan itu pun akan kembali pada tiada.

Hargai ketiadaan, karena dari sanalah segala sesuatunya dimulai. Inilah titik awal dan sekaligus akhir dari suatu putaran.

Belajarlah dari para Nabi dan Rasul ALLAAH. Mereka senantiasa menyadari dan menghargai ketiadaan itu. Nabi Muhammad S.A.W selalu menghargai orang miskin dan kaum fakir, karena sebenarnya menjadi kaya itu berawal dari tidak kaya. Memiliki sesuatu itu berawal dari tidak memiliki.

Demikian halnya dengan Nabi Sulaiman A.S, beliau adalah Nabi yang kaya raya, tetapi beliau malah selalu berkata ”kekayaan ini hanyalah milik ALLAAH semata”.

Temukan Keinginan Anda yang Sebenarnya
Evaluasi terus keinginan Anda. Tanyakan pada diri sendiri, benarkah ini yang sangat saya inginkan?. Dan seberapa besar saya menginginkannya?. Teruslah bertanya hingga Anda menemukan keinginan – keinginan yang sesungguhnya.

Setelah mengetahui apa yang sebenarnya Anda inginkan, tangkap dan jadikanlah fokus. Anda boleh melakukan visualisasi untuk memperjelas fokus keinginan tersebut.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan saya yang berjudul What Do You Really Want?.

Lepaskan Keinginan Anda
Kini Anda telah memahami dan mendapatkan fokus dari apa yang Anda inginkan. Langkah berikutnya adalah melepaskannya. Pasrahkan keinginan tersebut hanya kepada-NYA.

Yang saya maksud dengan melepaskan adalah benar – benar melepaskannya. Tidak perlu Anda ingat – ingat lagi, dan tidak perlu Anda mempertanyakan bagaimana caranya saya akan mendapatkan keinginan tersebut. Lepaskan, pasrahkan saja. Biarkan keinginan itu keluar dari pikiran dan hati Anda, biarkan ia mengalir bersama putaran yang telah diciptakan-NYA.

Lalu bagaimana kalau tiba – tiba pikiran atau perasaan tentang keinginan itu hadir kembali?. Jangan khawatir, lepaskan lagi saja. Yang terpenting adalah Anda meyakini bahwa sesuatu yang Anda lepaskan itu pasti akan kembali lagi kepada Anda. Karena inilah hukumnya, dan begitulah pola gerakan semua ciptaan yang ada di alam semesta ini.

ALLAAH lah sang pencipta hukum ini, dan DIA telah berjanji bahwa apa yang Anda sampaikan kepada-NYA (do’a) pastilah akan dikembalikan lagi kepada Anda (kabul). Percayalah, ALLAAH tidak akan mungkin mengingkari janji-NYA.

Bersiaplah Menerima
Sekali lagi ALLAAH yang Maha Menggenggam semesta ini tidak akan mungkin mengingkari janji-NYA. Karena itulah do’a sudah pasti dikabulkan. Namun, ada kalanya manusia terlalu angkuh dengan dirinya sendiri, sehingga ia tidak mampu membaca pertanda terkabulnya do’a atau petunjuk yang diberikan oleh-NYA.

Contohnya begini. Ada seorang karyawan yang berdoa ingin menjadi pengusaha sukses. Lalu beberapa bulan setelah berdo’a ia di PHK oleh perusahaan. Si karyawan ini begitu geram dengan keputusan yang dinilainya sepihak, sehingga ia pun protes keras, mencari dukungan, dan malah semakin sibuk melancarkan demonstrasi kepada perusahaan menuntut haknya dikembalikan.

Lupa lah ia pada permintaan yang pernah disampaikannya dulu. Padahal, bila tidak disikapi dengan emosional, bisa jadi proses PHK itu menjadi jalan bagi dia untuk mulai berwirausaha. Inilah bentuk keangkuhan manusia yang menyebabkan ia tidak bisa membaca petunjuk dari ALLAAH S.W.T.

Untuk itu sangat penting bagi Anda bersikap tenang, rendah hati, merasa tidak mengetahui apa – apa, dan menyatakan siap menerima semua petunjuk dari-NYA. Dalam tahap ini Anda bisa mengkondisikan diri dalam Knowing Nothing State atau Zero Mind.

Bila petunjuk itu sudah nampak, maka segeralah bergerak mengikutinya. Inilah cara ikhtiar atau berusaha yang lebih mudah. Saya pernah menyampaikan hal ini dalam tulisan saya yang berjudul ”Menjemput Rezeki Seperti Burung”. Silahkan dibaca kembali.

Bersyukur
Apabila Anda menemukan keinginan (yg sebenarnya) mulai terwujud dalam bentuk sekecil apapun, segeralah bersyukur kepada-NYA.

Misalnya begini, Anda menginginkan bisa berbagi pada sesama. Tiba – tiba Anda melihat di rumah ternyata ada barang yang bisa diberikan pada orang lain, katakanlah baju. Segeralah berikan baju tersebut pada yang membutuhkan, lalu setelah memberi bersyukurlah. Berterima kasihlah kepada ALLAAH yang telah memperkenankan Anda untuk berbagi sekecil apapun. Rasakan bahwa memberi itu amatlah indah dan nikmat.

Ingat, kemampuan Anda berbagi itu bukan suatu kebetulan, atau bukan semata – mata kemampuan Anda. Melainkan hal tersebut merupakan kehendak dari-NYA. Anda tinggal melaksanakan saja.

Atau, Anda menginginkan bisa menafkahi istri dan anak dengan layak. Lalu tiba – tiba ada yang memberi Anda uang 10 ribu rupiah. Nah segeralah syukuri rezeki yang tidak diduga itu, walaupun kecil jumlahnya. Setelah itu uang tersebut jangan dipakai sendiri, tetapi serahkanlah kepada istri. Karena niat Anda kan menafkahi istri dan anak secara layak. Saat selesai memberikan kepada istri, jangan lupa untuk bersyukur lagi. Berterima kasihlah atas nikmat memberi nafkah itu.

ALLAAH telah berjanji bahwa bila seorang hamba mensyukuri nikmat yang diberikan-NYA, maka DIA akan menambah nikmat tersebut.

Lalu bagaimana kalau keinginan Anda itu banyak, dan Anda sendiri mulai lupa. Bagaimana Anda bisa menilai bahwa kejadian ini dan itu merupakan manifestasi perlahan – lahan dari keinginan – keinginan Anda?.

Nah, agar lebih mudah, maka bersyukurlah setiap saat. Bersyukurlah atas apapun yang setiap hari Anda terima. Bersyukurlah atas apapun yang setiap hari bisa Anda kerjakan.

Lepaskan Kepemilikan
Bila keinginan Anda sedikit demi sedikit terwujud. Maka lepaskanlah rasa memiliki terhadap apa yang Anda inginkan itu. Gunakan secukupnya oleh Anda, dan jangan lupa serahkan yang menjadi hak orang lain (bayarlah Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan lainnya).

Sebuah teori spiritual mengatakan bahwa manusia itu adalah energi. Dan antar energi sebenarnyan saling terhubung satu sama lain. Artinya, manifestasi keinginan Anda bisa jadi merupakan manifestasi dari keinginan orang lain. Ada hak orang lain yang ALLAAH titipkan kepada Anda bersamaan dengan terwujudnya keinginan – keinginan Anda.

Selain itu hakikat dari melepaskan adalah mengembalikan keinginan Anda tersebut pada proses perputaran. Dimana apa yang Anda lepaskan itu akan selalu kembali pada diri Anda sendiri.

Demikianlah saya bagikan tips untuk meraih sukses dan menjadi kaya. Sekali lagi, mungkin ini bukan satu – satunya cara. Tetapi saya yakin inilah cara – cara yang bermanfaat, cara – cara yang mulia (dibandingkan korupsi, mencuri, memakan riba, dsb).

Silahkan dicoba dipraktekan, saya sangat terbuka untuk berdiskusi atau menerima kritik dan masukan dari Anda semua. Kesalahan berasal dari kebodohan saya semata, dan kebenaran hanyalah milik ALLAAH.
Muhammad Isman

Posted by Purnomo Hadi at 8:52 PM 1 comments

Wednesday, February 13, 2008
4 x KEAJAIBAN ITU TERJADI

Saya taxi driver di Jogjakarta. Pembaca semua pasti paham, bahwa penghasilan sebagai taxi driver tidaklah pasti. Kadang dapat sedikit tapi sering juga dapat lumayan banyak. Alhamdulillah. Nah… suatu saat saya melihat buku QI di Gramedia Jogja. saya penasaran sekali karena beberapa waktu ylll saya juga nonton Film The Secret… bagus film itu tapi sayang mereka tidak pernah mengenal kata Tuhan…Huh … di buku QI itu ada Gambar kunci The Secret…

Ternyata Ajaib sekali…
Setelah saya Sholat Dhuha, sambil mendengarkan CD Alphamatic saya mem-visualisasi-kan dengan cara saya tulis di selembar kertas kecil, berapa uang/hasil yang ingin saya dapatkan hari ini… Ajaib sekali pada hari itu saya tulis saya ingin hasil 300 ribu… dengan nggak sadar saya ralat jadi rp.250 ribu. Kertas itu saya lipat saya masukkan kedompet, lalu saya ikhlaskan… Padahal rata-2 pendapatan hanya sekitar Rp.100-150rb/hari. Singkat cerita esok harinya saya setor ke kantor dan ketika saya hitung pendapatan bersih hari itu BENAR-2 AJAIB… SAYA DAPAT 250RB (uang limapuluhan ribu 5 lembar) persis seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bahkan tidak lebih dan tidak kurang walau Rp.1rb. Pas dan Presisi. Saya terharu sekali bahkan sampai merinding rasanya…

Saya masih belum yakin 100% saya coba untuk yang kedua kalinya AJAIB lagi saya fikirkan 200rb itu benar terjadi… saya fikir 200rb terjadi lagi dan itu berulang sudah sampai 4X ini. Allahu Akbar…. Lantas bagaimana jika yang kita fikirkan (doa) 10jt..? atau $10jt…PASTI dan PASTI TERJADI. Manusia Makhluq Teragung yang pernah diciptakan ALLAH SWT. Amien….

Sumber : Quantum Ikhlas Reader’s Zone

Posted by Purnomo Hadi at 2:48 AM 0 comments

LOA pun berlaku untuk hal negatif

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita (LoA sekali ya…, red.). Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman pribadi yang terjadi pada 2003.

Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan. Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang tersambung ke sebuah layar monitor.

Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya. Dokter berkata, “Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu”.

Saya pun menjawab “Mengapa dokter meminta izin saya?

Bukankan setiap pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta izin saya”

Dokter itu menjawab “Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.”

“Memang harganya berapa dok?” Tanya saya.

Dokter itu dengan mantap menjawab “Dua belas juta rupiah sekali suntik.”

“Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?”

Dokter itu menjawab, “Sehari tiga kali suntik pak Jamil.”

Setelah menarik napas panjang saya berkata, “Berarti satu hari tiga puluh enam juta, Dok?” Saat itu butiran air bening mengalir di pipi. Dengan suara bergetar saya berkata, “Dokter tolong usahakan sekali lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.”

“Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti obatnya, Ppak.” jawab dokter.

Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, “Ya Allah Ya Tuhanku…

aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku… gerangan keburukan apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk. Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada Mu Ya Tuhanku.

Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.”

Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan kejadian puluhan tahun yang lalu.

Ketika itu, saya hidup dalam keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri mencuri uang ibu saya yang hanya Rp.

125. Saya ambil uang itu, Rp 75 saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata berkata, “Pokoknya yang ngambil uangku kualat… yang ngambil uangku kualat…” Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh ibuku.

Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku bahwa sayalah yang mengambil uang itu.

Usai berdoa saya merenung, “Jangan-jangan inilah hukum alam dan ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan mengambil uang yang ia miliki itu.”

Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu saya “Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?”

“Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil, duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-teganya ada yang ngambil,” jawab ibu saya dari balik telepon. Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata mengalir di pipi.

Sambil terbata saya berkata, “Ibu, maafkan saya…

yang ngambil uang itu saya, bu… saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf… saat nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama ibu.”

Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik telepon saya dengar ibu saya berkata: “Ya Tuhan, pernyataanku aku cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.” Setelah memastikan bahwa ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan memohon doa darinya.

Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata “Selamat pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.”

Bulu kuduk saya merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya berkata. “Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan dokter.”

Saya meninggalkan ruangan dokter itu…. dengan berbisik pada diri sendiri “Ibu, I miss you so much.”

Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

sumber: http://www.suaramer deka.com/

Posted by Purnomo Hadi at 2:25 AM 0 comments

Tuesday, February 12, 2008
LOA DAN NLP (MODELLING)

Tue Aug 7, 2007 2:47 pm, “Teddi Prasetya Yuliawan”

Dear para LoA,

Ketika menerapkan LoA kan kita harus berada dalam state layaknya kita sudah menerima hal tersebut. Inilah sebabnya jika ingin hidup berkelimpahan, maka kita harus melatih diri untuk selalu berada dalam state yang bekelimpahan, misalnya dengan memperbanyak memberi.

Nah, kalau dalam NLP kan state itu bisa kita ‘ambil’ dengan beberapa cara: pengalaman serupa di masa lalu, kreasi kita sendiri (as if frame), atau memodel orang lain. Mengenai 2 cara terakhir, adakah yang pernah mencoba dan mengamati hasilnya? Bagaimanakah kualitasnya jika dibandingkan dengan cara yang pertama?


Salam

Teddi Prasetya Yuliawan

IKHWAN SOPA
Mas Teddi, kebetulan Power Workshop E.D.A.N. menerapkan yang kedua,
yaitu self-modelling (sorry ini bukan ngiklan tapi cerita aja). Dan
karena workshop ini adalah tentang PD, apa yang diperoleh peserta
malah bukan hanya state, tapi realitas obyektif baik secara RI dan RE.

Sampe ada peserta yang sudah masuk ke frame ini, bilang begini:

“Bapak dan Ibu sekalian… Saya nggak ngerti kenapa saya jadi
beginiiii…!!!”

Menurutku, modelling itu hanya tool alias bridging. Bagaimanapun, ia
harus berakhir pada sebuah state yang didasarkan pada self-modelling,
sehingga, state itu akan punya tombol yang bisa di-on-kan setiap saat.

Dimulai dengan memodel orang lain, kemudian memodel peak state dari
diri sendiri.

Kalo tentang masa lalu, setiap orang kan berbeda-beda. Ada yang malah
perlu melupakan masa lalu itu. Dan yang begini kan butuh skill
timeline. Dan untuk self-modelling menurutku lebih positif sifatnya,
because everybody already have all the resources within.

Gitu kalo menurutku.

(Lama-lama, ini jadi kayak sebuah aliran di NLP nih… he…he…)

EDY DJOTI
Seperti halnya diterangkan dalam NLP, bahwa setiap orang memiliki
preferensi tersendiri (audio, visual atau kinestethic), demikian juga
modelling:

1. Self-Model (dari sukses kecil ke sukses besar)
Pernah juara kelas waktu SD, jadi juara kelas SMP, SMA, dan pada saat
kuliah. Di tempat kerja juga tetap berprestasi.
Apakah pernah menemukan orang seperti itu? Kalo ya, berarti terbukti bahwa
self-model bisa dilaksanakan.
Di NLP ini disebut Visual Remembered Images.

2. Self-Create (membayangkan sukses besar yang belum pernah terjadi)
Bagaimana Edison bisa menemukan lampu walaupun hal tersebut belum pernah
ada, bagaimana manusia bisa terbang kalau tidak pernah ada manusia yang
bisa membayangkan? Bagaimana bisa tercipta telpon bahkan handphone
bilamana kita hanya membayangkan hal-hal yang sudah ada.
Jelas ini juga terbukti bahwa Self-Create Image juga bisa diwujudkan.
Di NLP ini disebut Visual Constructed Images.

3. Modelling Other People
Ini justru jurus utama NLP, modelling people excellent. Bagaimana memodel
Virginia Satir, Milton Erickson dan Fritz Pels hingga berkembang menjadi
NLP sebagaimana hari ini. Hasilnya ternyata luar biasa juga.
Demikian juga bila kita memodel orang-orang sukses, kita bisa menjadi
sukses. Bila kita memodel orang kaya, kita juga akan menjadi kaya.

Saya percaya bahwa dari 3 cara tersebut, masing-masing pasti punya pilihan
yang lebih cocok untuk diri sendiri.

Yang lebih penting dalam LoA, kita tidak berhenti hingga di Visualisasi,
tanpa pernah melakukan action apapun. Analoginya adalah: biji kecambah
akan tetap jadi biji kecambah, tapi sekali diberi air sedikit saja, maka
biji kecambah akan tumbuh menjadi taoge! Action sekecil apapun akan
men-spiralisasi kita mencapai tujuan visualisasi kita. Atau mungkin
pepatah lebih tepat menggambarkannya: ‘Perjalanan ribuan mil dimulai dari
satu langkah kecil!’

Jadi hubungan antara NLP dan LoA jelas-jelas ada!

Contohnya:

1. Kita meminta kepada Tuhan, kepada Alam Semesta, akan lebih berhasil
bilamana kita Pacing dulu … (NLP banget!)
2. Visualisasi akan lebih mudah terwujud kalo kita bisa Access, Amplify,
Anchor, Apply setiap saat … (NLP banget!)

Saya sangat yakin bahwa untuk mewujudkan LoA ke dalam diri kita, NLP
merupakan kunci utama untuk mempercepat segala sesuatu terwujud.

Dan LoA juga akan lebih mudah dimengerti dan dipahami apabila disampaikan
dengan teknik training ala NLP.

Makanya lahirlah sebuah training/workshop bernama ‘Cracking Law of
Attraction with NLP)’ yang akan diadakan pada hari Sabtu, 3 November 2007
(setelah Lebaran) yang akan dibawakan oleh Pak Ronny F. Ronodirdjo.

FAIF YUSUF
Pak Roni,

Saya akan coba menceritakan sedikit pengalaman saya saat mengikuti workshop E.D.A.N beberapa bulan yang lalu.

Hal ini semoga bisa sedikit menggambarkan proses self modeling yang sedang kita diskusikan

Seperti kita tahu, workshop E.D.A.N adalah workshop yang bereskalasi.

Peserta dituntut pastisipasi 100% dari awal hingga akhir untuk bisa mencapai peak performance dari dalam dirinya.

Selama workshop, peserta akan di tuntun untuk menemukan potensi terbaik dalam dirinya,

Berbagai hambatan / mental block yang ada di “runtuhkan” dengan pendekatan motivasional yang amat menarik.

Dengan pemahaman baru yang berhasil ditanamkan, kepercayaan diri peserta akan meningkat drastis.

Walaupun workshop ini memakai public speaking sebagai modeling templatenya, tetapi sesungguhnya worskop ini merupakan workshop pengembangan diri yang action oriented.

Apa yang terjadi saat peserta berbicara di depan umum, merupakan cerminan dari kondisi dia saat berkomunikasi di mana saja.

Setelah selama sehari di “godok” Pak Sopa, seratus persen peserta merasa jauh percaya diri dan saat itulah dia mencapai peak performance.

Untuk menyalurkan hal tersebut, Pak Sopa membuat semacam tempat khusus berbentuk sebuah kotak persegi empat (yang dibatasi dengan selotip).

Tempat itu disebutnya sebagai kotak “keramat”, dan hanya bisa dimasuki peserta di akhir acara, manakala sudah yakin bahwa dia “layak” memasukinya karena merasa telah mencapai self modelling terbaik pada diri mereka.

Didalam kotak persegi empat itulah, peserta bebas mengekspresikan dirinya. Disanalah mereka melakukan self modelling, yang diharapkan akan selalu diingat dan di praktekkan ketika sudah berada di luar workshop.

Dan faktanya, saat itu 100% peserta berani memasuki kotak segi empat “keramat” tersebut, dan berbicara dengan sangat meyakinkan di depan peserta lainnya.

Artinya mereka telah menemukan “self modelling” yang terbaik pada diri mereka saat itu.

Mohon maaf Pak Sopa, seandainya saya kurang pas dalam menuturkannya.

Karena faktanya, manfaat workshop ini memang sangat terasa, namun kadang kita susah untuk menggambarkannya ( ini bukan iklan lho, cuma testimoni he..he..)

Salam

SOPA
He…he…he… kurang lebih bagitu dah.
Aku kan jadi hemat ngomong nih…
Apa yang disampaikan oleh Mas Faif emang udah cukup precise.

Kotak yang terakhir itu sebenarnya, cuman salah satu anchor aja.
Hanya, dalam faktanya ternyata bisa menjadi sangat efektif sebagai sebuah tombol.
Saat dipencet, maka ybs akan bisa “berubah…!”

Ada yang sudah enam bulan dan sembilan bulan berlalu, mereka hanya perlu pencet tombol itu,
dan ternyata it’s work perfectly. Padahal, udah gonta-ganti psikolog. Aku cuma tahu apa yang dialami
sebenarnya bukan klinis, tapi hanya mental block. Kalo klinis, gua nyerah deh.

Satu lagi, yang mungkin dilupain oleh Mas Faif, adalah pentingnya pacing dan leading dalam sebuah
“mass waking hypnosis” seperti itu (ini yang aku bilang aku mo belajar sama Mas Ronny), sehingga aktivasi
“mini LOA universe” (alias LOA di dalam kelas) bisa bekerja. Kalo sudah bisa “on”, kita berikan penekanan bahwa “mini LOA” itu adalah cerminan presisi dari LOA di alam semesta.

Wah… jadi bocor-bocoran nih.
He…he…he… nggak apa-apa. Demi sukses Anda.

Posted by Purnomo Hadi at 8:10 PM 0 comments

Monday, February 11, 2008
Alhamdulillah doa terkabul………

Saya jadi ingat pelatihan yang saya ikuti dulu setelah ada buku quantum iklhas ini, ada sharing yang unik dari pengalaman saya mengikuti Mind focus thn 2005.

Pada saat saya mendengarkan CD (sesuai training yang diajarkan mind focus) saya selalu membayangkan uang jumlah 20 juta kadang lebih dilayar monitor atm saya dan saya mevisualisasikan hal hal lainnya yang berkenan dengan cita2 saya. Kira kira 2 bulan saya memvisualisasikan dalam keadaan alphamatik, kemudian terus terang saya berhenti mendengarkan CD karena saya pindah keluar kota tanpa membawa CD tersebut. Kurang lebih 6 bulan kemudian saya tidak menyadari selalu melihat atm saya selalu lebih dari 20 juta bahkan cara melihat, memegang, rasanya tekstur,dan kejadian2nya mirip dengan visualisasi saya 6 bulan lalu. Kini Atm saya selalu lebih dari 20 juta, saya baru sadar bahwa hal ini sangat mirip dengan visualisasi saya dulu,

Terus terang saya tidak tahu apakah ada hubungannya?? Saya sekarang setiap hari hanya bersyukur, ihlas dan pasrah, sedekah dan selalu bahagia pada Allah SWT karena dengan “master key ” tersebut hidup saya telah berubah jauh lebih baik. Padahal usaha saya lebih ringan dari sebelumnya…. Alhamdulillah…ajaib

Salam untuk Mas Nunu dan Mas Yudi dan kerabat KATAHATI, kalau ke Jakarta Insya Allah saya ikut Heart Focus

Salam Ikhlas dan bahagia

Zaki

Posted by Purnomo Hadi at 6:28 PM 0 comments

Law of Attraction: Oops! I Did It Again

Yang di atas itu memang judul lagunya Brit. Tapi yang ini, adalah cerita tentang terulangnya fenomena Law of Attraction pada diri saya. Fenomena, yang kata orang sering membuat manusia menjadi enggan bertindak dan lebih senang melamun. Fenomena, yang mungkin memang tidak membahas “action” karena dianggap tak perlu lagi dibahas, sebab dianggap sudah dilakukan dengan optimal dan maksimal. Fenomena, yang sebenarnya bisa dipersamakan dengan fadhail alias keutamaan, karena apa yang menjadi syariat utama dianggap tetap berjalan. Fenomena, yang sebenarnya lebih tepat dianggap sebagai bonus dari “action”.

Di alam semesta ini ada banyak sekali hukum alam. Kita bisa menemukan setidaknya ada 18 hukum alam yang berlaku tetap dan pasti sebagai sunatullah selama alam semesta masih ada. Tahukah Anda bahwa hukum sebab-akibat, hanyalah salah satu dari itu semua?

Jika seluruh hukum alam itu bisa diaktivasi secara positif sesuai maksud dan tujuannya, maka hasil akhirnya adalah sebuah fenomena daya dan kekuatan yang dianggap paling powerful di alam semesta. Kekuatan itu disebut dengan Law of Attraction alias hukum ketertarikan.

Inilah penjelasan “bonus”, tentang mengapa angsa berkumpul dengan angsa, kambing berkumpul dengan kambing, penggila olah raga dengan penggila olah raga, hobiis catur dengan hobiis catur lainnya.

Juga, tentang lahirnya berbagai jargon yang dikenal oleh dunia modern seperti “komunitas”, “almamater”, “geng”, “kelompok”, “band”, “grup”, “hobbyist”, “kelompok penggemar”, “persatuan”, “asosiasi”, atau bahkan “partai”.

Adalah benar bahwa semuanya bisa terjelaskan secara logis, di mana semua itu terjadi karena kesamaan sifat dan karakter, kemiripan interest dan hobi, persamaan kepentingan, kesamaan golongan, orang yang tepat, waktu yang tepat, dan situasi yang tepat.

Di luar apa yang menjadi syarat-syarat logis di atas, dan selain apa-apa yang menjadi syariat dan amal yang wajib, apa yang mempersatukan semua itu adalah Law of Attraction.

Jika kita bisa memahami dan mengaktivasi Law of Attraction, maka kita bisa menciptakan fenomena yang merupakan kebalikan dari semua gambaran tentang saling tertariknya satu sama lain sebagaimana di atas.

Dengan Law of Attraction kita bisa menarik orang yang tadinya tidak interest menjadi interest. Kita bisa menyatukan orang-orang yang berbeda kepentingan terkumpul dalam suatu wadah dan menjadi orang-orang yang punya kepentingan sama. Kita bisa menarik orang lain untuk juga ikut menggemari apa yang kita gemari. Kita bisa membuat orang-orang yang awalnya berkonflik berubah menjadi sahabat setia.

Adakah, Law of Attraction juga bisa menarik sesuatu yang kita inginkan selain itu? Misalnya mobil, rumah, uang, atau kesuksesan duniawi lain? Tentu saja.

Dasarnya sederhana saja, yaitu bahwa tidak satupun yang terjadi di alam semesta ini, terjadi sebagai kebetulan. Tuhan itu Maha Besar dan Maha Mengetahui. Sehingga, tak satupun terjadi tanpa sepengetahuan dan tanpa kehendak-Nya. Segala sesuatu, memang bagian resmi dari skenario-Nya. Tak ada kebetulan, tak ada tidak sengaja.

Kita sebagai manusia, bisa berperan dalam sistem alam semesta yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita, di mana alam semesta itu telah ditaklukkan bagi kita, untuk tujuan beribadah kepada-Nya.

Peran itu di antaranya adalah kemampuan untuk mengaktivasi fenomena Law of Attraction, sebagai sebuah demonstrasi dari sifat Maha Besar-Nya, dan dari sifat Maha Pemurah-Nya. Lebih tepatnya, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan sunatullah sehingga kita bisa belajar, mengenali, dan akhirnya meyakini segala sifat Maha-Nya.

Dengan Law of Attraction (tanpa meninggalkan syariat utama dalam bentuk amal alias action), kita bisa menarik apapun yang kita inginkan tanpa melihat apakah yang kita inginkan itu baik atau buruk, positif atau negatif, dan bahkan kita sukai atau tidak kita sukai. Sepanjang kita menginginkannya, maka kita bisa mendapatkan semua itu atas izin dari-Nya.

Mengapakah ada orang yang dianggap jahat, tapi juga dianggap sukses secara finansial? Mengapakah ada orang baik yang ternyata juga sukses secara finansial? Mengapa faktor “bersabar”, “kerja keras”, dan “tekun” tidak hanya berlaku bagi mereka yang meyakini Tuhan? Perampok pun jika “tekun” dan “sabar”, akan menjadi perampok yang sukses bukan? Terlepas dari tempat kembalinya setelah kematian menjemput.

Hari Sabtu yang lalu, saya menghadiri acara arisan bersama teman-teman alumni SMA saya. Acara arisan dan silaturahim itu diselenggarakan di Kalianda Resort, sebuah pantai yang manis di ujung propinsi Lampung.

Saya berangkat dari Jakarta, dijemput oleh teman alumni yang juga bekerja di Jakarta. Kami bersepakat untuk berangkat bersama dengan teman lain dari Bogor dan Tengerang. Kami menetapkan untuk berangkat pagi-pagi sekali sebelum subuh menjelang.

Malam itu, saya sempat begadang untuk sebuah urusan. Ketika hampir subuh, saya dibangunkan oleh dering HP dari teman yang akan menjemput saya. Dengan terburu-buru, saya segera mandi. Belum lagi saya selesai mandi, teman saya itu datang. Maka saya pun berkemas dengan tergesa-gesa. Rencananya, kami shalat subuh di Karawaci.

Saya ingat di perjalanan, ternyata saya lupa membawa uang. Untunglah di saku jeans saya masih terselip kartu ATM saya. Saya mintakan pada Mas Ridho teman saya yang sekarang penggiat offroad itu, untuk mampir ke salah satu ATM yang kami ditemui di sepanjang jalan. Saya perkirakan, ATM itu ada di rest area sekitar Karawaci atau di kota Cilegon. Mungkin karena masih terlalu gelap, saya belum berhasil juga menemukan mesin ATM di sepanjang tol Jakarta-Merak.

Sampai di Cilegon, kami mampir sarapan di sebuah restoran soto yang cukup terkenal. Mungkin juga karena terlalu asyik bertemu teman lama, saya pun lupa mencari ATM di sana. Alhasil, sampai di kapal pun saya tetap belum memegang uang kas (Kapal Ferry Mufidah namanya, yang berlayar di tengah cuaca keras dan berguncang-guncang serta membuat mual isi perut). Begitu pula, saat kami tiba di tempat acara.

Acara berjalan dengan segala kemeriahan, dan ditimpali dengan pergeseran perilaku setiap orang yang kembali ke masa-masa dua puluh tahun yang lalu. Di tengah kemeriahan itu, seseorang mendekati saya, Rini namanya.

Rini adalah sahabat SMA saya, kini seorang dokter. Ia rupanya menagih iuran arisan untuk dua bulan lamanya. Hari itu memang akan diadakan penarikan arisan. Saya memang belum menyetor karena di pertemuan sebelumnya saya tak bisa hadir.

Saya meminjam uang kas kepada Mas Ridho, dan saya katakan akan saya ganti segera. Mas Ridho meminjami saya, dan kemudian saya menyerahkan uang itu kepada Mbak Rini. Saya katakan pada Mbak Rini,

“Ini Mbak uangnya. Entar aku yang dapet lho!”

Rini berlalu dan mencari penunggak lain. Saya kembali tenggelam dalam nostalgia bersama teman-teman lama.

Sore hari, pemenang arisan diumumkan. Alhamdulillah, saya adalah pemenangnya. Saya kembalikan uang Mas Ridho dengan disertai senyum rasa syukur. Acara itu, dihadiri oleh sekitar 70 atau 80 orang yang sebagian besarnya ikut arisan. Lumayan juga perolehan saya. He…he…

Why me? Mengapakah kata-kata saya menjadi kenyataan? Kebetulankah itu? Mbak Rini sendiri sempat nyeletuk terheran-heran, dan bahkan sempat “menuduh” saya memiliki “sesuatu”.

Saya tidak memiliki sesuatu, kecuali keyakinan bahwa memang saya-lah yang akan memenangkan arisan kali itu. Keyakinan itu, mencapai puncaknya saat saya menyerahkan uang iuran arisan ke tangan Mbak Rini.

Anda betul. Probabilitas ada bermain di sana. Mungkin juga, nasib baik ikut berperan. Dan tentu saja, the right time, the right place, the right person, the right situation. Akan tetapi, cukupkah itu saja? Tidak. Sebab, itulah yang disebut dengan fenomena Law of Attraction. Bukan kebetulan, bukan klenik, tapi kekuatan pikiran, kekuatan kemauan, dan kekuatan keinginan.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Gambaran berikut ini akan serta merta menyadarkan Anda.

Tuan A dan Tuan B adalah dua sahabat kental yang tukang jajan. Suatu hari, mereka berdua pergi ke sebuah rumah makan. Tuan A memilih menyantap siomay, dan tuan B memilih jajan bakso.

Di sela-sela santapan mereka, Tuan A tergiur oleh bulat-bulat kenyal bakso di hadapan Tuan B. Tuan A memutuskan untuk mencicipi satu butir saja bakso di mangkuk Tuan B. Tuan A pun kemudian mengatakan minatnya kepada Tuan B. Ia meminta bakso itu. Gayung bersambut, Tuan A mendapatkan satu butir bakso yang diinginkannya.

Sebenarnya, semudah itu pula fenomena Law of Attraction bisa diterapkan. Terlebih lagi, jika kemampuan ini dilatih dan dilatih, diasah dan diasah.

Tuan A, saat mengutarakan minatnya kepada Tuan B, tidak hanya sekedar membuka mulut dan mengajukan permintaan. Suara Tuan A, disertai dengan perangkat pikiran, perasaan, emosi, dan mood yang diramu dengan tepat dan positif, menghasilkan kekuatan besar yang membuat keinginannya terealisasikan. Kekuatan Law of Attraction.

Pikiran, perasaan, dan emosi Tuan A, adalah kombinasi positif yang dihasilkan dari proses pengolahan informasi yang dipahami oleh Tuan A sendiri, tentang hubungannya dengan Tuan B.

Bahwa ia merasa dekat dengan Tuan B. Bahwa ia telah bersahabat puluhan tahun dengan Tuan B. Bahwa ia merasa sangat mengenal karakter Tuan B. Bahwa ia begitu yakin akan kedekatannya dengan Tuan B. Bahwa penolakan oleh Tuan B malah justru akan menjadi sebuah kontradiksi di dalam hubungan mereka berdua. Penolakan dari Tuan B akan membuatnya shock dan malah mempertanyakan kembali kedekatan hubungan mereka berdua. Itu semua, berakhir pada sebuah mood yang disertai dengan keyakinan tinggi bahwa Tuan B pastilah memberi.

Maka, dengan segala pemahaman Tuan A tentang kedekatannya dengan Tuan B, Tuan A tetap bisa berkeyakinan bahwa apa yang diinginkannya akan terkabul. Maka, itulah yang terjadi.

Bagaimana, bisakah kini kita memahami siapa itu pemimpin kharismatik? Siapa itu top seller? Siapa itu presenter handal? Siapa itu orang-orang yang sukses, kaya, dan berbahagia? Disadari atau tidak, mereka adalah praktisi handal dalam fenomena Law of Attraction.

Bapak, Ibu, dan Saudara yang budiman. Jika saja kita bisa meramu pikiran, perasaan, emosi, mood, dan bahkan hati dengan cara yang sama dengan yang dilakukan Tuan A, tapi kita terapkan dalam hubungan kita dengan yang Maha Pemurah, Maha Pemberi, Maha Sesuai Dengan Prasangka Hamba-Nya, dan Maha Mengabulkan, apakah yang bisa terjadi?

You Are A Living Magnet!

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
QA Communication
School of Motivational Communication
http://milis-bicara.blogspot.com

Posted by Purnomo Hadi at 5:53 PM 0 comments

Inspire the Human Spirit

Written by Bobby Meidrie Levianto
Friday, 04 January 2008

SEJARAH NLP
Sejarah NLP (Neuro Linguistic Programming) bermula di California pada awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari kesempurnaan keterampilan berkomunikasi. Kesempurnaan ini ditampilkan oleh beberapa orang yang terbukti mampu menyembuhkan klien yang tergolong “orang sulit” (atau bagi kebanyakan orang sudah layak disebut sebagai “mustahil”). Orang-orang yang terbukti mampu dan emudian dijadikan model adalah:

• Virginia Satir, yang mengembangkan Conjoint Family Therapy.
• Fritz Perls, yang mendirikan aliran Gestalt Psychology.
• Milton H. Erickson, yang mengembangkan Clinical Hypnotherapy.

Bandler dan Grinder menemukan bahwa meskipun ketiga orang itu berbeda gaya dan kepribadian, ternyata ada pola yang sama dalam melakukan komunikasi. Pola itu memungkinkan ketiga orang tersebut encapai kesempurnaan teknik komunikasi di bidang masing-masing.

Jika benar demikian, pikir Bandler & Grinder, tentunya pola yang sama bisa dipakai untuk mencapai kesempurnaan di bidang lain. Hasil penelitian terhadap ketiga orang ini menjadi bahan baku bagi NLP.

Selanjutnya Bandler dan Grinder memperkaya NLP dengan menyerap masukan dari:
• Alfred Korzybski, ahli lingustic, tentang mental map.
• Noam Chomsky, ahli linguistic, tentang deep & surface structure .
• Gregory Bateson, ahli antropologi, tentang logical level.

Kini NLP tidak hanya dipakai untuk keperluan terapetis, melainkan meluas pada berbagai disiplin di berbagai negara di dunia, termasuk dalam perusahaan fortune 500. Aplikasinya beragam mulai dari menghentikan kebiasaan buruk hingga menguasai erakan senam, mulai dari rekrutmen pramugari sampai pelatihan sniper bagi Angkatan Bersenjata di Amerika.

APA ITU NLP
NLP dapat dirunut dari ketiga kata pembentuknya, neuro-linguisticprogramming. Dengan neuro, NLP mendasarkan teknik-tekniknya pada fakta bahwa syaraf memegang peran sentral bagi seseorang dalam menyerap pengalaman. Bagaimana syaraf (dan berikutnya otak) menafsirkan pengalaman tersebut dan menggerakkan tubuh sesuai tafsir atas pengalaman itu. Dengan kata lain, otak dan saraf lah yang sesungguhnya mengalami sesuatu.

Dengan linguistic, NLP menunjukkan bahwa neuro dapat dipengaruhi oleh bahasa dalam menafsirkan suatu pengalaman. Kata tertentu dapat mempengaruhi otak agar memberi tafsir tertentu terhadap suatu pengalaman. Pengalaman yang sama akan diberi tafsr berbeda oleh otak jika dirangsang dengan kata yang berbeda. Dengan programming, NLP memberi kesempatan kepada kita untuk mengambil prakarsa mengendalikan cara otak/neuro dalam menafsirkan pengalaman melalui pengaturan rangsang bahasa.

KONSEP NLP
NLP yang dikembangkan oleh 2 orang kini mencakup beberapa aliran, ratusan buku dan ribuan program pelatihan maupun seminar, saya akan mencoba mendefinsikan NLP untuk lebih mudah dipaham, yaitu: adalah seperangkat teknik mental yang mempelajari bagaimana melakukan perubahan (to change) atau memprogram ulang (reprogram) pikiran, perasaan maupun pola-pola mental seseorang yang sudah mengikat dan yang biasanya tidak efektif sehingga menimbulkan dampak perubahan positif bagi seseorang.

Dilakukan dengan cara memodel suatu keunggulan manusia agar bisa diduplikasi dengan lebih mudah, misal memodel keunggulan:
Seorang trainer
Seorang sales
Seorang orator
Seorang pengusaha
Seorang profesional perusahaan
Seorang negosiator, dll.

NLP Sering disebut sebagai: The psychology of excellence, User manual of the brain/Software Of The Mind, NLP is state-of-the-art change management thinking. Dimana sifat pendekatan NLP tidak teoritis namun bersifat aplikatif karene merupakan pemberdayaan diri bagi peserta (Self empowering). NLP merupakan gabungan dari berbagai ilmu antara lain: Hypnotherapy/Persuasive Communication, Psychology, Dll.

SEKILAS TENTANG HIPNOTERAPI

Masyarakat selama ini cenderung menganggap hipnosis sebagai hal yang irasional, bahkan sebagai sesuatu yang magis. Padahal, hipnosis sebenarnya merupakan fenomena rasional dan ilmiah, yang tidak perlu dianggap sebagai hal yang gaib, supranatural, atau bertentangan dengan akal sehat.

Hipnoterapi merupakan salah satu cabang hipnosis yang dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan dan pengembangan diri.

Hipnosis klinis telah mengalami banyak perkembangan sejak pertama kali diterapkan oleh Dr. Franz Anton Mesmer (1734-1815).

Dokter asal Austria itu yang memperkenalkan mesmerisme atau metode penggunaan energi elektromagnetik manusia yang bisa ditransfer kepada orang lain atau untuk diri sendiri. Dari nama dia, muncul istilah mesmeric sleep atau somnambulism, keadaan seseorang dibuat tertidur tetapi tetap bisa diajak bicara yang menjadi cikal bakal hipnosis.

Konsep dan langkah Mesmer disempurnakan oleh Dr. James Braid, ahli bedah asal Skotlandia, pada 1843. Dia juga yang memopulerkan istilah hipnosis. Dia mengembangkan temuan Mesmer dengan membaginya menjadi dua cabang: magnetisme dan hipnosis. Braid pun menggunakan sugesti verbal untuk terapi penyembuhan.

Pada 1955, The British Medical Association mengakui hipnosis sebagai salah satu terapi medis yang sah. Sementara The American Medical Association mengakuinya sejak 1958.

Karena itu hipnoterapi merupakan sebuah metode ilmiah. Tidak ada kaitan dengan unsur klenik apa pun. Hipnoterapi merupakan pengobatan tanpa penggunaan obat-obat kimia. Terapi ini menggunakan sugesti bawah sadar (subconcius mind / gelombang otak Alpha – Theta) sang klien. Subconcius adalah lawan dari concius (alam sadar / gelombang otak Beta). Kalau concius dipenuhi dengan penilaian, tidak demikian dengan subconcius. Di sini Anda bisa jujur terhadap diri sendiri. Namun, alam bawah sadar ini teramat luas. Ia ibarat lautan, semantara pulau kecil yang tampak itulah alam sadar. Karena itulah kehadiran seorang hipnoterapis penting, agar penyebab penyakit Anda di alam sadar bisa ditemukan di alam bawah sadar.

Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk psikoterapi dalam dunia psikiatri. Namun demikian, hipnoterapi juga bisa digunakan pada pasien nonpsikiatrik. Pengobatan model ini bisa digabungkan dengan jenis pengobatan lainnya. Banyak dokter terutama ahli bedah dan anestesi yang terlatih dalam masalah hipnoterapi. Demikian pula dokter gigi serta para perawat. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang yang enggan menjalani hipnoterapi. Hal ini dikarenakan pengertian yang salah mengenai hipnosis dan hipnoterapi.

Klien Sebagai Subjek:

Orang yang dihipnotis sebenarnya tidak dalam keadaan tidur sesungguhnya. Walaupun menggunakan perintah berupa kata ‘tidur’, kata itu tidak membuat pasien tidur sesungguhnya. Klien tetap dalam keadaan sadar, serta mampu mengobservasi perilakunya selama dalam keadaan hipnotis. Ia menyadari segala sesuatu yang diperintahkan serta dapat menolak sesuatu yang bertentangan dengan keinginan atau norma-norma umum. Selain itu, sebelum proses ini dilakukan, telah ada kesepakatan antara klien dan hipnoterapis untuk melakukan hipnoterapi.

Melakukan hipnoterapi terhadap klien sama halnya dengan melakukan terapi lainnya. Klien harus tahu persis mengapa diperlukan bantuan hipnosis dalam terapinya, serta keunggulan apa yang didapatkan dibandingkan model terapi lainnya. Proses hipnoterapi juga harus dilakukan dengan jelas, terbuka, dan tanpa paksaan.

Hipnoterapis sebagai fasilitator dan klien sebagai subjek perlu menjalani kerjasama yang baik sebelum proses hipnotis dimulai. Pemahaman klien akan masksud dan tujuan hipnoterapi merupakan kunci efektifitas terapi. Karena itu diperlukan informasi yang jelas dan pemahaman yang sama. Hal ini bertujuan agar persepsi yang terbentuk dalam tingkat sadar sejalan dengan persepsi bawah sadar.

Menurut Dr. Erwin Kusuma, Sp.KJ, klien hipnosis berperan sebagai subjek. Ini berarti pasienlah yang menentukan apa yang akan dilakukan. Sementara hipnoterapis hanya berperan sebagai fasilitator. Bila sudah terampil, lanjut dosen hipnotis kedokteran FKUI ini, pasien tidak perlu lagi peran fasilitator sehingga hipnotis bisa dilakukan sendiri (self hypnosis).

Pada tingkat bawah sadar, klien tetap sepenuhnya memiliki kendali terhadap kemauannya sendiri sehingga ia tidak mungkin dipengaruhi di luar kesadarannya. ”Ini yang sering disalah mengerti oleh orang awam,” ungkap lulusan Psikiatri Anak dan Remaja FKUI tahun 1982 itu.

Relaksasi Mendalam / Progressive Relaxation:

Hipnosis di masa lalu indentik dengan kondisi tidur, terbaring, atau tidak bergerak. Pada masa kini, hipnosis lebih ditekankan pada kondisi relaksasi yang dalam, baik secara fisik maupun mental. Saat ini dikenal beberapa keadaan hipnotis seperti moving meditation, hypnoidal state, serta automatic writing, dimana klien melakukan aktivitas bawah sadar dalam bentuk gerakan atau tindakan yang dikendalikan oleh niat.

Psikolog pada Pusat Hipnotis Kedokteran RSPAD Gatot Subroto di Jakarta (pusat hipnosis kedokteran pertama di Indonesia) Dra. Psi. Adjeng Lasmini mengatakan, pada hipnotis, klien diajak untuk relaks secara fisik dan mental dengan memusatkan perhatian melalui sarana fiksasi berupa suara, tatapan, dan sentuhan secara berulang dan monoton. Ini membuat pasien merasa semakin santai.

Dalam kondisi hipnosis, lanjutnya, sugesti positif yang ditanamkan disusun dalam kalimat yang sederhana. Karena pada kondisi ini kemampuan seseorang untuk merangkum kalimat demi kalimat mengalami penurunan.

Seperti dikatakan Dr. Erwin Kusuma, Sp.KJ, program yang ditanamkan dalam hipnoterapi harus positif. Ini mengingat klien tidak memiliki kemampuan merangkum (sintesis) karena kecerdasan jasmaninya menurun. Bila hal ini tidak diperhatikan, bukan tidak mungkin akan muncul hasil yang tidak diinginkan, seperti timbul abreaksi (keluarnya rekaman bawah sadar secara serentak, seperti kekesalan dan kesedihan, sehingga ungkapan dan tindakan pasien tidak terkendali).

Kasus seperti apa saja yang bisa mendapatkan hipnoterapi? Erwin mengungkapkan, klien dengan kasus kecemasan, depresi dan fobia adalah yang paling sering mendapatkan hipnoterapi. Bagi klien yang mengalami gangguan kecemasan sehingga cemas pula untuk menelan obat, hipnoterapi adalah tindakan yang utama.

Hipnoterapi juga dilakukan untuk klien dengan gangguan psikosomatik. Sedangkan untuk gangguan fisik murni (somatik), hipnoterapi berperan sebagai penunjang.

Hipnoterapi dapat menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok, judi, insomnia, penyakit kulit, kleptomania, phobia, trauma pskologis (kekerasan, perkosaan), serta dapat mempercepat penyembuhan ketergantungan narkoba.

Di samping itu juga dapat membantu mengatasi luka bakar, melenyapkan timbulnya kutil, serta mampu menyembuhkan penyakit seperti asma, sinusitis, arthritis, mabuk laut, gangguan menstruasi, tekanan darah tinggi, stroke, impotensi, mengatasi rasa sakit (kasus kanker, persalinan, dan cabut gigi).

Hipnosis juga digunakan untuk mengatasi kecemasan bawah sadar sehingga pasien mampu untuk menghadapi realitas, seperti pada kasus phobia, cemas, gangguan psikomatik, ataupun kebiasaan buruk.

Posted by Purnomo Hadi at 1:59 AM 1 comments

Anchor + Sub-Modality

Assalamu’alaikum
Salam Power

Saudara,tepatnya satu minggu yang lalu saya menghadapi ujian Akhir Semeseter.Sebagaima na prilakunya mahasiswa,menghadap i detik-detik yang sangat genting seperti menggunakan jurus dan technique yang belum pernah diajarkan diseminar manapun.Tehniknya dalah SKS (sistem kebut semalam).SKS pasti dikenal oleh setiap insan yang pernah menduduki kursi kecil terbuat dari kayu atau besi.Disebelah kanannya ada lipatan meja kecil sebagai alasnya menulis…

Pertanyaannya, apakah tehnique ni ampuh…?jawabannya pasti..tapi temporary.Lantas bagaimana agar apa yang saya pelajari biar bisa membekas lama tidak hanya sehari (just in examination day)…?Alhamdulill ah,desember 2007 saya mengikuti pelatihan NLP .Disana diperkenalkan tehnik Anchor,saya coba gunakan anchor untuk mata kuliah yang diujiankan sebagai pengingat.It very wonderfull,its working.Untuk mengingatnya saya hanya perlu penjamkan mata dan menekan ujung jari saya….terus ditambahkan dengan suasana :tempat,visual, auditory (belajar dengan siapa) kinesthetic (melakukan apa ).Apa yang saya pelajari semalam lansung muncul.dan sekarang ada beberapa mata kuliah masih tetap bertahan jika saya menyentuh ujung jari saya.

So bagi anda yang masih dalam belajar (apapun),coba gunakan anchor sebagai penguat memory anda…
Oh ya,Sub-modlity juga sangat dahsyat lho….saya pernah dalam keadaan bad mood (bad state),mau membaca malas,menulis malas dan melakukan aktivitas apapun membuat saya jadi malas juga.Nah untuk merubah state ini saya gunakan Sub-modality, caranya :tutup mata,asosiasi kembali pada suasana sedang memberikan training ,lihat wajah antusias trainee,suara kegembiraan mereka,musik pembakit semangat,gerakan tubuh atau fisiology.

Begitu mata saya buka kembali,postur tubuh saya seketika berubah…sungguh power.Bagi rekan-rekan yang pernah mengikuti atau membaca tulisan para trainer NLP tentang tehnik-tehnik nya segera dipraktikkan, kemudian dishare,kalau ada yang kurang pasti akan ditambahkan oleh mereka-mereka yang lebih tahu dari kita (Iyakan Pak Hing dan Praktisi NLP..?)
“Repeatation is mother of skill” Anthony Robbins

Do It Now Or Never Forever
Rahmadsyah
Personal Development Trainer

Posted by Purnomo Hadi at 1:25 AM 0 comments

JURNAL KEMAKMURAN

Saya belajar banyak dari buku Law Of Attraction Michael J Lossier. Terutama
tentang membuat jurnal kemakmuran.
Langkah ini sederhana tetapi jika anda melakukannya secara rutin, kehidupan
anda lebih menyenangkan, lebih membahagiakan, lebih ringan, lebih banyak
solusi, law pf attraction akan selalu jalan dengan tepat.
Apakah itu?ambil sebuah BUKU TULIS dan tuliskan di cover depannya JURNAL
KEMAKMURAN.
Anda merasa tidak kaya, merasa tidak bahagia karena yang dilihat adalah
bagian tidak kaya dan tidak bahagia. Jikalau anda punya 10 ruang dan 9 ruang
terisi dan 1 kosong maka anda selalu mengeluhkan 1 yang kosong.
Setiap DIRI adalah MAKMUR maka tuliskan perhalaman adalah perhari…tuliskan
kemakmuran apa saja yang anda dapatkan hari itu.
Misal :
Hari Minggu, 10 February 2008

Dapat kopi gratis ditraktir teman
Dapat informasi berharga dari milis
Dihubungi 3 orang konsumen
Dapat order 300 ribu
Bangun semangat yang feel so good
Berangkat kerja on time
Mata sehat
kaki sehat
Suami / istri memujiku
Suami / istriku menciumku
dll

Terima kasih TUHAN.ENGKAU BERIKAN KELIMPAHAN PADAKU SETIAP SAAT.AKU
BERSYUKUR DAN BAHAGIA

Semakin anda banyak menuliskannya.anda sibuk berterima kasih dari pada sibuk
menuntut kekurangan maka FREKUENSI PIKIRAN ANDA di level yang tinggi. Dan
impian anda akan lebih cepat terwujud.

Dodi Zulkifli
Trainer LOA

Saya juga sudah membaca LOA dari Mc.J Losier, tapi belum
sepenuhnya mempraktekkan sheet2 yang ditawarkan Mc J
Lossier, saya baru melaksanakan sheetnya tentang
inventarisasi Kontras.

Baik saudara2-ku LOA tercinta, dengan bantuan sheetnya pak
Lossier, dan dengan semangat melaksanakan QS addhuhaa ayat
11: yaitu “Wa amma binikmati robbika fahaddith”, yang
artinya “Dan dengan nikmat yang diberikan Tuhanmu
sebut-sebutlah”, kami berbagi kebahagiaan pada saudara2:

Jurnal ahir 2007-awal 2008.

1. Alhamdulillah 8 Novembr 2007 lalu anak saya yang ke
empat lahir, laki2, namanya ‘Alwan Abdil Jabbar’.
Subhanallah lucuuu… sekali.

2. Alhamdulillah ahir 2007 kami sudah menutup UM biaya ONH
bersama istri (berangkat untuk yang kedua), insya Allah
ahir November 2008 kami berangkat, mohon doa.

3. Alhamdulillah ahir 2007 saya telah menyelesaikan
transaksi pembelian RUKO di sebuah perumahan senilai
160jt. Persis seperti yang saya cita-citakan 8 bulan
sebelumnya bahwa ahir Desember 2007 saya bisa transaksi,
meskipun uangku masih kurang banyak waktu itu.
Subhanallah cita2 itu benar2 terkabul, meskipun untuk
menyelesaikan transaksi saat itu uang saya masih kurang
4.5jt, tapi saya dipaksa oleh Developernya dengan
ditalangi uang pribadi oleh karyawan Developer tsb sebesar
4.5jt. Allahu akbar.

4. Alhamdulillah awal Pebruari saya bisa nyahur 4.5jt yang
dipinjami oleh karyawan Developer.

5. Alhamdulillah koperasi karyawan BUMN yang dipercayakan
pada kami, yang tadinya karena sesuatu hal tercatat di
bulan Juli 2007, akan rugi 1.3M ternyata hasil laporan
keuangan 6 bulan kemudian menjadi untung 100jt.
Subhanallah adalah nikmat yang luar biasa.

Kami sungguh tidak mampu untuk menghitung nikmat-nikmat
lainnya yang masih banyak sekali, nikmat iman, hidayah,
nikmat kesehatan, keamanan, kenyamanan, kebahagiaan,
kesempatan, anak2 yang patuh pada kedua orang tuanya,
istri yang cantik dan pintar, dll. Allahu ya robbi sungguh
banyak yang telah kauberikan pada kami.

Ya Allah untuk itu semua kami bersyukur kepadamu, semoga
engkau berkenan menambahkan nikmat yang telah kau berikan
pada kami. Begitu juga untuk SELURUH SAUDARA2 KAMI DI
LINGKAR LOA INI, amiin.

Thanks Pak doDi mengingatkan.

Regards,
Jumala/Semarang

Posted by Purnomo Hadi at 1:22 AM 0 comments

Wednesday, February 6, 2008
33 Keajaiban Pikiran Bawah Sadar

Tahukah Anda, pikiran bawah sadar itu:
1. bekerja secara terpisah dari pikiran sadar
2. dapat mendengar, melihat, merasakan semua hal yang belum tertangkap oleh pikiran sadar
3. dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari oleh pikiran sadar
4. pada kondisi tertentu dapat bertindak mandiri, terlepas dari pengaruh pikiran sadar
5. gudang penyimpanan informasi
6. potensi terpendam manusia yang belum digunakan secara maksimal
7. memiliki kemampuan dalam hal persepsi, konseptual, emosi, dan respon yang melebihi kemampuan pikiran sadar
8. dapat mengakses dan menggunakan segala sesuatu yang ada di pikiran sadar, sedangkan pikiran sadar tidak dapat menjangkau isi dan potensi pikiran bawah sadar
9. jauh lebih cerdas daripada pikian sadar
10. jauh lebih bijaksana daripada pikian sadar
11. jauh lebih cepat daripada pikian sadar
12. mewakili potensi intelektual yang luar biasa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
13. dapat mengamati dan merespon atau memberikan respon segala sesuatu secara tulus dan jujur
14. terbebas dari semua pengaruh negatif (bias, prasangka, kebencian, harapan berlebihan, persepsi, dll)
15. menyerap dan mengerti realitas atau kenyataan berdasarkan pengalaman nyata atau apa adanya
16. sumber emosi
17. bersifat universal
18. tidak dipengaruhi oleh bangsa, latar belakang budaya, sejarah
19. dapat berkomunikasi secara efektif dengan pikiran bawah sadar orang lain
20. mengetahui solusi setiap masalah
21. berpikir secara simultan/bersamaan
22. memproses langsung sebelum pikiran sadar menyadari
23. berpikir intuitif dan menghubungkan
24. berpikir otomatis
25. berpikir non-verbal
26. berpikir sintesis
27. berpikir sibernetik / acak
28. memiliki fokus yang tak terbatas dan ekspansif
29. bukan memilih atau mengarahkan tujuan, melainkan membuat tujuan tercapai
30. dapat menangani 2,3 juta bit informasi dalam suatu saat
31. pemelajarannya bersifat eksperiensial
32. merupakan gambaran fakta bahwa semua orang pada awalnya hanyalah manusia biasa
33. isinya dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya: pengalaman, lingkungan, dan hasil belajar individu.

Setelah membaca 33 Keajaiban Pikiran Bawah Sadar di atas, maka jelaslah, bahwa siapapun, apapun, bagaimanapun, dimanapun Anda, Anda memiliki kemampuan, bakat, dan potensi luar biasa yang tak pernah terbayangkan yang ada di dalam diri Anda!!! Bisa atau tidaknya Anda menjadi orang besar, hebat, terkenal, atau tercatat dalam sejarah, itu kembali pada diri Anda sendiri!!!

Yakinlah, Anda diciptakan oleh Allah untuk mewarnai dunia ini dengan karya-karya besar Anda!!! Anda diciptakan untuk membahagiakan semua manusia di muka bumi, sehingga apapun yang terjadi, pantang untuk ditangisi atau disesali!!!

Ingatlah, waktu tak pernah berjalan mundur!!! Jangan mengisi waktu untuk hal-hal sia-sia atau tak berguna!!!

Ingatlah pula jika satu alasan sudah terlalu banyak dan seribu tindakan nyata masih kurang!!!

Sekaranglah saatnya yang tepat untuk bertindak!!! Dunia menanti karya-karya besar Anda!!!

Sumber:
Gunawan AW, Setyono A. Becoming A Money Magnet: Mengungkap Rahasia Bagaimana Membuat Uang Mengejar Anda. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2007.

Posted by Purnomo Hadi at 2:31 AM 2 comments

[lingkarLOA] asal usul LoA

PERTANYAAN :
Dear Teman-Teman Sevibrasi,
Numpang tanya, sebenarnya siapa yang pertama kali mencetuskan gagasan LoA, seperti halnya gagasan Gravitasi, pertama kali dicetuskan oleh Isaac Newton.

Secara implisit, konsep atau gagasan ini memang sudah diajarkan oleh orang-orang bijak jaman dulu seperti Budha, Yesus, atau Nabi Muhamad. Tetapi mereka tidak pernah menggunakan istilah Hukum Ketertarikan, Hukum Tarik Menarik, atau Law of Attraction.

Any info or comment would be appreciated.

Thanks,
Suryo

TANGGAPAN 1

Mas Suryo,
Saya sangat yakin bahwa Law of Attraction itu di ajarkan di dalam semua agama. Rekan kita Jumala juga sudah mengupasnya dari perspective Islam dan ayat – ayat mana saja dalam Al-Qur’an yang mengajarkan tentang LoA. Tulisan rekan kita Jumala pernah diposting juga di milist ini,mungkin bisa ditelusuri di arsip message di milist ini. Saya sendiri penganut Kristen Protestant , saya sudah mempraktekkan LoA sejak saya masih anak – anak namun saya belum mengenal istilah LoA saat itu. Yang jadi dasar saya adalah apa yang tertulis di Alkitab yaitu di Injil Markus 11:23-25 yang bunyinya sbb.:

11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Ayat itu dulu diajarkan oleh Ibu saya, nah kebetulannya adalah saya mengimplementasikannya dengan cara yang benar. Hasilnya hampir semua cita – cita saya sejak kecil tercapai. Boleh dikatakan 95% impian saya sejak kecil saat ini sudah tercapai. Bahkan sampai hal hal yang dulu kalau saya katakan ke orang lain, saya jadi bahan tertawaan dan dicibir ,”Mana mungkin, kamu ini anak orang ga punya kok mau keliling dunia. Biaya dari mana?” . Itu kata orang – orang, bahkan ibu saya yang dari beliaulah saya tahu tentang Markus 11:23-25 pun sering mengatakan pada saya, “Nak, kalau punya cita cita itu jangan terlalu tinggi, nanti kalau ndak tercapai kamu bisa stress”. Namun kebetulan lagi saya dilahirkan sebagai anak yang NDABLEG , maka saya tetep aja tidak mengubah cita cita saya untuk mendaki gunung, menyelam, terjun payung, dll (semua aktifitas petualangan ingin saya lakukan) dan…. KELILING DUNIA serta MENDAKI MOUNT EVEREST. Gambar gambar gunung, perjalanan< br> pendakian, pemanjatan tebing, penyelaman serta postcard – postcard yang terdapat gambar – gambar berbagai kota dan tempat menarik di dunia saya kumpulkan. Setiap malam sebelum tidur saya pandangi gambar gambar itu dan saya bayangkan saya yang melakukan pendakian, pemanjatan tebing, penyelaman dan saya bayangkan diri saya berada di tempat – tempat menarik di berbagai negara itu. Hasilnya saat ini semua aktifitas petualangan yang saya inginkan sudah saya lakukan dan bahkan saat ini tak terasa sudah 9 tahun saya tekuni profesi sebagai Adventure-based Educator. Setengah keliling bumi sudah saya kunjungi, impian masa kecil saya yang belum tercapai hanya tinggal Mount Everest. Bahkan impian saya di masa dewasa pun sudah banyak yang tercapai , seperti profesi yang saya tekuni sekarang ini, termasuk istri yang mendampingi saya juga merupakan hasil dari LoA yang saya lakukan. Kalau mau di tulis semua kesaksian saya tentang bekerjanya LoA , wah bisa panjang
banget. Saya percaya bahwa Tuhan Maha Murah, dan apapun yang kita minta dalam doa dengan hati dan pikiran yang bersih dari hal hal negatif dan tidak bimbang maupun ragu melainkan penuh keyakinan serta penuh rasa syukur , akan diberikan Tuhan untuk kita. Amin.

Salam Sukses

Michael Antony Ugiono

TANGGAPAN 2
Subhanallah.. Sungguh hebat cerita anda Michael.saya memfokuskan kepada
paragraph pertama anda. Anda, sekalipun Non Muslim anda tetap mau terbuka
membaca postingan anggota milis (Jumala) yang mengupas dari perspective
Islam. Anda pun kemudian mengupas dari sisi Agama anda. Kalau boleh, saya
pecaya anggota milis ini terdiri dari multi etnis dan lintas agama, mengapa
anda tidak membantu rekan2 pemeluk Kristen Protestan dengan kupasan2 anda?
Saya percaya ini adalah vibrasi positif, keindahan dalam keragaman. Saya
percaya Pak Ronny setuju.

KAMI MENUNGGU KUPASAN DARI ANDA MAS MICHAEL.. HEHEHE J

Jadi, besok2 bisa ada kupasan LoA dari sudut pandang Budha, Hindu dan yang
lain. Bukankah itu adalah ilmu yang indah bila di bagi!

MILIS LOA FOR ALL! SUCCESS FOR ALL!!!

Regards,

Perdanawan P. Pane

Posted by Purnomo Hadi at 1:40 AM 0 comments

[lingkarLOA] Pane Go for Rp. 100 Juta, DONE !!

Pertama saya ingin ucapkan banyak terima kasih kepada Allah SWT dan Nabi
Muhammad SAW. Turut ucapkan terima kasih kepada Bapak Ronny F dan Pak SOPA
yang memperkenalkan LoA dan segala pendukungnya. Pak SOPA, terima kasih atas
software anda, sangat membantu…

Begini ceritanya…

Hari ini tanggal 4 February 2008 dini hari saya download email dari outlook
saya. Saya mendapatkan dua buah software, “Two Powerful Mind Software You
Should Have”, pada awalnya saya melakukan kebodohan yang amat sangat pada
saat mengaplikasikan software tersebut! Saya pelototin software yang
Brainwave… bagi anda yang sudah mendownload, dan turut melihat kedip’an
flash tersebut, coba lihat dengan mata melotot, saya jamin anda akan pening…
Hahahaha, okay, jangan ikut’in cara saya. Karena itu teman saya Agung selalu
berkata, “baca petunjuk’nya Pane…. (dengan nada sedikit kesal…)….

Mari kita mulai serius…. Begini ceritanya (kok di ulang lagi sih kalimat
ini?)….

Setelah saya membaca petunjuk yang jelas, saya mulai mengaplikasikan
software tersebut…. Ok, kita flashback sedikit… dari akhir 2007 saya me’LoA
agar di tahun 2008 saya mendapat Rp.100.000.000,- , ya 100 juta…
saudara-saudara…. Saya mulai tulis di YM, di atas plafon kamar saya… di sana
sini saya tempel angka Rp. 100 juta itu…. Waktu berlalu hingga tiba tadi
malam….

Saya pejamkan mata, saya membayangkan Allah memberikan saya kesempatan
mendapat 100 juta itu… saya resapi, hingga akhirnya tiba waktu saya harus
tidur, saya cengar – cengir sendiri karena saking senangnya saya mau di beri
100 juta oleh Allah SWT…. Saya sungguh bukan main senangnya hingga di pagi
hari saya dapat bangun tanpa harus ada yang meng’gedor-gedor pintu saya,
hehehehe…

Pagi tadi (kan hari’nya sama…) saya dapat sms dari Ayah saya… beliau meminta
tolong saya untuk menjual mobilnya… ok, sampai sini ternyata proses tersebut
berjalan sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang saya bayangkan… pagi itu
beriklan, pagi itu datang orang, sampai 2 orang sekaligus sore tadi mencoba
menawar mobil tersebut…. Ada yang alot, ada yang sedikit mudah… akhirnya
terjual’lah mobil Ayah saya singkat cerita…

Saat saya konfirmasi kepada Ayah saya bahwa mobil tersebut sudah laku dengan
harga yang bagus karena usaha saya adu harga dengan pembeli, belia berkata…”
ya udah, masukin aja deposito, pake nama kamu aja…”! waduh, lemas saya
mendengarnya… lalu saya bilang, “boleh aku taruh di rekening’ku aja Pak?”.
Beliau jawab, “Ok, boleh”! Subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala
kuasa’Nya…

Setelah telepon terputus (beliau di luar kota…), 5 menit kemudian saya
telepon kembali… sungguh saya kurang percaya…. Saya konfirmasi kembali,
beliau jawab…”Kenapa sih repot banget nanya mulu? Oh ya, Senin minggu depan
ada orang dateng mau ambil fotocopy surat KK, KTP kamu sama PBB rumah, Ayah
mau ambil Terios. Pake nama kamu… Kan Ayah lebih banyak di luar kota, ntar
juga kamu yang sering pakai…”! sungguh semakin lemas saya mendengarnya….
Satu hal yang pasti, visualisasi saya akan 100 juta tersebut dari 2007, di
tambah izin Allah SWT, plus software dari Pak SOPA, hal itu terjadi!!! Saya
calon pemegang 100 juta dan pemilik “sah” dari mobil baru, heheheh,
Alhamdulillah…

Menjelang sore, saya kembali berfikir… si 100 juta ini datang sungguh cepat,
sungguh cepat sekali ya?!…. Lalu…saya teringat, MasyaAllah, saya saat
menggunakan software brain wave dari Pak SOPA sempat berujar, “Alhamdulillah
ya Allah saya di berikan kesempatan oleh ENGKAU rezeki 100 juta per bulan…”
seketika saya tersadar, ini jawaban bulan February… apa yang akan terjadi di
bulan depan Ya Allah?

Kini, saya adalah saksi dari berjalannya Do’a plus LoA di tambah software
pak SOPA. Saya siap bersaksi bagi anda yang ragu kuasa Allah SWT dan
manjurnya LoA! Saya siap…! Kini saya mencoba cara lain…saya ingin tantangan…

Demi menghargai Ayah saya, saya akan terima pemberian tersebut, hehehehe…
tapi saya menyiapkan tantangan baru bagi diri saya dan anda semua
(khususnya!)… saya Akan taruh 100 juta tersebut di rekening saya…sebagai
pancingan bagi diri saya… setelah tercetak di buku tabungan saya ada angka
100 juta, saya akan lempar duit tersebut ke deposito. otomatis di rekening
pribadi saya akan berkurang 100 juta lagi’kan dan kembali ke nominal awal
sebelum ada si 100 juta…. Namun akan tetap ada tulisan 100 juta’kan di buku
rekening saya?

Nah, dari posisi tersebut saya Ya, saya akan kembali memvisualisasikan
mendapat 100 juta yang artinya dari posisi setelah kembali “kehilangan” 100
juta, saya akan kejar 100 Juta lagi… bila tiba saat’nya tiba dan bertemu
lagi dengan si 100 Juta di rekening saya, maka saya akan gabungkan si 100
juta dari deposito dan yang di rekening saya agar ada angka 200 juta
tercetak dan kembali kedua’nya saya kirim ke deposito…. Otomatis nominal’nya
jauh berkurang lagi’kan? Nah, saya akan uber si 200 juta tersebut… dan pada
akhirnya akan terdapat 200 juta di buku saya, saya akan gabungkan dengan 200
juta yg di deposito, maka akan ada 400 juta tercetak disana…. Kembali saya
deposito si 400 juta dan akan begitu terus hingga saya duplikasi berkali
kali tanpa henti…. J

Tanpa izin Allah SWT tak aka nada cerita ini, dan tanpa se’izin’Nya pula tak
aka nada kesempatan saya menduplikasi si 100 juta itu….

Sedikit trick saya adalah, feel good, pasrah dan percaya Allah akan berikan
yang terbaik! Lho, kok trick saya, lha wong itu syarat LoA, hehehehehe.
Maksud saya, ya saya aplikasikan hal tersebut setiap visualisasi LoA….
Sehebat apapun anda me’LoA, tanpa Do’a ya NOL BESAR. Tanpa usaha keras, ya
NOL BESAR juga! Hayo, pasti ada yang mau berkomentar, “emang usaha kamu apa,
begitu dibilang usaha….?”. Ya saya berusaha agar mobil Ayah saya bisa
terjual di atas harga pasar dan terjual dalam waktu yang sangat singkat!
Anda berfikir hal tersebut mudah? Tidak saudara, butuh keahlian berbicara
secara khusus untuk dapat membobol paradigma harga pasaran mobil second… Mau
tahu saya belajar dari siapa? Pak Ronny (milis LoA) adalah guru saya…. Pak,
sungguh bangga menjadi murid anda di LSPR!!!

Akhirul kata, sungguh saya bukan ingin berlaku RIYA, saya hanya ingin
memberitahu anda, bahwa Allah Maha Besar, Anda adalah ciptaanNya yang Maha
Mulia, LoA adalah Ilmu’Nya yang Maha Dahsyat, Software dari Pak SOPA adalah
Maha Membantu, ajaran-ajaran Pak Ronny Maha Berguna dan ANDA, YA ANDA….ANDA
MAHA SUKSES BILA ANDA FOKUS!!!!

SAYA BISA SUKSES, ANDA PUN BISA SUKSES!!! ^_^

PANE GO FOR NEW RP. 100.000.000,- AND DUPLICATE TO RP. 200.000.000,-

Regards,

Perdanawan P. Pane

Posted by Purnomo Hadi at 1:32 AM 0 comments

Tuesday, February 5, 2008
PIKIRAN BAWAH SADAR

1. Kemampuan pikiran bawah sadar terpisah dari pikiran sadar

Pikiran bawah sadar bekerja terpisah dari pikiran sadar. Meskipun pikiran sadar dan bawah sadar bekerja secara pararel, proses kesadaran dan proses berpikir yang berlangsung pada masing-masing pikiran serta respon yang diberikan adalah dua hal yang berbeda. Kedua pikiran ini bekerja saling mempengaruhi.

Pikiran bawah sadar dapat mendengar atau melihat hal-hal yang tidak tertangkap oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar bisa memikirkan satu hal lain yang berbeda dengan yang dipikirkan oleh pikiran sadar. Pikiran bawah sadar memiliki ketertarikan pada hal yang ia sukai, yang mana hal ini belum tentu menarik bagi pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengendalikan aktivitas fisik tanpa disadari oleh pikiran sadar dan dapat mengungkapkan ide atau pemikiran yang berada di luar jangkauan persepsi pikiran sadar.

Biasanya, walaupun tidak berarti selalu, proses dan aktivitas pikiran bawah sadar mendukung atau meneruskan kegiatan dan keinginan pikiran sadar. Pada kondisi tertentu, pikiran bawah sadar dapat bertindak mandiri, terlepas dari pengaruh pikiran sadar, mengungkapkan keinginannya dan melakukan suatu tindakan yang tidak berhubungan dengan proses berpikir yang terjadi di pikiran sadar.

2. Pikiran bawah sadar adalah gudang penyimpanan informasi

Seringkali orang sebenarnya mempunyai sangat banyak pengetahuan tetapi mereka tidak tahu jika mereka tahu. Pengetahuan yang dimaksud bisa meliputi informasi yang berhubungan dengan fisik, emosi, psikologis, atau intelektual yang dulunya diperoleh secara sadar, melalui suatu upaya yang keras, namun setelah itu pengetahuan ini seakan-akan hilang karena telah berada di luar wilayah pengamatan pikiran sadar.

3. Pikiran bawah sadar adalah potensi yang belum digunakan

Setiap manusia normal terlahir dengan membawa sistem saraf dan fisik yang rumit yang mampu melihat, mengamati, berpikir, dan memberikan respon. Namun dalam proses tumbuhkembang seorang manusia hanya sebagian kecil saja dari seluruh potensi untuk mengamati, mengerti, dan memberikan respon berkembang sepenuhnya dalam pikiran sadar. Potensi yang belum tergali dan berkembang semuanya berada di luar kendali pikiran sadar dan masuk ke dalam kendali pikiran bawah sadar.

Kemampuan pikiran bawah sadar jauh melebihi pikiran sadar dalam hal kemampuan persepsi, konseptual, emosi, dan respon. Pikiran bawah sadar berisi segala hal yang tidak diperhatikan,diabaikan atau ditolak oleh pikiran sadar ditambah semua hal yang ada di pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat mengakses dan menggunakan segala sesuatu yang ada di pikiran sadar, sedangkan pikiran sadar umumnya tidak dapat menjangkau isi dan potensi pikiran bawah sadar.

4. Pikiran bawah sadar sangat cerdas

Pikiran bawah sadar jauh lebih cerdas, bijaksana, dan cepat daripada pikiran sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjangkau lebih banyak informasi dari pada pikiran sadar dan dapat menganalisa dan meninjau ulang suatu informasi tanpa pengaruh bias dari rasa bangga, prasangka, atau pengharapan. Dengan kata lain, pikiran bawah sadar mewakili suatu potensi intelektual yang berfungsi pada kapasitas puncak.

Meskipun pikiran bawah sadar sangat cerdas namun ini tidak berarti bahwa ia tidak pernah berbuat kesalahan. Kadang-kadang pikiran bawah sadar bisa menarik satu kesimpulan yang keliru atau tidak logis karena terpengaruh pada keterbatasan yang berhubungan dengan persepsi dan fisik.

5. Pikiran bawah sadar bersifat sangat sadar

Salah satu aspek paling penting, yang bersifat paradoks, dari pikiran bawah sadar yaitu pikiran bawah sadar tidak selalu bersifat tidak sadar. Sebaliknya, pikiran bawah sadar sebenarnya sangat sadar dan responsif terhadap setiap kejadian. Pikiran bawah sadar dikatakan tidak sadar dalam pengertian bahwa pikiran sadar tidak sadar akan keberadaan, kegiatan atau operasi, upaya komunikasi, dan pengaruh pikiran bawah sadar terhadap pikiran, persepsi, dan perilaku. Pikiran bawah sadar diberi nama demikian karena kita (pikiran sadar) tidak sadar akan keberadaan pikiran ini.

Saat dua orang berinteraksi, pikiran bawah sadar mereka saling sibuk mengamati kegiatan bawah sadar lawan bicaranya, tanpa pikiran sadar mereka tahu apa yang sedang terjadi. Komunikasi bawah sadar ini mempunyai efek pengaruh yang sama kuat atau bahkan bisa lebih kuat dari pengaruh komunikasi dengan pikiran sadar.

Saat dua orang bertemu maka secara bawah sadar pikiran mereka saling menilai siapa yang lebih positip. Orang yang lebih positip akan menang dan mempunyai postur atau pengaruh yang lebih kuat dan dominan.

6. Pikiran bawah sadar mengamati dan memberikan respon dengan jujur

Bias, prasangka, penghakiman, pengharapan, pengelompokan persepsi, dan kerangka berpikir konseptual adalah sifat dari pikiran sadar. Pikiran bawah sadar terbebas dari pengaruh-pengaruh di atas dan mampu menghasilkan kesadaran realita yang lebih obyektif. Persepsi dan pengetahuan pikiran bawah sadar tentang realita bersifat langsung, tidak bias, dan apa adanya. Pikiran bawah sadar menyerap dan mengerti realita berdasar pada pengalaman nyata apa adanya, tanpa harus melewati proses pemberian makna atau penjelasan yang rumit, seperti yang dilakukan pikiran sadar. Pikiran bawah sadar tidak menyaring atau mendistorsi suatu informasi agar bisa sesuai dengan aturan atau acuan berpikir tertentu.

Kemampuan persepsi, pemahaman, dan respon pikiran bawah sadar sama dengan yang ditunjukkan oleh seorang anak kecil, yang masih polos, yang belum memiliki prasangka, bias, pengharapan, dan aturan yang kaku seperti pada orang dewasa.

7. Pikiran bawah sadar menyerupai seorang anak kecil

Anak-anak lebih banyak berhubungan atau menggunakan pikiran bawah sadar mereka daripada orang dewasa. Pada saat masih kecil, pikiran sadar anak belum berkembang sepenuhnya sehingga anak perlu mengakses pikiran bawah sadar mereka untuk membantu mereka belajar dan berkembang. Dengan demikian, sifat dan perilaku anak mencerminkan pikiran bawah sadar orang dewasa. Anak-anak sering kali lebih responsif terhadap proses bawah sadar dan lebih awas dalam pengamatan mereka dibandingkan dengan orang dewasa.

8. Pikiran bawah sadar adalah sumber emosi

Emosi sering kali muncul secara mendadak, tanpa diinginkan, dan sering kali tidak dapat dimengerti oleh pikiran sadar. Emosi muncul dari pikiran bawah sadar. Emosi adalah bentuk ekspresi yang mencerminkan perasaan atau reaksi pikiran bawah sadar terhadap suatu situasi, yang mana situasi ini berhubungan dengan kepribadian individu.

Emosi bersifat tidak logis, tidak rasional, dan tidak sadar. Emosi bersifat alamiah dan merupakan satu bentuk komunikasi bawah sadar yang sangat bermanfaat. Emosi memberitahu bagaimana perasaan kita terhadap sesuatu meskipun kita tidak sadar apa yang kita rasakan.

9. Pikiran bawah sadar bersifat universal

Proses dan sifat kerja pikiran bawah sadar satu orang dan yang lain pada umumnya sama, tidak terpengaruh oleh kebangsaan, latar belakang budaya atau sejarah. Pikiran bawah sadar seseorang dapat berkomunikasi dengan efektif dengan pikiran bawah sadar orang lain melebihi kemampuan pikiran sadar.

Pikiran bawah sadar sebenarnya merupakan suatu gambaran fakta bahwa semua orang, pada awalnya, hanyalah manusia biasa, pada saat dilahirkan, yang sama-sama membawa kemampuan mental dan fisik yang dapat dikembangkan, dan juga membawa kemampuan belajar alamiah.

Isi pikiran bawah sadar setiap orang tentunya berbeda, bergantung pada pengalaman, lingkungan, dan hasil pembelajaran dari individu tersebut. Namun bentuk, struktur atau pola respon yang bersifat mendasar pada setiap pikiran bawah sadar manusia sangat mirip satu dengan yang lain. Bisa dikatakan bahwa manusia pada dasarnya sangat berbeda namun juga sangat mirip.

Lihat sifat no 2 dan 7. Jika kita bertanya kepada anak kecil maka kita harus benar-benar spesifik dan tidak boleh mengajukan terlalu banyak pertanyaan pada suatu saat.

Apapun yang kita tanyakan akan dijawab oleh Pikiran Bawah Sadar dengan jujur, apa adanya (sifat no 6)

Jawaban dari pikiran bawah sadar seringkali di luar kemampuan pikir pikiran sadar (lihat sifat no 4). Kecerdasan Pikiran Bawah Sadar termasuk kemampuannya membantu kita untuk sukses maupun melakukan sabotase terhadap segala hal yang kita lakukan.salam adi w gunawan

Posted by Purnomo Hadi at 7:16 PM 0 comments

MODELLING

Modeling adalah salah satu cara yang digunakan dalam NLP medapatkan ’state’ tertentu (biasanya state untuk sukses) dengan me model seseorang.

bagaimana cara melakukannya?
1. Lakukan interview dengan orang/kelompok orang yang ingin di modeling
2. Carilah / amati cara pikir (mindset) dan spirit nya dalam hal2 yang ingin di model
3. Melakukannya untuk diri sendiri/praktek.

Sebenarnya saat kita memodel seseorang kita cukup memodel ‘mindset’ dan ’spirit’ nya.
Ada beberapa orang yang berpendapat kita cukup memodel state fisiknya untuk mendapatkan emosinya.
Itu juga benar untuk orang2 tertentu.

Setelah saya mengerti cara kerja pikiran dan pikiran bawah sadar, modeling bisa dilakukan selama itu bisa selaras dengan pikiran bawah sadar kita. Dan saat bisa selaras, dengan memodel state dari mindset dan spirit saja kita sudah bisa mencapai/ menjadi seperti yang kita ‘model’.

Posted by Purnomo Hadi at 6:58 PM 0 comments

[lingkarLOA] Bersyukur tahu LoA!!

Satu tahun yg lalu (sebelum dipecat) saya berangan2 dapat penghasilan 10juta per bulan.
Enam bulan yg lalu, (setelah dipecat), saya dapat 10juta net dari bisnis saya!!
Enam bulan yll, saya inginkan dengan sengaja penghasilan bersih tiap bulan Rp 100juta.
Sekarang (bulan ini) saya mendapat bersih 22juta!!.
Apakah LoA meleset??
Bukan…tapi ini berarti si “universe” sudah mulai merespon permintaan saya. Sekarang alhamdulillah dapat 22juta. Berarti 2x lipat dari 6 bulan lalu. Berarti 3 bulan ke depan insya Allah dapat 40 juta!! 1.5 bulan berikutnya lagi dapat 80 juta!!! Wuaaa..dst …dst…. fiuh fiuh fiuh sambil nulis ini sambil keringetan dan deg degan!!

Alhamdulillah..!!!

Rgds,
Rony

Posted by Purnomo Hadi at 6:17 PM 0 comments

[lingkarLOA] Jangan Jadi Korban Law of Attraction!

Tulisan ini sengaja saya rilis, berkaitan dengan mulai berkembangnya berita
atau kabar tentang korban-korban yang berjatuhan dan dianggap sebagai tumbal
dari LoA (Law of Attraction).

Lebih dari itu, saya sendiri adalah seorang pembicara yang termasuk sering
menyajikan seminar bertemakan Law of Attraction, dan tentunya tidak ingin
“makan korban”.

Tumbal, maksudnya adalah orang-orang yang “karena” menonton The Secret atau
mendalami Law of Attraction, malah jadi tukang melamun dan terjauhkan dari
action. Melamun dan melamun, dan saat ditanya mereka mungkin menjawab, “Saya
sedang me-LoA sesuatu nih…”. Gawatkan?

Atas berjatuhannya korban-korban ini, ada sebagian orang yang langsung
mempertanyakan Law of Attraction, dan ada pula yang menilai bahwa
pembelajarnyalah yang “salah ngelmu”. Saya mungkin lebih memposisikan diri
pada bagian yang kedua. Mudah-mudahan, bukan saya sendiri yang malah “salah
ngelmu”.

Beberapa ikon universal terpenting dalam konsep Law of Attraction adalah
tentang sabar, ikhlas, dan syukur. Tiga konsep ini memegang peranan penting
dalam proses “meminta” atau “asking” yang digaungkan besar-besaran oleh Law
of Attraction. The universe is your catalog. Just ask.

Sangat mungkin, dua kalimat terakhir itulah yang menjadi “biang kerok” dan
menciptakan korban, yaitu orang-orang yang justru menjadi lebih pasif, no
action, thinking only, talk only, nge-LoA doang, gara-gara mendalami Law of
Attraction.

Sabar, ikhlas, dan syukur melekat pada dua kelompok situasi, kelompok
situasi yang pertama berkaitan dengan hal-hal yang given, dan kelompok
situasi yang kedua terkait dengan action.

Cacat bawaan lahir, musibah atau bencana, dan menjadi korban sebuah
peristiwa, bisa jadi masuk pada kelompok situasi yang pertama. Begitu pula
jika kita terlahir kaya, punya wajah cantik atau tampan, menjadi keturunan
raja yang berkuasa, tiba-tiba mendapatkan hadiah undian, atau mendapatkan
durian runtuh. Istilah kata, sudah dari sononya.

Sepanjang sisa tulisan ini, kita belajar bersama tentang situasi kedua,
yaitu situasi yang tidak dari sononya alias apa-apa yang memang menjadi
wilayah “kekuasaan manusia” dalam batas-batas kemanusiaan kita.

Sebagian kecil dari “kekuasaan” itu, adalah segala kesuksesan duniawi kita.
Kebahagiaan yang non fisik, pekerjaan yang memberi hasil besar, bisnis yang
maju dan berkembang, uang yang banyak, tanah di mana-mana, mobil idaman, dan
sebagainya.

*Sabar*

Sabar adalah fenomena action. Dari mana juntrungannya seseorang bisa
bersabar, jika ia tidak melakukan apapun? Apa yang mau disabarin? Seseorang
yang no action tidak berhak atas sabar.

Dalam literatur manapun, kita akan menemukan bahwa sabar selalu dikaitkan
dengan action. Sabar adalah fenomena hati yang tidak begitu saja muncul
melainkan berkaitan dengan tindakan.

Kita bekerja maksimal atau optimal, hasilnya belum memuaskan, kita musti
sabar. Kita berhak untuk sabar karena kita sudah take action.

Apakah jika kita sudah merasa bersabar, maka kemudian kita diam? Jika
jawaban kita “ya”, maka kita tidak berhak untuk sabar. Sabar hanya
diperuntukkan bagi mereka yang terus bergerak. Sabar tidak berlaku untuk
orang yang hanya diam.

*Ikhlas*

Ikhlas adalah fenomena action. Kita berupaya maksimal atau optimal, kemudian
berhasil, dan tiba-tiba itu semua terenggut dari diri kita. Kita diminta
untuk ikhlas karena semuanya cuma titipan. Ikhlas kita, terkait dengan
action. Dalam hal ini kita memang berhak untuk ikhlas. Apa yang bisa kita
ikhlaskan jika kita tidak melakukan apa-apa dan tidak mengalami apa-apa yang
menjadi hasil tindakan kita?

Kita tetap berhak untuk ikhlas, jika kita tetap bergerak. No action, kita
tak berhak merasa ikhlas. Aneh sekali, jika kita mengikhlaskan sesuatu, dan
kemudian tidak action untuk sesuatu yang lebih baik.

*Syukur*

“Syukur Alhamdulillah Pak Sopa, outlet saya sudah bertambah tujuh buah di
seluruh Jakarta.” Jatuh dari langit? Tidak, karena itu semua tercipta dari
action. Outlet pertama, outlet kedua, dan seterusnya sampai outlet ketujuh,
semuanya adalah action. Dalam progress seperti itulah syukur berlaku.

Jika kita menambah satu saja outlet busana kita di Jakarta, jelas-jelas itu
adalah bentuk rasa syukur kita. Rasa-rasanya, sulit sekali membayangkan
bahwa kita melakukan itu karena terpaksa atau karena menderita. Jika itu
terjadi, maka outlet kedua hanya tercipta karena keinginan untuk survive.
Hanya untuk itukah kita berbisnis? Hanya untuk sekedar survive?

Rasa syukur kita, menciptakan action. Bahkan, positive action.

“Alhamdulillah, tahun 2008 ini akan ada banyak Power Workshop E.D.A.N. di
gelar di mana-mana.” Jika saya hanya ngendon di Jakarta saja, maka Power
Workshop E.D.A.N. juga hanya akan ada di Jakarta saja, karena kebetulan
trainernya baru saya doang.

Rasa syukur saya (Alhamdulillah…), mendorong saya makin giat menambah
jadwal gelaran Power Workshop E.D.A.N. di mana-mana. Syukur menciptakan
action.

Jika Power Workshop E.D.A.N. masih sedikit peminatnya, saya diminta *ikhlas,
sabar… dan tidak tinggal diam*. Saya akan melakukan sesuatu untuk merubah
keadaan itu. Sabar dan ikhlas menciptakan action. Jika saya hanya diam,
sabar dan ikhlas saya tidak ada artinya. Itu konyol namanya.

Sabar, ikhlas, dan syukur adalah fenomena action. Action menciptakan sabar,
ikhlas, dan syukur. Ketiganya, menciptakan action lanjutan. Tidak ada tempat
untuk hanya sekedar melamun.

Ada pendekatan yang lebih mudah untuk memahami semua ini.

Awalnya, Law of Attraction berkaitan dengan cara kerja pikiran dalam menarik
berbagai hal yang diharapkan. Pikiran itu kemudian akan terkait dengan
perasaan, termasuk di dalamnya sabar, syukur, dan ikhlas.

Diketahui, modal utama manusia untuk sukses adalah akal dan badan. Mind and
body kata orang. Sementara itu, Law of Attraction lebih banyak berfokus pada
fenomena pikiran. Dari sini kita bisa memahami bahwa peran Law of Attraction
barulah *setengah saja* dalam menciptakan kesuksesan kita. Setengahnya lagi,
adalah badan kita alias action.

Law of Attraction adalah tentang pikiran. Artinya, ia tidak lepas dari
paradigma akal yang fungsinya adalah menimbang dan memilih. Dan bicara
tentang akal, maka pertanyaannya menjadi jauh lebih sederhana sekarang;
masuk akalkah jika kita menginginkan sesuatu, kemudian badan kita tinggal
diam dan bersiap menerima saja?

Law of Attraction, tidak hanya menarik apa yang kita inginkan. Sesuai
konteks mind-body, pikiran kita mestinya juga *menarik tubuh* untuk bergerak
mengejar keinginan. Jika tidak demikian, untuk apa diciptakan badan?

Jika kita mau mengembalikan semua itu kepada konsep keyakinan beragama, maka
semua itu bahkan tidak lagi hanya menjadi fenomena perasaan belaka. Itu
semua, adalah tentang akhlak alias sikap dan perilaku. Maka, semua itu akan
menjadi begini:

*Sabar itu disabar-sabarin;
Ikhlas itu diikhlas-ikhlasin; dan
Syukur itu disyukur-syukurin.*

Tidakkah kini kita bisa melihat dengan lebih jelas, bahwa itu semua terselip
di antara action?

Boleh belajar Law of Attraction, tapi jangan jadi no action.

Semoga bermanfaat.

*Ikhwan Sopa*

Posted by Purnomo Hadi at 6:13 PM 0 comments

LOA GAGAL…Akibat Memutus Jalur Alami

Dear All,

Belakangan ini banyak bermunculan berita tentang dampak negatif dari
Law Of Attraction atau LOA. Banyak sekali orang bingung dan merasa
bahwa LOA itu hanya “isapan jempol” belaka. Banyak orang merasa
menjadi “korban LOA”. Nah, inilah hal aneh tentang kegagalan LOA,
yang saat ini ramai dibicarakan orang.

Kalau saya ditanya, apakah LOA benar-benar bisa bekerja? Maka saya
pasti menjawabnya, “Tergantung…” yaa, saya
jawab “tergantung”…tergantung dari siapa yang melakukan aktivitas
LOA itu. Kalau saya sendiri yang melakukan LOA, maka pasti LOA akan
bekerja mengikuti saya, InsyaAllah. Ini karena saya tahu JALUR
KHUSUSNYA, bahkan saya tahu jalur khususnya, sebelum muncul istilah
LOA itu sendiri.

ALLAH SWT sesungguhnya telah membekali manusia dengan “perlengkapan
dasar hidup” yang sangat memadai, untuk menjalani kehidupan di bumi
ini. Perlengkapan hidup itu, yang utama menurut saya adalah OTAK dan
PIKIRAN kita ini.

Inilah JALUR ALLAH yang harus selalu kita “lewati”, sehingga kita
bisa hidup sesuai dengan kehendak ILAHI, yaitu menjadi “rahmatan
lil ‘alamin”…menjadi rahmat bagi sekalian alam. Ini mengartikan
bahwa ALLAH ingin setiap manusia bisa hidup makmur,
sejahtera…dengan kata lain bisa HIDUP SUKSES!!!

Sayangnya, banyak orang tidak memahami bagaimana
bekerjanya “perlengkapan dasar hidup” manusia ini. Kebanyakan dari
kita, tidak memahami, bahwa ada KEBUTUHAN DASAR bagi OTAK dan PIKIRAN
kita, yang mana itu harus kita penuhi, jika kita menginginkan
kehidupan yang layak sesuai keinginan kita sendiri.

Sekarang ini saya ingin sharing pengalaman dan pengetahuan saya
dengan Anda, bagaimana sebenarnya teknik yang saya gunakan untuk
melakukan LOA, agar bisa bekerja sesuai dengan keinginan saya. Apapun
yang saya inginkan, maka saya tinggal me-LOA-nya saja, dengan
mengikuti kaidah-kaidah yang telah puluhan tahun saya
lakukan…bahkan sebelum istilah LOA ini muncul dipermukaan.

Saya akan memberitahukan kepada Anda semua, bahwa pada diri setiap
manusia ada suatu KEBUTUHAN DASAR PSIKOLOGIS PIKIRAN yang harus
diperhatikan, sbb:

1. UNTUK MENJADI SESUATU (to BE)

2. UNTUK MENJADI BAGIAN (to BELONG)

3. UNTUK MENGETAHUI (to KNOW)

4. UNTUK MELAKUKAN (to DO)

5. UNTUK MENGUJI COBA & MENGEKSPLORASI (to EXPERIMENT and EXPLORE)

Disamping kebutuhan tersebut di atas, ALLAH juga sudah membuatkan
SISTEM DASAR OPERASIONAL OTAK kita, seperti berikut ini:

1. SISTEM EMOSIONAL (Hasrat)

2. SISTEM SOSIAL (Kolaborasi & Visi)

3. SISTEM KOGNITIF (Niat & Sasaran)

4. SISTEM FISIK (Tindakan)

5. SISTEM REFLEKTIF (Refleksi Diri)

Nah, kembali ke masalah LOA..kenapa kok tidak terjadi pada setiap
orang? Mengapa ada orang yang merasa menjadi “korban LOA”, menjadi
bingung dan kecewa? Intinya, kenapa LOA tidak berjalan sebagaimana
mestinya, mengapa tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita?

Jawaban yang tepat menurut saya untuk pertanyaan kenapa LOA tidak
bekerja, adalah karena kita melalaikan atau melupakan salah satu
KEBUTUHAN DASAR PSIKOLOGIS PIKIRAN, dan mengabaikan salah satu SISTEM
DASAR OPERASIONAL OTAK.

SALAH SATU SAJA dari kebutuhan dasar psikologis pikiran dan sistem
dasar operasional otak, TIDAK DILAKUKAN, maka itu pasti berakibat
KEGAGALAN pada LOA Anda. Apalagi kalau sampai lebih dari satu hal
tersebut tidak dilakukan…yaa makin parah, LOA Anda tidak akan
berwujud menjadi kenyataan!!!

Cobalah Anda cermati dan renungkan satu persatu, kebutuhan dasar
psikologis pikiran dan sistem dasar operasional otak kita tersebut di
atas. Saya percaya, Anda bisa memahami makna di setiap “kata” nya,
sehingga saat ini tidak perlu saya jelaskan secara detil arti dari
masing-masing “kata” itu. Hehehe…nanti kalau saya menulisnya
terlalu jelas dan lengkap, wah..sudah bisa menjadi satu buku
bestselling lagi nih…

Ok, kembali ke LOA. Kebanyakan orang dalam aktivitasnya melakukan
LOA, hanya kuat di point pertama saja, dari kebutuhan dasar
psikologis pikiran maupun di sistem dasar operasional otak! Yaitu:
Untuk Menjadi Sesuatu dan Sistem Emosional.

Setiap orang pasti mempunyai impian atau sasaran hidup. Oleh sebab
itu, selalu ada keinginan untuk menjadi sesuatu dengan penuh rasa
hasrat emosi. Inilah yang dilakukan sebagian orang saat melakukan LOA
pada impian dan sasaran hidupnya. Mereka ini tidak mau melengkapi
tindakannya dengan point-point lainnya…cuma berhenti di point
pertama saja!!! Padahal, masing-masing ada 5 (lima) point yang
seharusnya dijalani dengan sepenuhnya.

Dan, akibatnya bisa diduga sebelumnya…LOA TIDAK BEKERJA!!! Kemudian
mereka ini merasa bahwa dirinya menjadi “korban LOA”. Mereka ini
mengatakan, bahwa LOA tidak mendukung dirinya! LOA telah gagal total!

Sebenarnya LOA SELALU BEKERJA!!! Pada mereka yang merasa LOA tidak
bekerja untuk dirinya adalah disebabkan oleh KURANG LENGKAP JALUR
yang harus mereka lakukan untuk me-LOA tersebut. Jalur Ilahiyah yang
telah disediakan untuk manusia ini TIDAK DIJALANKAN SECARA LENGKAP.
Sehingga tentu saja LOA seakan tidak bekerja, sampai kita mau
melengkapi tindakan kita sesuai Jalur Ilahiyah tersebut…barulah LOA
akan benar-benar terjadi.

Oleh karena itu, jika Anda menginginkan LOA Anda bekerja sepenuhnya
mendukung Anda, maka lakukanlah dengan sepenuhnya, masing-masing ada
5 (lima) point dari KEBUTUHAN DASAR PSIKOLOGIS PIKIRAN, dan SISTEM
DASAR OPERASIONAL OTAK tersebut. Lakukanlah dengan se-sempurna
mungkin kelima-lima nya.

Selamat melakukan Law Of Attraction (LOA), semoga sukses selalu!

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Posted by Purnomo Hadi at 6:05 PM 0 comments

EGO, SYUKUR DAN AFIRMASI (ERIC GOTTANA)

Hi Pak Budi yang baik! Saya coba tanggapi tulisan bapak satu per satu yah.

Ya Pak, tadi baru saya sadari.. affirmasi saya didasarkan perasaan
bangga, senang, kadang malah sombong, bukannya perasaan/emosi yg
tingkatnya lebih tinggi atau bersyukur. Ternyata saya masih banyak
sekali kemelekatannya.

-> “Kemelekatan” adalah indikator adanya ego didalam diri kita. Ego ini sangat lihai dan pintar sekali menyamar sebagai diri kita.

Lalu mengapa bisa ada ego didalam diri kita?
Ego biasanya disebabkan oleh perasaan diri tidak berharga.
Perasaan diri tidak berharga biasanya disebabkan oleh proses pembelajaran saat tumbuhkembang seorang anak yang kurang kondusif dari orang tua/guru, dan ditambah dengan proses pembelajaran yang kurang kondusif dari lingkungan (teman, sahabat, pacar, dll) saat usia remaja, sehingga saat dewasa/mulai hidup bermasyarakat, kehidupannya di jalani dengan perasaan “kekurangan CINTA” alias merasa diri tidak/kurang berharga.

Semakin banyak “luka-luka batin” yang ditimbulkan dari proses pembelajaran yang kurang kondusif tersebut maka kita(baca=ego) akan semakin merasa diri tidak berharga.

Untuk menutup-nutupi “perasaan tidak berharga” nya tersebut, EGO dengan segala kelihaiannya sering kali bersandiwara( baca=berpura- pura) menjadi tampak baik, dengan tujuan supaya kita(baca=ego) bisa mendapatkan cinta/pengakuan/ pujian dari orang lain.

Kadang-kadang ego dengan kelihaiannya bersandiwara, berpura-pura menjadi orang yang “mencintai seseorang/orang lain dengan tulus” (Sangking tulusnya kita sendiri sampai ngga sadar kalo “ada udang dibalik batu”) dengan tujuan agar mendapatkan cinta/pengakuan dari orang lain.

Ego bisa bersandiwara menjadi apapun juga yang kadang-kadang sama sekali tidak terpikirkan oleh pikiran kita, dengan tujuan agar batinnya terpuaskan.

Namun ironisnya ego tidak pernah mendapatkan kepuasan dari apapun yang didapatkannya dari cinta/pengakuan/ pujian dari orang lain. karena tidak pernah terpuaskan maka ego selalu ingin lebih lebih dan lebih… namun hasilnya sami mawon… ujung-ujungnya ego selalu tidak pernah puas. Lucu khan???

Dengan KESADARAN DIRI kita mempu keluar dari jerat EGO

KESADARAN DIRI akan membantu kita memaafkan dan mencintai setiap orang/kejadian dengan tulus dan tanpa syarat.

KESADARAN DIRI juga akan membantu kita menemukan KEBERMAKNAAN HIDUP yang sesungguhnya.

Ada pertanyaan lagi dari istri saya, katanya: Kalo kita bersyukur,
apakah perlu dengan diungkapkan dengan kata2, walopun diucapkan dalam
hati.

Bisa ya, bisa tidak. Hmmmm.. Bersyukur adalah kondisi batin. Saat kita mengucapkan kata-kata ucapan syukur, itu adalah ungkapan syukur yang berasal dari batin kita.

yang paling penting adalah gunakan kesadaran untuk mensyukuri segala “nikmat” yang sudah/sedang kita nikmati hingga hari ini. (cara yang di tulis oleh Pak Adi tentang “melihat kebawah” sangat power full untuk lebih menyadarkan kita betapa besarnya “nikmat” yang kita miliki)

Sedangkan bila kita merasa bahagia, feeling good, enjoy our life
dengan apapun keadaan kita, apakah itu termasuk perasaan bersyukur itu?

YA, DAN SANGAT TEPAT.

Yang sering jadi pertanyaan :
Wah kalo saya mensyukuri semua yang sudah saya dapatkan, nanti hidup saya ngga bisa maju lagi.
Kalo gitu punya impian itu ngga boleh dong. Kalo kita punya “dream” khan sama saja saya tidak bisa mensyukuri apa yang sudah saya dapat sekarang, alias saya ngga puas dengan kondisi saya sekarang ?

Nah lo saya sendiri jadi bingung nih jawabnya. Hahaha.. bingung sama pertanyaan sendiri. Saya tanya kepada Sang Bijaksana dulu yah.

Nah begini Pak.. Ini kata Sang Bijaksana :
“Dunia Fisik kita adalah cerminan dari Dunia Batin kita”.
Jika Dunia Batin kita dipenuhi dengan perasaan KEDAMAIAN, CINTA, SUKA CITA, KEBAHAGIAAN, KELIMPAHAN maka Dunia Fisik akan mewujudkan hal itu.

Semua perasaan KELIMPAHAN, CINTA, SUKA CITA, KEBAHAGIAAN, KEDAMAIAN, hanya bisa kita dapatkan melalui Perasaan BERSYUKUR (tidak bisa kita dapatkan dengan mencoba mencari perhatian/pengakuan /cinta dari orang lain/lingkungan, karena itu hanya untuk kepuasan ego yang ujung-ujungnya ngga akan pernah puas)

Jika Dunia Batin kita dipenuhi dengan perasaan KURANG KURANG KURANG DAN KURANG maka Dunia Fisik akan mewujudkannya juga.

Jika kita memiliki impian selalu berfokuslah pada “spirit” yang menyertai impian tersebut, bukan pada impian tersebut.

Misal : Impian kita BMW seri 5 terbaru. Coba cari tau dengan kesadaran Anda, “spirit” apa yang Anda ingin dapatkan/rasakan dengan memiliki BMW seri 5 terbaru tersebut???
Jawabannya bisa bermacam-macam.
Jika ada 10 orang yang punya impian BMW seri 5 terbaru, maka bisa jadi akan ada 10 “spirit” yang berbeda menyertai impian tersebut.

Mungkin kita ingin BMW tersebut karena :

Kita membutuhkan pengakuan dari orang tua/teman yang selama ini selalu meremehkan kita -> berarti “spirit” dari mobil BMW impian Anda adalah Perasaan Diri Dihargai atau lebih tepatnya Rasa Diri Berharga

, atau mungkin

Kita ingin BMW tersebut untuk pergi berlibur bersama keluarga -> Apa perasaan Anda jika Anda bisa pergi berlibur bersama keluarga menggunakan BMW??? Jika jawabnya : Waah nyaman sekali, ngga capek, dan bisa enjoy dengan keluarga saat perjalanan. Berarti “spirit” dari mobil BMW impian Anda adalah perasaan nyaman saat mengendarai mobil dan enjoy dengan keluarga saat di perjalanan

Jika berfokus pada impian kita –> menimbulkan KEMELEKATAN
Jika berfokus pada spirit yang menyertai impian kita –> menimbulkan KEBERMAKNAAN

Jika sudah berfokus pada spirit yang menyertai impian saya, apakah impian saya tersebut pasti akan terwujud???
Jawabnya adalah : YA atau LEBIH BAIK alias YANG TERBAIK UNTUK KITA
(INGAT : Semesta/Tuhan tahu yang terbaik buat kita, so pasrah aja yah sama TUHAN)

Wah kali ini tulisannya Pak Eric lumayan panjang.. ya gitu dong Pak,
kalo nulis sedikit2, saya nggak ngerti2, ini aja belon ngerti secara
jelas, tapi ada setitik sinar pencerahan he..he… Terima kasih buat
jawabannya ya Pak.

Sama-sama pak. Kali ini saya berusaha menulis sepanjang mungkin biar Bapak puas. Upsss.. salah

Maksud saya supaya bisa memberikan pencerahan kepada semua makhluk yang membacanya. Hahaha.. Sok spiritual ya.. Badan saya keringatan semua nulis ini nih.

Semoga bermanfaat!



Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: