03
Feb
09

tip & trik

Petani Bantul Ciptakan Ramuan Alami Pengusir Hama
/

Minggu, 7 Desember 2008 | 19:05 WIB
YOGYAKARTA, MINGGU – Petani di Desa Srihardono, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menciptakan ramuan pengusir hama yang sederhana namun efektif. Temuan ini menjadi alternatif murah pengganti insektisida.
“Bahan-bahannya sederhana karena terdapat di sekitar kita, seperti jamur, bambu, tanaman liar dan lain sebagainya,” kata ketua Regu Pengendali Tanaman (RPT) Srikaton, Hartoyo, saat pameran di Kecamatan Imogiri, Minggu (7/12).
Salah satu contonya adalah ramuan pengusir lalat buah, bahannya terbuat dari daun selasih yang ditumbuk halus, dan diberi air kelapa dan tebu. Ramuan yang tercipta khas aroma lalat buah yang betina.
“Ramuan tersebut kita taruh di sebuah wadah, nantinya lalat buah jantan akan datang dan mengeluarkan sperma, setelah itu lalat tersebut langsung mati di tempat,” katanya.
Alat pengusir lalat buah di pasaran lumayan mahal, sekitar Rp100.000 per botol. Sedangkan ramuan alami yang dibuat Hartoyo, jika ditotal hanya mengeluarkan dana Rp4.000 hingga Rp5.000 per botol, dengan isi 4 kali lipat lebih banyak.
Hartoyo mengatakan temuannya yang lain adalah ramuan pengusir hama tikus dari singkong direbus yang dicampur dengan air kelapa. Jika tikus meminumnya, dia akan kehilangan nafsu makannya dan beberapa hari kemudian tikus akan mati.
Ia mengatakan awalnya percobaan ini dimulai dengan sembilan temannya dari pelatihan yang diberikan oleh dinas pertanian Kabupaten Bantul. Kemudian mereka kombinasikan dengan banyak membaca buku-buku yang terkait. Alat-alat dan ramuan yang ditemukan berlaku untuk pengendalian hama untuk jenis apapun.
“Bahannya alami, dan mudah ditemukan di manapun, misalnya untuk jamur Beuferia bassiana sangat mudah ditemukan atau jamur trikodona sering berada di bawah bambu, hasilnya juga sudah diuji di laboratorium milik Provinsi DIY,” katanya.
Ia memamerkan alat-alat dan ramuannya di tiap ada kesempatan, seperti pameran pertanian. Ia juga mengatakan tidak akan mematenkan temuan ia dan teman-temannya itu, apalagi hingga menjual.
“Saya tidak akan menjual, namun jika ada yang tertarik, saya lebih baik mengajarkannya saja, saya rasa hal itu lebih berguna,” katanya.

Link : http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/07/19050693/Petani.Bantul.Ciptakan.Ramuan.Alami.Pengusir.Hama

Jika teman2 detikers ada yang punya info2 tentang kompos, pupuk organik dan anti hama, share di sini juga dong🙂

selasih1


0 Responses to “tip & trik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: