11
Mar
09

Gunakan Pupuk Dari Urine Manusia Dan Susu, Padi Lebih Subur

Kelompok tani tanaman pangan Ngudi Makmur Desa Bragolan Kecamatan Purwodadi,  mengandalkan pupuk organik buatan sendiri untuk memupuk tanaman padi. Pupuk organik yang terbuat dari komposisi urine (air seni) manusia  itu, terbukti menyuburkan tanaman sehingga menghasilkan produk padi yang lebih banyak.
Menurut salah seorang pengurus kelompok tani Ngudi Makmur Purwo Budiyanto, pupuk organik ini merupakan komposisi dari berbagai bahan alami dengan proses pembuatan yang sangat mudah. Bahan yang dibutuhkan hanya 5 liter urine manusia, 600 gram susu putih cair kalengan, 250 gram kunyit, 1 ikat daun orok-orok beserta akarnya, dan 5 sendok teh micin (penyedap rasa untuk masakan).
Cara pembuatannya juga relatif mudah. Kunyit diparut dan disaring untuk diambil airnya,  sedangkan daun-orok-orok beserta akarnya ditumbuk diambil airnya. Air kunyit dan air daun orok-orok dicampur dengan urine, susu cair, dan micin. Campuran bahan tersebut diaduk hingga rata, lalu direndam selama I minggu (7 hari). Selama perendaman harus ditutup rapat dan disimpan ditempat sejuk. Realisasi pupuk cair itu menjadi seberat 500 cc dengan warna hitam kecoklatan.
Sedangkan aplikasinya, setiap 250 cc dicampur 14 liter air. Kemudian disemprotkan ke daun tanaman padi. Lebih efektif ke daun bukan ke tanahnya, karena memang sasaran pupuk ini untuk daunnya, ujar Purwo yang didampingi Kasemo dan Pardi.
Penyemprotan dilakukan pada tanaman umur 7″ 10 hari, dengan volume penyemprotan sebanyak 4 kali. Jarak penyemprotan pertama dan seterusnya antara 5“ 7 hari. Penyemprotan juga boleh dilakukan selama malai padi belum keluar. Tetapi kalau tanaman padi sudah mulai berbuah (mratak), jangan melakukan penyemprotan. Sebab akan mengganggu proses pembuahan tanaman padi, akibatnya padi lebih mudah rontok, kata Purwo.
Pupuk organik ciptaan sendiri ini, telah diterapkan pada lahan sawah seluas 2000 meter persegi milik kelompok tani Ngudi Makmur di Desa Keduren Kecamatan Purwodadi. Kebutuhan pupuknya 500 cc kali 4 penyemprotan, sehingga totalnya 2000 cc pupuk organik cair. Hasilnya sangat bagus dibanding tanaman di sebelahnya yang tidak menggunakan  pupuk ini. Selain hasil tanamannya lebih bagus, dari segi biaya produksinya juga sangat hemat.
Kelebihan pada tanamannya antara lain daun lebih hijau, pertumbuhan batang padi lebih panjang, malai lebih panjang, menambah peranakan padi, dan tanaman terlihat lebih kekar, serta buahnya lebih banyak. Bau yang ditimbulkan pupuk ini sangat menyengat, sehingga hama tidak mau mendekati tanaman.
Kelompok tani Ngudi Makmur yang beranggotakan 36 orang itu, sengaja tidak merahasiakan cara pembuatan pupuk organik hasil ciptaanya sendiri, justru sebaliknya pembuatan pupuk ini agar bisa diketahui siapa saja yang membutuhkan. Kami lebih mengutamakan pada sisi kesehatan yang dicanangkan pemerintah tentang go organik. Sehingga pembuatan pupuk organik ini, tidak hanya untuk kelompok tani kami saja tetapi untuk bisa diterapkan kepada petani yang lain,katanya.
Kelompok tani ini juga memiliki keyakinan tentang persahabatan dengan alam. Yakni alam sahabat manusia yang senantiasa mendukung manusia, tentu kita sebagai manusia harus bersahabat kembali dengan alam. Caranya melestarikan lingkungan dan memanfaatkan potensi lingkungan untuk dibudidayakan pupuk organik, sehingga bisa kembali ke alami.
Selain membuat pupuk organik kelompok tani Ngudi Makmur juga membuat penangkaran benih padi unggulan jenis baru. Yakni benih padi varietas ciboga dan benih padi varietas mekongga. Masing-masing benih dipasarkan dengan harga murah yaitu Rp 25 ribu per-sak ukuran 5 kg.

Last Updated ( Wednesday, 19 March 2008 )

sumber : purworejokab.go


0 Responses to “Gunakan Pupuk Dari Urine Manusia Dan Susu, Padi Lebih Subur”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: