11
Mar
09

Menyiapkan Insektisida Alami

SIFAT insektisida berbagai jenis tanaman yang dilaporkan dalam beberapa literatur umumnya diperoleh dari pengujian menggunakan senyawa aktifnya atau ekstrak yang disisipkan dengan pelarut organik, seperti methanol, etanol, dan aseton.

Bahan tanaman yang ekstraknya aktif bila disiapkan dengan pelarut organik belum tentu memiliki keaktifan tinggi bila diekstrak dengan air, karena senyawa aktif tanaman umumnya kurang larut dalam air. Namun, senyawa-senyawa tersebut dapat diemulsikan dalam air bila air pengekstrak ditambahi bahan yang dapat berfungsi sebagai pengemusi deterjen. Selain sebagai pengemulsi, detergen juga dapat bersifat sebagai perekat.

Pembuatan cairan semprot insektisida dari bahan tumbuhan dapat dilakukan dengan menggunakan air biasa. Misal, ekstrak biji mimba, srikaya, dan buah nona sabrang dapat disiapkan dengan menggiling biji-biji tersebut. Hasil gilingan biji sebanyak 25–50 gram kemudian diaduk dengan 1 liter air dan biarkan beberapa saat, misal 30 menit sampai 2 jam. Selanjutnya, ampasnya disaring dengan sejenis kain batis dan cairan hasil saringan dapat langsung digunakan untuk penyemprotan di lapangan.

Untuk mendapatkan ekstrak dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi ke dalam air, pengestrak perlu ditambah detergen sebanyak lebih kurang 1 gram tiap liter air yang dapat berfungsi sebagai pengemulsi. Campuran bahan tanaman, air pengestrak, dan detergen diaduk-aduk dan dibiarkan beberapa saat, misal 30 menit sampai 2 jam sebelum disaring.

Penyimpanan yang terlalu lama, misal sampai satu malam, dapat mengakibatkan terjadinya penguraian bahan aktif karena beberapa enzim pengurai dapat larut dalam air dan berbagai jenis mikroba pengurai juga dapat hidup dalam air yang mengandung sedikit detergen.

Konsentrasi bahan aktif dalam ekstrak dapat ditingkatkan lagi dengan menggunakan air yang ditambahi sedikit pelarut organik seperti etanol atau methanol dengan konsentrasi tidak melebihi 1 persen. Etanol dan methanol teknis dapat dibeli di pasaran dengan harga relatif murah.

Bahan tanaman dan air pengestrak yang mengandung sedikit pelarut organik diaduk-aduk beberapa saat, kemudian baru ditambahkan detergen secukupnya. Selain meningkatkan kandungan bahan aktif halam ekstrak, adanya pelarut organik dalam air pengekstrak dapat mengurangi penguraian bahan aktif dalam ekstrak, adanya pelarut organik dalam air pengekstrak dapat mengurangi penguraian bahan aktif oleh enzim atau mikroba pengurai.

Peningkatan konsentrasi bahan aktif dalam ekstrak air dapat juga dilakukan denagan cara perebusan bahan tanaman. Banyak senyawa aktif insektisida dalam tanaman yang memiliki titik didih di atas 100 derajat Celsius sehingga tahan terhadap perebusan selama beberapa saat.

Perebusan juga akan merusak enzim dan membunuh mikroba sehingga faktor pengurai bahan aktif dapat dikurangi atau ditiadakan. Penambahan detergen sebelum perebusan akan meningkatkan konsentrasi bahan aktif dalam ekstrak yang diperoleh. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan sediaan insektisida dari bahan tanaman secara langsung (ekstraksi dengan air) memiliki beberapa keterbatasan.

Pertama, bahan tanaman yang bersifat insektisida belum tentu terdapat di sekitar tempat tinggal petani dan aktivitas insektisida ekstrak spesies tanaman tertentu dapat beragam menurut sebaran geografis tanaman.

Kedua, bagian tanaman yang aktif, misalnya bunga dan biji, belum tentu terdapat sepanjang tahun, dan bagian tanaman yang berbeda dapat memiliki keaktifan yang berbeda.

Ketiga, bahan tanaman yang telah diekstrak dengan air harus segera digunakan karena enzim pengurai dan mikroba tertentu juga turut terekstrak atau terbawa dalam ekstrak.

Keempat, beberapa jenis zat makanan seperti karbohidrat dan protein juga turut terekstrak, zat makanan tersebut dapat merangsang pertumbuhan mikroba pada permukaan tanaman dan di antara mikroba-mikroba tersebut mungkin ada yang dapat menguraikan bahan aktif dalam ekstrak tanaman, akibatnya persistensi ekstrak akan berkurang.

Kelima, air hanya sedikit mengekstrak zat-zat yang relatif nonpolar yang mungkin dapat berperan sebagai tabir surya, sehingga persistensi ekstrak dengan pelarut air makin berkurang. Selain itu, di lapangan terkadang terjadi adanya pengaruh fitotoksisitas.

Ada satu cara lagi untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan sebagai insektisida alami, yaitu dengan cara fermentasi. Insektisida alami hasil fermentasi umumnya memiliki daya simpan lebih lama, yaitu dapat sampai 3 bulan, tetapi perlu dipahami bahwa makin lama penyimpanan efektivitasnya juga makin berkurang. Oleh karena itu, konsentrasi aplikasi harus ditingkatkan.

Pembuatan insektisida alami dengan cara fermentasi memerlukan bahan baku, yaitu organ tanaman sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bioaktivator, yaitu bakteri aktif seperti EM4 atau jenis lain, melase atau tetes atau dapat juga diganti dengan air gula merah atau madu encer serta air.

Cara fermentasi, semua bahan baku yang akan dibuat ekstrak ditumbuk hingga terpecah. Sebanyak 250 gram bahan baku dimasukkan dalam wadah berbahan plastik dan berpenutup, misalnya ember, lalu ditambahkan air 1 liter. Kemudian encerkan melase 50 cc menjadi 250 cc.

Campurkan bioaktivator sebanyak 50 cc ke dalam 250 cc melase yang telah encer, kemudian campuran tersebut dimasukkan dalam ember berisi bahan baku dan air. Fermentasikan selama 4–7 hari. Selama fermentasi wadah harus tertutup rapat, tidak terkena sinar matahari langsung, sesekali tutup dibuka untuk membuang gas.

Bila fermentasi berhasil, biasanya pada hari kedua mulai tumbuh kapang di permukaan cairan. Setelah fermentasi selesai (4–7 hari) buang ampas dan kapang yang tumbuh dengan cara menyaringnya dengan sejenis kain batis.

Cairan hasil saringan dapat langsung digunakan untuk penyemprotan di lapangan atau dapat juga disimpan pada tempat yang sejuk maksimal selama tiga bulan. Pada saat penggunaan ekstrak insektisida alami hasil fermentasi harus diencerkan lebih dulu dengan konsentrasi 1-2 persen atau 10–20 cc tiap 1 liter air. Selamat mencoba, semoga dapat membantu. n R-2

www.lampungpost.com/cetak/berita


0 Responses to “Menyiapkan Insektisida Alami”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: