14
Mar
09

Pisang dan Yakult untuk Saluran Cerna Kita

Minggu, 15-03-2009 RSS Feed
Leonardo Paskah Suciadi

Sabtu, 20-09-2008 14:07:06 oleh: Leonardo Paskah S
Kanal: Kesehatan

Pisang dan Yakult untuk Saluran Cerna Kita Mungkin gangguan saluran cerna yang paling lazim dialami sehari-hari oleh sebagian dari kita adalah susah BAB (konstipasi), atau gangguan diare. Konstipasi cenderung lebih banyak dialami seiring bertambahnya usia, sedangkan diare lebih banyak dijumpai pada kanak-kanak. Namun pada prinsipnya kedua gejala penyakit tersebut sama-sama melambangkan fungsi saluran cerna yang disharmoni, ya fungsi gerak/ motilitas ususnya, ya keseimbangan antara koloni bakteri baik-jahat, ya fungsi penyerapannya, maupun memang dikarenakan penyakit atau luka tertentu di saluran cerna.

Susah BAB

Susah BAB mungkin langganan para remaja di kota-kota besar dikarenakan pola hidup dan makan yang kurang bersahabat dengan saluran cerna. Remaja putri lebih sering mengalaminya, dan umumnya terkait dengan ‘4 serba kurang’ yaitu porsi makanan yang kurang (diet ketat), kurangnya serat dari sayuran-buah, kurang minum air putih dan kurang gerak fisik. Jadi tidak heran sebagian dari kita sering jengkel dengan kebiasaan sulitnya BAB, BAB yang keras, bahkan hingga berdarah. Dan tidak jarang untuk menuntaskan masalah ini malah memilih lari ke konsumsi obat-obat pencahar. Sebenarnya masalah utamanya ya karena disharmonisasi di saluran cerna itu, sehingga perbaikan pola hidup dan makan lebih efektif. Saran untuk masalah susah BAB adalah banyak minum air putih sejuk, minimal 8 gelas sehari, terutama ‘sedetik’ menjelang tidur malam dan ‘sedetik’ setelah bangun pagi. Proses tidur akan membuat usus-usus kita juga ikut ‘tertidur’ sehingga pergerakannya kurang, sementara air putih sejuk akan merangsang persyarafan untuk pergerakan usus-usus yang sedang tertidur tadi. Saran lain berupa banyak-banyak gerak jalan dan perbanyak porsi sayuran-buah. Apabila pencahar memang dibutuhkan, pisang dapat menjadi alternatif pencahar alamiah yang sangat baik.

Pisang memiliki kandungan ion Kalium yang cukup tinggi dan ion tersebut berperanan penting dalam pergerakan usus kita. Berbagai buah-buahan lain juga dapat mensuplai ion Kalium cukup baik pula. Konsumsi pisang sampai beberapa buah dalam sehari akan memperlancar siklus BAB dengan efek samping amat minimal ketimbang mengkonsumsi obat-obat pencahar. Perhatian terutama pada mereka yang mengidap penyakit ginjal kronik (gagal ginjal) dan penyakit jantung. Mereka dengan penyakit demikian memang tidak dianjurkan makan pisang rutin karena di dalam tubuhnya sudah tertumpuk ion Kalium yang berlebihan sehingga dapat terjadi keracunan.

Sulit BAB bukan sekedar masalah mengganggu kenyamanan, terdapat berbagai komplikasi yang sering menyertai misalnya wasir (ambeien), turun berok (hernia inguinalis) karena keseringan mengedan sampai resiko kanker usus besar. Jadi kesulitan BAB sudah selayaknya ditangani secara komprehensif dan jangka panjang.

Diare

Diare atau mencret lebih banyak dijumpai dan lebih serius permasalahannya pada kanak-kanak. Masalah utama dari diare adalah dehidrasi yang dapat mengancam karena tubuh kehilangan sejumlah cairan dan elektrolit penting. Dan kanak-kanak amat rentan terhadap komplikasi tersebut. Oleh karena itu penanganan diare terpenting adalah mengganti cairan dan elektrolit tubuh tersebut, misalnya dengan minum oralit atau larutan isotonik lainnya. Sebagai catatan, beberapa minuman isotonik sport di pasaran jika tidak terpaksa lebih baik tidak digunakan saat diare karena kandungan gulanya yang tinggi sehingga bisa jadi memperparah diare yang sedang berlangsung.

Jadi ketika anak sedang diare yang terpenting untuk menjadi perhatian ibu adalah bagaimana mengganti carian tubuh dan elektrolit yang hilang, bukannya buru-buru memberi antibiotik ataupun obat-obat penghenti diare. Antibiotik adalah obat penting jika diare anak disertai darah (disentri) yang berarti diare tersebut disebabkan oleh bakteri atau parasit. Namun perlu diketahui bahwa diare pada anak sebagian besar justru disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif (atau malah akan memperberat diare) dan umumnya diare viral dapat sembuh sendiri kurang dalam 1 minggu. Sementara itu, bat penghenti atau ‘penyumbat’ diare tidak mendapat tempat pada penanganan pada diare kanak-kanak karena resikonya lebih besar ketimbang manfaatnya.

Upaya penanganan diare viral adalah memperkuat benteng pertahanan di usus anak, salah satunya yang berupa koloni bakteri baik (flora normal). Oleh karena itu, penanganan diare viral disepakati efektif dengan pemberian agen probiotik (bakteri hidup baik yang baik), seperti misalnya Lactobacillus di dalam yakult. Bakteri baik akan membuat pagar hidup yang kokoh sehingga membuat populasi virus terdesak dan diare akan lebih cepat mereda. Jadi ketika si kecil sedang diare, menambahkan bakteri (probiotik) justru adalah terapinya, bukan malah mem-bom bakteri baik di usus dengan antibiotik. Selain itu suplemen mikronutrien Zinc (Seng) sudah terbukti dapat mempercepat proses pemulihan diare.

Jadi jika ada ‘obat’ alamiah yang aman semacam pisang dan yakult, buat apa kita harus mencari laksatif dan antibiotik jika memang tidak diperlukan dalam kasus konstipasi ataupun diare?

www.wikimu.com/News/DisplayNews


0 Responses to “Pisang dan Yakult untuk Saluran Cerna Kita”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: