14
Mar
09

Probiotik Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Probiotik Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

GAYA hidup sibuk masyarakat kota besar, stres, dan nutrisi yang tidak seimbang sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh kita. Ujung-ujungnya, frekuensi sakit akan meningkat. Ini yang tidak kita harapkan karena jika tubuh sakit, maka kerugian menyergap kita: pekerjaan sehari-hari akan tertunda dan terpaksa mengeluarkan ongkos ekstra untuk biaya pengobatan.

U>small 2small 0< untuk menjaga pertahanan atau sistem kekebalan tubuh adalah dengan minum air yang cukup supaya tidak dehidrasi, menghirup udara segar, istirahat yang cukup, merilekskan tubuh, termasuk diet seimbang dengan tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan. Tambahan vitamin, mineral, ataupun elemen-elemen lain, seperti vitamin A, C, B6, termasuk zinc, zat besi, juga akan mendukung kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh ini mempunyai fungsi sebagai penjaga kesehatan tubuh. Sepanjang hari ia akan mengidentifikasi patogen berbahaya dan substansi-substansi asing lainnya yang ada dalam tubuh kita. Selama proses ini, sel kekebalan dan antibodi akan bekerja bersama dalam aliran darah untuk menghentikan sebaran virus dan bakteri jahat. Salah satu upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi probiotik guna menunjang metabolisme tubuh.

www2.kompas.com

Keunggulan probiotik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ini dibahas oleh panel ahli dari Eropa pada sebuah konferensi pers bertema “What Makes a Good Probiotic” yang diselenggarakan oleh perusahaan farmasi Merck CHC di Genval, Belgia, pada 21-22 Oktober 2004.

Panel ahli yang mempresentasikan keunggulan probiotik untuk kesehatan tersebut adalah Prof Juergen Schrezenmier (Kepala Institute for Physiology and Biochemistry of Nutrition, Federal Research Center for Nutrition and Food Kiel, Jerman), Prof M de Vrese juga dari instansi yang sama dengan Schrezenmier, Prof SC Bischoff (Medical University Hanover Jerman), Prof B Bjorksten (Centre for Allergy Research Stockholm, Swedia), Prof J Hamilton-Miller (Department of Medical Microbiology, Royal Free and University College, Medical School, London, Inggris), Prof WP Hammes (Hohenheim University Stuttgart, Jerman), Prof P Marteau (European Hospital Georges Pompidou, Perancis), dan Prof M-C Moreau juga dari Perancis.

SAAT ini di Jerman probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang mencapai saluran pencernaan dalam kondisi aktif, dalam jumlah yang cukup guna menghasilkan efek kesehatan yang positif.

“Diperlukan dasar yang kuat untuk membuktikan manfaat probiotik untuk kesehatan,” kata Prof Juergen Schrezenmeir. Menurut dia, syarat-syarat probiotik yang baik adalah probiotik harus tetap dalam keadaan hidup, daya untuk bertahan hidup ketika melalui saluran pencernaan dan manfaat kesehatan yang dapat dibuktikan.

Definisi umum probiotik, yang biasa digunakan, adalah preparat yang terdiri dari mikroba hidup yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia atau hewan secara oral. Mikroba hidup itu diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan manusia atau hewan dengan cara memperbaiki sifat-sifat yang dimiliki mikroba alami yang tinggal di dalam tubuh manusia atau hewan tersebut.

Tujuan menambahkan bakteri probiotik dalam makanan adalah untuk meningkatkan kesehatan. Upaya ini memperluas standar definisi atas fungsi makanan itu sendiri. Fungsi bakteri probiotik adalah mengurangi bakteri patogen dalam usus, menstimulasi respons kekebalan, dan untuk menjaga kesehatan.

Efek positif dari bakteri probiotik untuk mengatasi infeksi usus sudah diketahui. Oleh karena itu, sangatlah penting dipastikan probiotik dapat mencapai saluran pencernaan dalam jumlah yang memadai. Pemberian probiotik yang teratur dapat mempercepat penyembuhan diare yang disebabkan oleh infeksi kuman virus. Strain bakteri probiotik akan mengatur mikroflora usus, merintangi kolonisasi patogen, dan memindahkan bakteri patogen melalui dinding usus dan organ lain.

Saat ini peneliti-peneliti probiotik juga telah menghasilkan temuan menarik, di mana bakteri probiotik tidak hanya menstimulasi sistem kekebalan secara umum, tetapi juga mengatur reaksi sistem kekebalan pasien yang menderita alergi ataupun menderita penyakit kulit/eksim (atopic dermatitis). Sebuah studi di Finlandia menunjukkan bahwa penyakit kulit eksim yang diderita anak-anak membaik secara signifikan setelah dua bulan di-treatment dengan probiotik hypoallergenic, secara ekstensif dengan formula hydrolysed. Temuan ini juga didukung oleh studi lebih lanjut yang menggunakan strain bakteri yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa alergi meluas yang berisiko kematian pada anak-anak berusia dua-empat tahun menjadi berkurang.

Sebuah studi lain di Perancis melibatkan 287 anak (18,9-6 bulan) yang diberikan yogurt konvensional dan yogurt yang mengandung probiotik 10>sprscript<8>res<>res< cfu/ml Lactobacillus casei. Masing-masing produk diberikan setiap hari selama satu bulan. Hasilnya menunjukkan, durasi diare anak-anak yang mengonsumsi yogurt konvensional berkurang dari delapan hari menjadi lima hari, sementara yang mengonsumsi yogurt mengandung probiotik, durasi diarenya berkurang menjadi hanya selama empat hari.

Studi ini kemudian dikembangkan dan dikontrol oleh klinik uji multisenter yang melibatkan 928 anak (6-24 bulan). Anak-anak selama mengonsumsi L casei yang dicampur susu fermented setiap hari selama dua bulan, hasil pengamatan menunjukkan bahwa frekuensi diare yang dialami anak-anak tersebut berkurang lebih banyak jika dibandingkan dengan anak-anak yang mengonsumsi yogurt konvensional (15,9 persen VS 22 persen).

Meskipun studi in vitro dan studi yang menggunakan hewan untuk uji coba menunjukkan bukti yang baik bahwa strain probiotik menghalangi pertumbuhan dan aktivitas metabolik pelekatan sel saluran pencernaan bakteri enteropathogenic seperti Salmonella, Shigella, atau Vibrio cholerae, sangat sedikit hasil penelitian yang memublikasikan efek positif melawan bakteria yang menyebabkan diare pada manusia.

Selain berguna untuk mencegah dan mengurangi durasi diare, mengatur mikroflora dalam usus, meningkatkan kekebalan, mencegah penyakit kulit/eksim, mencegah simptom pasien radang usus, bakteri probiotik juga diyakini bisa mengurangi sakit yang dikeluhkan penderita asma, serta mencegah kanker.

Demikian banyaknya kegunaan probiotik bagi kesehatan tubuh, maka Prof Schrezenmeir menyarankan agar selalu menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. “Anda dapat melihat seseorang yang tidak mengatur pola makannya dengan mengonsumsi makanan sehat, maka ia akan terganggu saluran pencernaan makanannya. Bahkan bisa-bisa ia mengalami perdarahan ataupun koma. Karena itu, probiotik sangat penting untuk tubuh,” kata Schrezenmeir. (LOK)


0 Responses to “Probiotik Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: