14
Apr
09

jurnal I

Hasil pertemuan kami bersama DRH hilmi S adalah sebagai berikut:

Saya harus bias investasi dalam bentuk ROJO KOYO baik sapi jenis local atau peranakan limosin yang akan dititipkan pada tia peternak tradisional. Dalam hal ini kemdalanya adalah kejujuran sipeternak sendiri. Dan butuk pengawasan dan do’a yang estra ketat dari kami sebagai pihak penitip.

Kendala-kendala dapat terjadi, seperti sapi sulit bunting. Dan apabila terjadi hal tersebut maka langkah terbaik yang bias dilakukan adalah sapi betina itu dijual kembali. Jangka waktu nya apabila dalam setengah tahun tidak terjadi kebuntingan maka dijual akan menjadi langkah yang bijak. Begitu pula pengawasan kebuntingan dan birahi harus bersinambungan pengawasannya, baik melalui media HP atau melalui indicator control sperti milik pak NYOMAN. Dan patut dipikirkan pula nilai keuntungan yang dapat diperoleh dari sapi dara local yang dibuntingkan dan ketika jelas kebuntingannnya dapat dijual pada peternak dan pedagang. Pemeriksaan kebuntingan dapat diperiksa saat usia kandungan 3 bulan keatas.

Apabila beranak sapi local tersebut maka segera dijual saat sudah lepas dari induknya( sapih). Dan dibelikan sapi local yang siap bunting begitu seterusnya siklus yang bias dibuat demi keberhasilan peternakan.

Tentang sapi PERAH:

Sapi perah yang sudah mencapai usia tua dapat dijual kembali, dengan harga yang lumayan apabila saper masih dalam berproduksi ( minimal 3 ltr/hr). lebih-lebih BUNTING, maka langka terbaik, apabila mempunyai saper yang sudah AFKIR, maka dibuntingkan saat BUNTING TUA bisa dijual.

Kalau mengacu pada kandungan manusia menurut pak budi; siklus janin manusia adalah 3 bulan pertama rawan, 3 bualan berikutnya kuat, 3 bulan sesudahnya rawan.

Kunci keberhasilan CAK MAMAD: dalam menggemukkan sapi local peranakan limosin adalah, dia membeli pedet peranakan limosin bail jantan atau betina. Setelah sampai dikandangnya ia pedet tersebut harus diobati cacing. Dengan prosedur. Pedet tidak diberi makan terdahulu selama beberapa jam agar reaksi obat cacing lebih berdaya. Baru pengobatan cacing dilakukan. (obat cacing bias memakai air LANDEnah KAPOR, menurut teman rembangnan).

Setelah proses diatas dilakukan, siapkan BOTE HAREM, dijus dan diberi garam dapur sedikit. Serta dininumkan pada sapi. Maka sapi akan segera doyan makan dan minum hingga berakibat ia cepat menjadi gemuk. Efek yang lain adalah sapi menjadi lebih cepat breiH .



Blog Stats

  • 26,755 dor-dor
free counters

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: